Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google
tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan kesiapsiagaan Kementerian PU selama penanganan tanggap darurat dan pemulihan infrastruktur bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengatakan ketika akses jalan terputus, layanan air berhenti, sekolah tidak dapat digunakan, maupun masyarakat kehilangan tempat tinggal, negara harus hadir dan bekerja untuk memulihkan kondisi masyarakat.
“Kementerian PU (selama ini) telah hadir, membuka kembali jalan untuk pulang, memulihkan air untuk kehidupan, menyiapkan hunian, membuat sekolah dapat digunakan kembali, dan membantu masyarakat menata hidupnya lagi,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8/2026) dilansir dari Antara.
Upaya pemulihan infrastruktur pascagempa bumi magnitudo 7,7 di NTT terus dipercepat. Dody telah turun langsung ke Kabupaten Nagekeo untuk melihat kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan penanganan infrastruktur berjalan cepat.
Ia menemui masyarakat yang berada di lokasi pengungsian serta meninjau sejumlah bangunan yang terdampak gempa.
Selain peninjauan lapangan, Dody juga melakukan koordinasi bersama Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas. Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pendataan kerusakan akibat gempa dan penanganan infrastruktur terdampak.
Sementara itu, Kodam IX/Udayana bersama pemangku kepentingan lainnya tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemulihan listrik, jaringan komunikasi, ketersediaan BBM, hingga akses jalan dan jembatan terdampak gempa NTT.
Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, mengatakan penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh.
Setelah kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi, lanjutnya, pemulihan berbagai fasilitas penunjang kehidupan juga harus segera dilakukan.
“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia sudah kami dorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran TNI juga terus kami siagakan untuk membantu masyarakat, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup berat,” ujar Piek dilansir dari Antara.
Menurutnya, Mbay dan Maumere menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian serius karena mengalami dampak gempa cukup berat.
Personel TNI dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan di lapangan.
Selain evakuasi dan distribusi logistik, kata dia, koordinasi diarahkan untuk memastikan jaringan listrik dan komunikasi dapat segera dipulihkan. Kedua layanan tersebut dinilai penting karena menjadi penopang komunikasi masyarakat sekaligus mendukung koordinasi penanganan darurat.
Piek menjelaskan ketersediaan BBM juga menjadi bagian dari perhatian dalam rapat koordinasi. Pasokan energi dibutuhkan untuk mendukung operasional kendaraan, distribusi bantuan, pelayanan masyarakat hingga proses pemulihan di wilayah terdampak.
Di sektor infrastruktur, kondisi jalan dan jembatan turut menjadi prioritas.
Akses transportasi yang terganggu dapat menghambat distribusi bantuan menuju masyarakat, kata dia, sehingga pemulihannya perlu dilakukan secepat mungkin.
Untuk mendukung penanganan, posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere turut diaktifkan. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI NTT atau tulisan lainnya
tirto.id - Flash News
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































