tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka melemah pada Selasa (18/8/2026). Seturut Bloomberg, 1 dolar AS menyentuh level Rp 17.847, bergerak melemah 49 poin atau 0,28 persen.
Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya mengalami penguatan di bursa offshore pada pembukaan perdagangan Senin (17/8) pagi. Apresiasi terhadap rupiah pada Senin tersebut disinyalir terjadi berkat meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Selain itu, rupiah juga tengah dalam tren kenaikan pasca pengumuman rencana fiskal pemerintahan Prabowo untuk APBN tahun anggaran 2027. Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Rapat Paripurna DPR RI pada Jumat (14/8) Prabowo mengatakan rencana APBN 2027 pada kisaran Rp4.097,2 triliun.
Prabowo juga menyebut pemerintahannya telah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 6 persen pada 2027, bersamaan dengan tingkat inflasi yang dijaga pada level 2,5 persen.
Selain terhadap rupiah, dolar AS juga dibuka menguat terhadap baht Thailand dan peso Filipina. Namun, ringgit Malaysia justru tampil menguat pada awal perdagangan hari Selasa sebesar 0,29 persen.
IHSG Hari Ini 18 Agustus 2026, Pembukaan Sesi Pagi
Berbeda dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat pada pembukaan sesi perdagangan Selasa pagi ini. Nilai indeks terangkat ke level 6.448,828 ketika dibuka.
Seturut RTI Business, IHSG bergerak naik dan menghijau ketika dibuka. Sejauh ini, tercatat pergerakan indeks terjadi pada rentang 6.448,264 hingga 6.486,787.
Sepanjang pergerakan tersebut, 344 saham tercatat menguat, 187 saham stagnan, dan 196 saham bergerak melemah.
Sementara itu, nilai total transaksi pada awal pembukaan pasar hari ini telah mencapai Rp2,03 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 5,60 miliar saham melalui 288.440 kali transaksi.Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




































