Menuju konten utama

Respons Istana soal Kabinet Bayangan Bentukan Koalisi Sipil

Prasetyo Hadi sebut pemerintah terbuka terhadap masukan, termasuk kabinet bayangan oleh koalisi masyarakat sipil yang kritik Kabinet Merah Putih.

Respons Istana soal Kabinet Bayangan Bentukan Koalisi Sipil
Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/7/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat. Pernyataan ini disampaikan merespons pembentukan kabinet bayangan oleh koalisi masyarakat sipil yang berfungsi sebagai mitra kritik bagi Kabinet Merah Putih.

Prasetyo menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan menjelang Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Kita pelajari. Semua yang niatnya baik, semua yang ingin memberikan masukan yang baik kita tentu menerima dan selalu berterima kasih," ujar Prasetyo.

Sebelumnya, koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari akademisi, pegiat, dan profesional mengumumkan pembentukan kabinet bayangan, Sabtu (18/7/2026).

Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap minimnya mekanisme checks and balances karena sebagian besar partai politik telah bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.

Koalisi menegaskan bahwa kabinet bayangan tersebut tidak dibentuk untuk mengambil alih kekuasaan, melainkan sebagai wadah kritik dan sarana menawarkan alternatif kebijakan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam praktiknya, kabinet bayangan ini menggunakan pendekatan man-to-man marking, di mana setiap menteri bayangan menjadi mitra pembanding bagi menteri terkait dalam mengevaluasi kebijakan.

Terdapat 15 posisi kementerian yang diisi oleh individu terpilih berdasarkan kriteria integritas, kompetensi, keberpihakan kepada masyarakat, serta tidak memiliki afiliasi dengan partai politik.

Menurut Prasetyo, yang terpenting adalah setiap kritik maupun masukan yang diberikan bersifat konstruktif demi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan.

Ia mengibaratkan kerja pemerintah seperti sebuah tim sepak bola yang harus kompak dan bekerja keras demi mencapai tujuan.

"Yang penting adalah konstruktif semangatnya. Bagaimana tim sepak bola kan semua harus kompak bekerja sama, bekerja keras satu sama lain. Itu saja belum tentu berakhir dengan kemenangan kalau pertandingan sepak bola. Jangan diartikan macam-macam," katanya.

Baca juga artikel terkait KRITIK PEMERINTAH atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah