Menuju konten utama

Prabowo Sentil Pengkritik RI akan Kolaps: Mana Jiwa Patriotnya?

Prabowo klaim fundamental ekonomi RI makin kuat meski banyak pihak mengkritik dan meramalkan Indonesia akan kolaps.

Prabowo Sentil Pengkritik RI akan Kolaps: Mana Jiwa Patriotnya?
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat meresmikan panen raya tebu di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Sepanjang Januari-Juni 2026, program ketahanan pangan nasional sinergi pemerintah dan TNI telah meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional di antaranya hasil pendampingan TNI AD terhadap 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, pendampingan TNI AL terhadap lahan 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton kedelai, dan TNI AU mendampingi lahan 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menanggapi keras pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan segera runtuh. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Presiden mempertanyakan motif di balik narasi pesimistis tersebut.

"Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps. Ternyata semakin hari semakin kuat. Makin hari semakin kuat. Dunia sedang perang, banyak negara termasuk risau dan panik masalah pangan, kita sudah duluan swasembada pangan," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar peradaban yang tidak bisa ditawar.

Ia menilai pandangan para pengkritik sangat kontras dengan fundamental ekonomi dan politik yang telah dirumuskan para pendiri bangsa.

Terkait kebijakan makan bergizi gratis (MBG), Prabowo merasa heran karena program tersebut justru dituduh sebagai pemborosan oleh para pengkritik.

Padahal, ia menyoroti bahwa kebocoran kekayaan negara akibat praktik penyelundupan dan laporan perdagangan palsu selama puluhan tahun justru luput dari perhatian para pakar.

"Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun selama 34 tahun, tidak ada komentar. Tidak ada pakar yang protes. Tidak ada investigasi. Kita mau beri makan kepada anak-anak kita yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga tidak banyak yang tidak makan, kita dituduh pemborosan," tegasnya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap berpegang pada amanat konstitusi. Ia turut mempertanyakan rasa nasionalisme mereka yang terus meramalkan kehancuran bangsa di tengah berbagai capaian nyata pemerintah.

"Kalau ada pengamat-pengamat atau pakar-pakar yang selalu meramalkan kita akan hancur, saya tanya: di mana jiwa patriotnya?," ujar Prabowo.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana