tirto.id - Hikayat Si Miskin merupakan salah satu kisah rakyat yang menjadi bahan belajar untuk membuat resensi. Cerita Hikayat si Miskin mengandung nilai-nilai moral dan amanat tertentu.
Adapun Hikayat si Miskin juga termasuk bagian dari warisan sastra Indonesia. Hikayat tersebut dapat menjadi bahan belajar siswa tentang budaya lokal dan literatur kerakyatan.
Dengan membuat resensi sinopsis Hikayat si Miskin, siswa dapat mengembangkan keterampilan analitis, kritik, dan pemahaman. Siswa akan terbiasa menganalisis elemen-elemen cerita seperti plot, karakter, nilai-nilai moral, amanat, dan konflik.
Asal-Usul Cerita Hikayat si Miskin
Mengutip dari buku Hikayat Raja Miskin (2007) terbitan Pusat Bahasa, cerita Hikayat si Miskin yang sarat nilai budaya berasal dari Pulau Sumatra. Kisah ini berasal dari daerah Lematang, Muara Enim, Sumatra Selatan.
Hikayat si Miskin merupakan salah satu sastra lintasan Lematang yang pernah dikumpulkan oleh Subandiono dkk. dalam artikel penelitian berjudul "Struktur Sastra Lisan Lematang". Ia menggarap kisah tersebut menjadi cerita anak dengan judul Hikayat Raja Miskin.
Adapun Hikayat si Miskin merupakan cerita rakyat karena dituturkan secara turun-temurun, berasal dan berkembang dari rakyat, serta sudah ada sejak zaman dahulu. Dikutip dari Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3, No. 2 (2023), cerita rakyat merupakan bagian dari folklor atau jenis prosa lama yang berciri kebudayaan tertentu serta khas.
Struktur Hikayat si Miskin secara makro mengangkat tema mengenai penderitaan hidup yang dialami keluarga kurang mampu. Jenis prosa lama ini menggambarkan perjalanan kehidupan yang penuh penderitaan tersebut hingga membuahkan mukjizat dari Allah.
Cerita Hikayat si Miskin singkat mengisahkan perjuangan sepasang suami-istri yang miskin serta terusir dari negeri yang dipimpin Maharaja Indera Dewa. Setelah melalui kehidupan sulit, mereka mulai beruntung karena memiliki anak dan mendapatkan mukjizat emas dari Allah.
Lantas, apa isi dari cerita Hikayat si Miskin? Simak sinopsis Hikayat si Miskin berikut ini.
Ringkasan Hikayat si Miskin
Ringkasan Hikayat si Miskin bermula dari cerita kehidupan di sebuah Kerajaan Antah Berantah yang dipimpin Maharaja Indra Dewa. Pada zaman dahulu kala, hiduplah Raja Keindraan beserta istrinya yang jatuh miskin, melarat, dan terlunta-lunta karena terkena kutukan dari Batara Indra.
Untuk bertahan hidup, suami-istri itu terpaksa mengonsumsi makanan sisa dari tempat sampah di suatu kampung yang kejam setiap hari. Penduduk setempat juga kerap menghina, memukul, dan tidak sudi membiarkannya tinggal di kampung itu.
Perlakukan tersebut membuat si Miskin merasa sangat sedih sehingga tidak berani masuk kampung lagi. Ia masih memiliki perasaan takut dipukuli dan dilempari batu oleh warga.
Suatu hari, sang istri memasuki masa kehamilan. Ketika usia hamil telah menginjak tiga bulan, ia mengidam buah mempelam dan nangka yang tumbuh di suatu halaman istana raja serta lokasinya jauh.
Maharaja Indra Dewa sangat bermurah hati lantaran sudi memberikan buah yang diminta. Rakyat di kerajaan tersebut juga memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, beras, dan perkakas lain.
Setelah beberapa bulan, istri si Miskin melahirkan seorang putra yang sangat elok. Anak itu diberi nama Markamah yang memiliki makna utama sebagai "anak dalam kesukaran".
Bersamaan dengan kelahiran anaknya, mereka mulai mencari tempat yang cocok untuk menetap. Oleh karena itu, sang suami menggali tanah di suatu area demi membangun rumah.
Saat menggali tanah untuk memancangkan tiang atap, si Miskin menemukan segepok emas yang terpendam. Mereka pun memanfaatkan emas tersebut untuk memperbaiki derajat kehidupannya.
Dengan berkat Allah, mereka membangun kerajaan mereka sendiri dengan nama Puspa Sari. Si Miskin pun menjadi raja yang arif dan perkasa dengan nama Maharaja Indra Angkasa, sementara istrinya bernama Ratna Dewi.
Kerajaan itu semakin terkenal, tetapi Maharaja Indra Dewa dari Antah Berantah merasa iri. Pada saat itu, ada kabar bahwa Maharaja Indra Angkasa mencari ahli nujum untuk mengetahui keberuntungan kedua anaknya kelak, yakni Markamah dan tuan putri Nila Kesuma.
Maharaja Indra Dewa memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia mengumpulkan sekaligus menghasut semua ahli nujum supaya mengatakan kepada Indra Angkasa bahwa Markamah dan Nila Kesuma akan mendatangkan malapetaka terhadap kerajaan Puspa Sari.
Semua ahli nujum menyetujui perintah Maharaja Indra Dewa untuk memfitnah kedua anak Maharaja Indra Angkasa. Oleh sebab itu, para ahli nujum segera menyampaikan kabar bohong tersebut.
Setelah mendengar kata-kata dari ahli nujum, Maharaja Indra Angkasa yang merasa murka memutuskan untuk membuang kedua anaknya. Mereka pun pergi tanpa tujuan yang pasti.
Setelah kepergian kedua anaknya, Kerajaan Puspa Sari terbakar dan rakyatnya terpecah belah. Si Miskin dan sang istri baru menyadari bahwa mereka telah menjadi korban fitnah para ahli nujum sehingga menyebabkan kehancuran kerajaannya.
Berdasarkan ringkasan cerita Hikayat si Miskin di atas, berikut ini beberapa nama tokoh yang terlibat.
- Si Miskin (suami): bernama Maharaja Indra Angkasa saat jadi raja.
- Istri si Miskin: bernama Ratna Dewi saat mendampingi tokoh utama.
- Maharaja Indra Dewa: Raja Kerajaan Antah Berantah.
- Maharaja Markamah: anak dari si Miskin.
- Nila Kesuma: anak dari si Miskin.
Nilai Moral dan Amanat dalam Cerita Hikayat si Miskin
Kesimpulan cerita Hikayat si Miskin berkaitan dengan pesan moral yang kuat tentang pentingnya bersikap sabar, tekun, dan rendah hati dalam menghadapi kesulitan hidup. Nilai-nilai moral ini masih relevan hingga zaman sekarang, terutama untuk anak-anak.
Adapun amanat cerita Hikayat si Miskin mengajarkan tentang pentingnya bersyukur dan tidak tamak, menghormati orang tua, serta tolong-menolong terhadap sesama. Pesan moral ini termasuk pedoman hidup pembaca sehingga bisa menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.
Berdasarkan ringkasan Hikayat si Miskin di atas, berikut ini penjelasan mengenai nilai moral dan amanatnya.
Nilai Moral Cerita Hikayat si Miskin
Cerita Hikayat si Miskin mengandung amanat yang bisa menjadi pelajaran hidup, terutama anak-anak. Adapun nilai-nilai moral dalam cerita Hikayat si Miskin meliputi:a. Ketekunan dan Kesabaran
Hikayat si Miskin mengajarkan tentang pentingnya memiliki ketekunan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup. Meskipun awalnya hidup dalam kemiskinan dan mengalami penolakan, si Miskin dan istrinya tetap bersabar dan berusaha keras.b. Kepercayaan Kepada Tuhan
Cerita ini menekankan bahwa nasib seseorang ditentukan oleh Tuhan. Si Miskin dan istrinya mendapatkan mukjizat berupa emas lantaran percaya dan yakin terhadap takdir Tuhan.c. Menghormati Sesama
Saling menghormati menjadi salah satu nilai moral yang menonjol dalam cerita ini. Sikap ini bisa menangkal iri hati dan keinginan untuk mencelakai orang lain, contohnya seperti sikap pemimpin Kerajaan Antah Berantah yang berubah setelah tokoh Miskin menjadi kaya.d. Kejujuran dan Kebajikan
Meskipun dalam keadaan sulit, si Miskin dan istrinya tetap mengutamakan untuk jujur dan berbuat baik kepada sesama. Sikap ini merupakan nilai moral penting yang bisa diteladani.e. Kasih Sayang dan Solidaritas
Pesan tentang kasih sayang dan tolong-menolong terhadap sesama tercermin dalam tindakan terpuji dari rakyat yang rela memberikan makanan dan bantuan kepada si Miskin dan istrinya. Sebab, si Miskin memang tidak seharusnya diperlakukan dengan semena-mena.Amanat dalam Cerita Hikayat si Miskin
Berdasarkan sinopsis Hikayat si Miskin di atas, berikut ini sejumlah amanat yang bisa diperoleh.- Mengajarkan pentingnya kesabaran, ketekunan, dan kerendahan hati dalam menghadapi kesulitan hidup.
- Mengajarkan pentingnya bersyukur dan tidak tamak.
- Mengajarkan pentingnya menghormati orang tua dan saling tolong-menolong terhadap sesama.
- Mengajarkan pentingnya percaya pada Tuhan dan tidak mempercayai ramalan yang belum tentu kebenarannya.
- Mengajarkan pentingnya bersikap jujur dan berlaku baik walaupun dalam keadaan sulit.
- Mengajarkan pentingnya saling menyayangi antar saudara.
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id






































