tirto.id - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar 61 juta dolar AS pada kuartal II 2026 atau meningkat 39 persen dibandingkan laba bersih 44 juta dolar AS pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut ditopang peningkatan produksi nikel matte, penguatan harga nikel, serta pelaksanaan operasional.
Dalam keterbukaan informasi, pendapatan perseroan meningkat 15 persen menjadi 290 juta dolar AS pada kuartal II 2026 dari 253 juta dolar AS pada kuartal sebelumnya. Peningkatan itu disebabkan oleh naiknya harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi 14.765 dolar AS per ton atau meningkat 4 persen dibandingkan kuartal I 2026. Sementara itu, volume penjualan relatif stabil di level 13.932 ton.
"PT Vale membukukan kinerja keuangan yang solid pada 2T26 [triwulan II 2026], didukung oleh peningkatan produksi, penguatan harga nikel, serta pelaksanaan operasional yang disiplin," tulis pihak Vale Indonesia, dikutip Kamis (30/7/2026).
"Produksi nikel matte meningkat 19 persen secara triwulanan menjadi 16.153 ton, sementara volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton. Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi 14.765 dolar AS per ton, meningkat 4 persen QoQ, yang turut mendorong pendapatan mencapai 290 juta dolar AS, atau naik 15 persen dibandingkan 1T26 [triwulan I 20206]," sambung mereka.
Selain pendapatan dan laba bersih, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga meningkat signifikan menjadi 116 juta dolar AS pada kuartal II 2026 atau naik 45 persen dibandingkan 80 juta dolar AS pada kuartal I 2026.
Kemudian, laba bruto meningkat menjadi 95,5 juta dolar AS dari 56,7 juta dolar AS pada kuartal sebelumnya. Dari sisi operasional, PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton nikel matte pada kuartal II 2026 atau meningkat sekitar 19 persen dibandingkan produksi kuartal I 2026 yang sebesar 13.620 metrik ton.
Dengan capaian tersebut, total produksi nikel matte sepanjang semester I 2026 mencapai 29.773 metrik ton. Peningkatan produksi terjadi setelah rampungnya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026.
PT Vale turut melaporkan biaya tunai pokok penjualan nikel matte membaik menjadi 10.005 dolar AS per ton pada kuartal II 2026. Sedangkan, bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil sebesar 21 dolar AS per ton di Bahodopi dan 7 dolar AS per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti dan logistik.
Di sisi lain, PT Vale mencatat kenaikan biaya energi selama periode tersebut. Harga rata-rata high sulphur fuel oil atau minyak bakar dengan kandungan sulfur tinggi, meningkat sekitar 25 persen. Sementara itu, harga rata-rata diesel naik sekitar 40 persen dan harga batu bara meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Selama kuartal II 2026, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar 116 juta dolar AS untuk mendukung keberlanjutan operasi dan pengembangan proyek-proyek pertumbuhan strategis. Per 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas tercatat sebesar 111 juta dolar AS, turun dari 220 juta dolar AS pada 31 Maret 2026.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































