tirto.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk bekerja sama mendirikan 10 universitas baru di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).
“Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Prabowo kepada awak media usai pertemuan sebagaimana dikutip Rabu (21/1/2026).
Dalam pengantar forum, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis dalam jumlah besar.
Ia menyebut Indonesia kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan dokter setiap tahun hanya sekitar 9 ribu orang.
“Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” kata Prabowo.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
Prabowo menegaskan universitas-universitas tersebut akan menggunakan standar internasional dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ujarnya.
Menurut Prabowo, mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah.
Para mahasiswa juga akan menjalani pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum perkuliahan dimulai. Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS.
Selain pembangunan universitas, pemerintah juga merencanakan pendirian rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus.
Prabowo menilai langkah tersebut dapat meningkatkan layanan kesehatan nasional sekaligus menekan biaya masyarakat yang selama ini berobat ke luar negeri.
“Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu (membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus), mungkin kita bisa menghemat USD6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini,” ujar Prabowo.
Mantan Menhan RI ini juga menyatakan Indonesia terbuka bagi dosen dan profesor asing, termasuk melalui skema profesor tamu dari universitas mitra. Prabowo menargetkan universitas-universitas baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.
“Dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” katanya.
Dalam forum yang sama, Prabowo kembali menekankan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa.
Purnawirawan TNI ini menyebut abad ke-21 sebagai era ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menilai pendidikan dan layanan kesehatan menjadi instrumen utama untuk mengatasi kemiskinan dan mendorong keadilan sosial.
“Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan layanan kesehatan, dan keduanya saling terkait,” ujarnya.
Mantan Pangkostrad ini juga memaparkan kebijakan pendidikan nasional, termasuk pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Saat ini, pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama.
Selain itu, pemerintah berencana memperluas pengajaran digital jarak jauh ke seluruh wilayah Indonesia agar sekolah-sekolah di daerah terpencil dapat mengakses guru terbaik.
“Jadi semua sekolah di daerah terpencil akan memiliki akses ke guru-guru terbaik di semua mata pelajaran. Ini adalah cara bagi kita untuk melompat maju karena kita sebenarnya jauh tertinggal dalam standar pendidikan kita,” ujar Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































