Menuju konten utama

Rupiah Dibuka Loyo ke Rp16.760 per Dolar AS pada 4 Februari 2026

Rupiah memulai perdagangan dengan pelemahan 6 poin atau 0,04 persen.

Rupiah Dibuka Loyo ke Rp16.760 per Dolar AS pada 4 Februari 2026
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin (15/9) di Jakarta melemah sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.408 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.375 per dolar AS. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.760 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (4/2/2026). Mengutip dari Bloomberg, nilai rupiah turun 6 poin atau 0,04 persen dari level Rp16.754 pada penutupan hari sebelumnya, Selasa (3/2/2026).

Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasu pada perdagangan pagi ini. Yen Jepang (JPY), terpantau mengalami kenaikan 0,33 persen, dolar Hongkong (HKD) melemah 0,03 persen, dolar Singapura (SGD) melemah 0,05 persen, dolar Taiwan (TWD) melemah 0,2 persen, Won Korea (KRW) melemah 0,33 persen.

Lalu, Peso Filipina (PHP) melemah 0,1 persen, Rupee India (INR) menguat 1,36 persen, Yen Cina (CNY) menguat 0,04 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,24 persen, dan Bath Thailand (THB) menguat 0,24 persen.

Di sisi lain, mata uang negara-negara Eropa terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar. Euro (EUR) melemah 0,04 persen, Pound Sterling (GBP) melemah 0,04 persen, Franc Swiss (CHF) melemah 0,06 persen, Krona Swedia (SEK) menguat 0,08 persen, dan Kron Denmark (DKK) menguat 0,04 persen.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, nilai rupiah akan ditutup melemah pada hari ini—meskipun akan sempat mengalami fluktuasi. "Sedangkan untuk perdagangan besok [hari ini], mata uang rupiah fluktuatif. Namun ditutup melemah direntang Rp16.750- Rp16.780," sebutnya.

Sementara itu, pada Selasa kemarin, penguatan nilai rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen domestik, yakni Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang masih berada di level ekspansi atau 52,6 pada Januari 2026.

"Angka tersebut naik dari level 51,2 pada Desember 2025. Kenaikan tergolong sedang dan pertumbuhan terus meningkat dengan indeks di atas 50. Kenaikan itu didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru," tuturnya dalam keterangan yang diterima, Selasa.

Data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan pada 12-23 Januari 2026 dengan cara menyebar kuesioner kepada para manajer pembelian dari panel terpilih yang berasal dari 400 perusahaan manufaktur. Mereka dipilih agar mencerminkan kondisi industri yang sebenarnya.

Kata Ibrahim, perusahaan sering mengaitkan kenaikan dengan permintaan pasar atas barang yang meningkat. Kondisi permintaan terlihat didorong oleh perekonomian domestik lantaran permintaan internasional menurun selama lima bulan terakhir.

"Sejalan dengan permintaan baru yang terus bertumbuh, produksi naik pada bulan Januari. Output naik selama tiga bulan berjalan dan merupakan yang tercepat kedua dalam 11 bulan," tuturnya.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana