tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku baru saja mendapatkan laporan dari CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sudah mengelola devisa hasil ekspor senilai lebih dari 10,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dalam kurun waktu 1 bulan 2 minggu. Perlu diketahui, PT DSI resmi beroperasi pada 1 Juli 2026.
"Saya dapat laporan dari saudara Rosan, CEO dari Danantara bahwa baru 1 bulan 2 minggu bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih dari 10,5 miliar dolar AS . Dalam 1 bulan 2 minggu," ungkapnya dalam Rapat Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
Prabowo juga mengaku mendapat laporan bahwa setelah DSI beroperasi, Badan baru tersebut juga mampu menutup selisih harga yang cukup besar antara harga komoditas yang tercatat dijual di Indonesia dan harga yang dijual di pasar internasional. Dia menilai, perbedaan harga yang besar tersebut merupakan indikasi praktik yang tidak dapat dibenarkan
"Ternyata dari angka yang masuk, sebelum ada PT DSI, gap perbedaan harga yang dijual di Indonesia dan harga yang dijual di internasional itu kurang lebih beda minimal 30 persen, mendekati 40-45 persen. Begitu ada PT DSI, sudah hampir menyatu, saya lihat grafiknya," bebernya.
Menurut Prabowo, capaian tersebut menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam memperketat tata kelola devisa dan perdagangan komoditas ekspor. Dalam hal ini, pemerintah mengancam akan mencabut izin ekspor para pengusaha-pengusaha nakal.
"Karena kita tegas, meneruskan praktik ini, ini praktik penipuan, semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh pada hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Prabowo.
Selain capaian DSI, dalam rapat Prabowo juga menyatakan kebanggaannya atas operasional bank emas atau bullion bank yang juga baru seumur jagung. Dari laporan yang ia terima, Prabowo mengklaim bahwa sejak satu tahun didirikan, bullion bank sudah berhasil mengelola emas sebanyak 153 ton dengan nilai 20 miliar dolar AS.
"Jadi, dalam satu tahun bank yang kita dirikan satu tahun yang lalu, sekarang sudah mengelola emas senilai 20 miliar dolar. Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan meningkat," tutup Prabowo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





































