tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal aksi penyegelan sejumlah toko emas perhiasan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) beberapa waktu terakhir.
Menurut Purbaya, tindakan tersebut diambil lantaran sebagian besar emas yang dijual oleh sejumlah toko itu merupakan barang ilegal yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran bea masuk.
Purbaya bahkan mengibaratkan praktik tersebut sebagai “separuh nyolong” atau lazim disebut “spanyol”, lantaran sebagian barang lolos pemeriksaan, sementara sebagian lainnya tidak tercatat sesuai ketentuan.
"Ya, barangnya spanyol lah, separo nyolong. Artinya, ada yang 100 persen (lolos pemeriksaan) Bea Cukai masuk. Ada yang 50 persen, ada yang 25 persen," ujar dia usai Konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2025 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).
Meski demikian, Purbaya mengaku belum menerima laporan terperinci terkait besaran kerugian negara akibat pelanggaran administrasi impor yang dilakukan oleh toko-toko emas tersebut.
"Total kerugian belum saya dapat laporannya. Kedepan pasti akan kita lihat seperti apa," lanjutnya.
Di luar persoalan nilai kerugian, Purbaya menilai tindakan sejumlah gerai emas—mulai dari gerai Tiffany & Co di tiga pusat perbelanjaan di DKI Jakarta hingga terbaru Toko Bening Luxury di Pluit, Jakarta Utara—sebagai bentuk pelecehan terhadap otoritas negara. Pasalnya, perhiasan ilegal tersebut dipajang secara terbuka di etalase toko.
"Kalau kata orang-orang itu, orang-orang lapangan itu udah nyolong, habis itu jualnya depan kita gagah-gagahan.
Kan saya seperti mangkina pemerintah. Kalau udah nyolong jualnya gelap-gelap aja gitu, biar nggak ketahuan. Jadi, ya harusnya juga nggak boleh juga kan?" kata Purbaya.
Atas dasar itu, Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada penyegelan yang sudah dilakukan. Ia memastikan penindakan akan terus berlanjut terhadap toko-toko emas lain yang terbukti menjual barang ilegal, sebagai bagian dari upaya menjaga pasar domestik.
"Kita akan kejar pokoknya. Jadi kita akan tetap secure domestic market dari barang-barang illegal," tegas dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































