tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (14/8/2026) tercatat menguat tipis 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.873 per dolar AS. Di bursa saham, IHSG justru dibuka melemah.
Posisi penutupan rupiah pada perdagangan Kamis (13/8/2026) sore sama persis dengan penutupan perdagangan sebelumnya, yakni Rp17.877 per dolar AS. Artinya, tidak terjadi perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan kemarin.
Kondisi ini menggambarkan bahwa pasar berada dalam posisi relatif seimbang, dengan pelaku pasar masih mempertimbangkan berbagai sentimen sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah yang cenderung datar tersebut terjadi seiring dengan memudarnya euforia pasar setelah rilis Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pengumuman MSCI menjadi salah satu perhatian utama investor karena berhubungan dengan perubahan komposisi indeks saham Indonesia. Setelah pengumuman tersebut dirilis, perhatian pasar mulai beralih kepada faktor lain, termasuk perkembangan kebijakan domestik dan kondisi ekonomi global.
“Rupiah pada perdagangan hari ini yang ditutup stabil lebih dipengaruhi oleh memudarnya euforia rilis MSCI dan fokus pelaku pasar mencermati calon Deputi Gubernur BI,” ucapnya dikutip Antara, Kamis (13/8).
MSCI sendiri mengumumkan MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review pada 12 Agustus 2026 waktu Central European Summer Time (CEST).
Perubahan yang diumumkan tersebut tidak langsung berlaku pada saat pengumuman, melainkan akan diterapkan pada penutupan bursa 31 Agustus 2026 dan efektif mulai 1 September 2026.
Dalam peninjauan tersebut, MSCI mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke dalam indeks tersebut. Dua saham tersebut adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Selain perubahan pada MSCI Global Standard Index, MSCI juga melakukan penyesuaian terhadap MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia. CPIN masih tetap berada dalam keluarga indeks MSCI, karena dipindahkan dari MSCI Global Standard Index ke Global Small Cap Index.
Pasar juga masih menghadapi ketidakpastian akibat perkembangan konflik di Timur Tengah dan hubungan Amerika Serikat dengan Iran.
IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Jumat kembali berada di zona merah. IHSG turun 5,18 poin atau 0,08 persen ke level 6.296,59, dibandingkan posisi penutupan perdagangan Kamis yang berada di level 6.301,77.
Pelemahan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam.
Indeks yang mengukur kinerja 45 saham unggulan, LQ45, juga dibuka melemah 0,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 626,62, dari penutupan sebelumnya di level 627,16.
Pada perdagangan Kamis, IHSG ditutup turun 72,08 poin atau 1,13 persen menjadi 6.301,77. Pelemahan tersebut terjadi ketika pelaku pasar merespons hasil tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Agustus 2026.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan bahwa tekanan terhadap indeks antara lain dipengaruhi oleh dikeluarkannya sejumlah saham Indonesia dalam proses rebalancing indeks MSCI Agustus 2026.
Selain itu, investor juga mengambil sikap lebih hati-hati menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo yang berkaitan dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
"Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking," paparnya.
Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari pergerakan sepanjang perdagangan Kamis. Meskipun indeks sempat dibuka menguat, IHSG kemudian berbalik masuk ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, tekanan jual masih berlanjut sehingga IHSG tetap bertahan di zona merah sampai perdagangan berakhir.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen negatif cukup kuat untuk menekan indeks setelah investor merespons hasil tinjauan MSCI dan melakukan aksi ambil untung. Dengan penutupan di 6.301,77, IHSG harus kembali menghadapi tekanan pada pembukaan perdagangan Jumat.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





































