Menuju konten utama

Rusia Serang Ukraina, 22 Tewas Termasuk Belasan Narapidana

Rusia melakukan serangan udara ke Ukraina, hingga mengakibatkan 22 orang tewas dalam semalam hingga Selasa (29/7). Simak laporannya.

Rusia Serang Ukraina, 22 Tewas Termasuk Belasan Narapidana
Dalam foto yang disediakan oleh Layanan Darurat Ukraina, tim penyelamat bekerja di lokasi sebuah bangunan yang rusak akibat serangan rudal Rusia di Pokrovsk, wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa, 8 Agustus 2023. (Ukrainian Emergency Service via AP Photo)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rusia melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Ukraina, Senin (28/7/2025) malam waktu setempat. AP News pada Selasa (29/72/2025) siang waktu Indonesia, melaporkan sedikitnya 22 orang tewas di pihak Ukraina atas serangan tersebut. Korban tewas ini termasuk 17 narapidana di sebuah penjara wilayah Zaporizhzhia.

Serangan terjadi di sejumlah wilayah, dengan Zaporizhzhia dan Dnipropetrovsk, menjadi yang terparah. The Guradian, menyebut, berdasarkan jumlah korban, ini menjadi salah satu serangan paling mematikan di Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Kronologi Rusia Serang Ukraina hingga 22 Orang Tewas

Salah satu serangan yang terparah terjadi di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina. Kementerian Kehakiman Ukraina, menyebut serangan Rusia di Zaporizhzhia, terjadi sekira pukul 23.28 pada Senin (28/7/2025) malam waktu setempat. Otoritas di negara ini melaporkan, Rusia menggunakan 4 bom udara berpemandu, dilansir dari Pravda.

Menurut data terbaru, serangan juga menghantam penjara di wilayah Zaporizhzhia dan menewaskan sedikitnya 17 narapidana. Sedangkan lebih dari 80 lainnya mengalami luka-luka. Serangan ini juga menghancurkan ruang makan pemasyarakatan dan menyebabkan kerusakan parah pada kantor pusat administrasi serta unit karantina.

“[Rusia] menyerang distrik Zaporizhzhia delapan kali dalam semalam, dilaporkan menggunakan bom luncur. Salah satu serangan menghantam sebuah penjara,” tulis Pravda.

Sementara, 4 orang tewas dalam serangan Rusia ke wilayah lain di Dnipro, Ukraina. Otoritas setempat mengatakan, Rusia meluncurkan rudal hingga menghancurkan sebagian sebuah bangunan tiga lantai dan merusak fasilitas medis di dekatnya.

Sebuah rumah sakit bersalin dan sebuah bangsal rumah sakit kota, juga rusak akibat serangan ini. Selain korban tewas, 8 orang dilaporkan mengalami luka.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa serangan di seluruh negaranya ini setidaknya terjadi di 73 wilayah. Total korban tewas di pihak Ukraina berjumlah 22, hingga laporan terakhir pada Senin siang.

Dalam rangkaian serangannya, Rusia telah meluncurkan 2 rudal balistik Iskander-M beserta 37 drone serang dan umpan Shahed ke Ukraina semalam. Sistem pertahanan udara Ukraina menetralisir dan mencegat sebanyak 32 drone Shahed di antaranya.

Sedangkan bom luncur yang dibawa Rusia, sebut AP, merupakan peninggalan era Soviet. Bom ini dilengkapi sirip yang dapat ditarik dengan sistem pemandu. Bom-bom ini membawa hingga 3 ribu kg bahan peledak.

Serangan Rusia ini terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberi ultimatum kepada Moskow. Pada Senin (28/7/2025), Washington memberi waktu 10-12 hari kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar menghentikan serangan ke Ukraina.

“Saya kecewa dengan Presiden Putin,” kata Trump, pada Senin dikutip dari AP.

Namun Rusia membalas agar AS tak mengultimatum Moskow. Dewan Keamanan Federasi Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa setiap ancaman dari sekutu-sekutu Ukraina justru menjadi langkah Moskow menuju perang.

“Bukan [hanya] antara Rusia dan Ukraina, tetapi dengan negaranya sendiri," kata Medvedev dikutip dari AP.

“Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran,” tambah Medvedev.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Flash News
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Yantina Debora