Menuju konten utama

Rupiah Ditutup Menguat 4,5 Poin ke Level Rp17.138 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah dipengaruhi risiko lonjakan utang luar negeri dan defisit APBN yang membayangi ekonomi RI.

Rupiah Ditutup Menguat 4,5 Poin ke Level Rp17.138 per Dolar AS
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis ke level Rp17.138 pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026). Rupiah naik sebesar 4,5 poin atau 0,03 persen dari pembukaan pagi tadi yang berada di level Rp17.142.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, berujar nilai tukar rupiah disebabkan dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Ibrahim bilang utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 437,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau meningkat dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar 434,9 miliar dolar AS. Situasi ini jadi faktor internal yang berdampak pada nilai tukar rupiah.

Secara tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh sebesar 2,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,7 persen secara tahunan.

"Peningkatan posisi ULN tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia [SRBI]. Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan," urai Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

Ia berujar, dari ULN publik, posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar 215,9 miliar dolar AS atau secara tahunan tumbuh sebesar 5,5 persen secara yoy. Sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,6 persen secara yoy.

Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang. Selain itu, kesehatan fiskal Indonesia dinilai berada dalam titik kritis.

Per Maret 2026, defisit anggaran telah mencapai 0,93 persen dari PDB atau senilai Rp240 triliun. Nilai itu melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 0,4 persen atau Rp100 triliun.

Ibrahim mengatakan, dengan asumsi harga minyak di level 100 dolar AS per barel jauh di atas asumsi 70 dolar AS, pemerintah diprediksi akan merevisi APBN pada Agustus mendatang.

"Risiko kenaikan harga BBM bersubsidi membayangi untuk menahan laju defisit agar tidak menjebol batas 3 persen, sebuah langkah yang berisiko memicu stagflasi," tuturnya.

Ibrahim melanjutkan, faktor eksternal yang memengaruhi nilai tukar rupiah adalah harapan untuk meredakan ketegangan AS-Iran lebih besar daripada kekhawatiran atas gangguan pasokan yang berkelanjutan usai ada laporan bahwa Iran dapat mengizinkan kapal untuk melewati Selat Hormuz.

Di satu sisi, Iran dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz, jika kesepakatan tercapai untuk mencegah konflik baru.

Menurut Ibrahim, perang AS-Israel dengan Iran telah mengakibatkan gangguan pasokan minyak dan gas global terbesar yang pernah terjadi karena gangguan lalu lintas Iran melalui selat tersebut, yang menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair dunia.

"Para pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut paling cepat akhir pekan mendatang, setelah negosiasi berakhir pada hari Minggu tanpa terobosan," urai Ibrahim.

"Kepala militer Pakistan, sebagai mediator, tiba di Teheran pada hari Rabu untuk mencoba mencegah terulangnya konflik," lanjut dia.

Ibrahim menambahkan, AS telah memberlakukan blokade terhadap pengiriman barang yang meninggalkan pelabuhan Iran. Menurut militer AS, telah sepenuhnya menghentikan perdagangan masuk dan keluar negara itu melalui laut.

"Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada hari Rabu bahwa Washington tidak akan memperbarui pengecualian yang memungkinkan pembelian beberapa minyak Iran dan Rusia tanpa menghadapi sanksi AS," tutur Ibrahim.

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH MENGUAT atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah