tirto.id - PT GoTo Gojek Tokopedia angkat bicara usai sahamnya dikeluarkan dari indeks milik Morgan Stanley Capital International (MSCI), MSCI Global Standard Indexes. GoTo menjadi salah satu saham dari total 10 saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes.
Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, mengakui keluarnya saham GoTo dari indeks tersebut berdampak kurang menyenangkan bagi pemilik saham perusahaan tersebut.
"Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GoTo dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, didepaknya GoTo dari MSCI Global Standard Indexes merupakan hal yang teknis. Sebab, harga saham GoTo berada di level paling rendah Rp50. Di satu sisi, volume perdagangan saham GoTo disebut juga tergolong rendah.
Namun, Audrey menyatakan, saham GoTo disebut tidak mencerminkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Mengingat, GoTo mencatat laba bersih pada dua kuartal berturut-turut.
"Dengan laba bersih mencapai Rp252 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun. Ebitda grup yang disesuaikan juga meningkat hingga menembus angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya dan tetap on-track untuk mencapai pedoman kinerja tahunan kami dengan ebitda grup yang disesuaikan Rp3,2 triliun-3,4 triliun," urainya.
Dalam kesempatan itu, Audrey menyatakan GoTo bakal berkomunikasi aktif dengan pihak MSCI terkait pendepakan tersebut.
"Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," ucap dia.
Sebelumnya, MSCI mengeluarkan n dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index sehingga tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index. Kedua saham tersebut antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




































