tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan perpanjangan penempatan dana Rp200 triliun di lima bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah jatuh tempo pada 13 Maret mendatang.
Penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah tersebut akan dilakukan hingga September atau akhir kuartal III 2026.
"Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo di 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang 6 bulan ke depan," ungkapnya dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).
Dengan perpanjangan penempatan dana ini, Purbaya lantas meminta perbankan untuk tidak khawatir akan kekurangan likuiditas. Bahkan, langkah ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan likuiditas di pasar keuangan tetap tercukupi.
"Jadi kan yang ditanyakan orang-orang itu, Maret habis. Apakah banknya akan kehilangan likuiditas karena uangnya ditarik pemerintah? Dengan pernyataan barusan, saya tegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi," tegas dia.
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu juga berharap Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN tetap fokus menyalurkan kredit maupun pembiayaan kepada para debitur. Meski begitu, penyaluran kredit harus tetap dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian.
"Jadi, bank tidak perlu khawatir akan kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar. Kami mengharapkan bank lebih bersemangat mencari debitur, tentunya tetap dengan menjalankan prinsip kehati-hatian," tegas dia.
Setelahnya, lanjut Purbaya, penempatan dana SAL di perbankan akan kembali dievaluasi pada September. "Harapannya, ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi, berbagai program pemerintah semakin terlihat hasilnya, Danantara sudah semakin berperan dan dana nonresiden sudah semakin banyak masuk ke Indonesia, dengan kinerja ekonomi dan kepercayaan Indonesia yang terus membaik," tutup Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































