Menuju konten utama

Prabowo Bangga RI Sabet Juara Utama Digitalisasi Pendidikan PBB

Presiden Prabowo umumkan Indonesia raih penghargaan tertinggi PBB dari 122 negara atas suksesnya digitalisasi pendidikan lewat aplikasi Rumah Pendidikan.

Prabowo Bangga RI Sabet Juara Utama Digitalisasi Pendidikan PBB
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memamerkan capaian Indonesia di bidang digitalisasi pendidikan yang baru saja mendapat pengakuan internasional. Dalam Rapat Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia meraih penghargaan tertinggi dalam ajang yang digelar oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Prabowo, Badan tersebut menempatkan Indonesia sebagai yang terbaik dari 122 negara dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.

"Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB. International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita, Indonesia, dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan," katanya.

Pengakuan yang dimaksud merujuk pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang berlangsung pada 9 Juli lalu. Dalam kompetisi itu, Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil meraih posisi juara pertama pada kategori e-government berkat program Rumah Pendidikan – aplikasi yang menyediakan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform.

Melalui aplikasi tersebut, siswa dapat mengakses materi pembelajaran, sementara tenaga pengajar dapat bertukar pikiran dan berbagi gagasan dengan sesama pendidik.

"Rumah Pendidikan portal terintegrasi dengan Interactive Flat Panel yang kita bagikan, telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar," jelas Prabowo.

Prabowo menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa langkah digitalisasi pendidikan yang ditempuh pemerintah mulai mendapat pengakuan dunia. Ia bahkan menyebut Indonesia sedang melakukan lompatan dalam transformasi sektor pendidikan.

"Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat," ujarnya.

Meski begitu, Prabowo mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, perjalanan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional masih panjang.

Oleh karena itu, pemerintah, lanjutnya, akan terus berkomitmen mempercepat digitalisasi pendidikan agar masyarakat di wilayah tertinggal dan terluar dapat mengakses pendidikan dengan kualitas terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan mendistribusikan 700.000 panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau semester I 2027. Penambahan tersebut akan memungkinkan setiap sekolah memiliki tambahan tiga layar interaktif.

"Apa artinya ini? Artinya bahwa anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN INDONESIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fahreza Rizky