tirto.id - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan dukungan Indonesia terhadap peran PBB di Palestina melalui salah satu organnya yaitu United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).
Dirinya menambahkan bahwa dukungan tersebut diberikan karena kondisi UNRWA yang kini memprihatinkan terutama akibat tekanan politik, kekurangan pendanaan, serta upaya untuk mendelegitimasi mandatnya.
Oleh karenanya, Sugiono berjanji pemerintah akan mengumpulkan dana untuk UNRWA baik dari APBN maupun dana zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
"Pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi merupakan penopang operasional UNRWA. Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi kepada UNRWA, baik melalui pemerintah maupun melalui saluran inovatif lainnya – termasuk Badan Amil Zakat Nasional," kata kata Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Menteri mengenai UNRWA (25/9/2025) yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-80, New York, Amerika Serikat.
Sugiono mengungkapkan bahwa peran UNRWA sangat vital dan tak tergantikan bagi jutaan pengungsi Palestina. Oleh karenanya dukungan terhadap UNRWA bukanlah pilihan, namun menjadi keharusan.
“Dukungan politik terhadap UNRWA bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan,” jelas Sugiono.
Dirinya mengharapkan dengan gagasan Inisiatif UN-80 yang digagas oleh Sekjen PBB, yang memiliki fokus pada evaluasi kinerja PBB, efisiensi dan penyederhanaan serta perbaikan lembaga dunia tersebut tidak menghapus peran serta UNRWA dalam upaya damai dan penegakkan hak para pengungsi di Palestina.
"Penting untuk memastikan bahwa proses ini tidak mengurangi atau mengubah mandat UNRWA, terutama perannya dalam menegakkan hak-hak pengungsi Palestina," kata dia.
Melalui forum tersebut, Sugiono menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memberikan dukungan finansial bagi UNRWA termasuk melalui mekanisme positif. Dia menyadari dampak UNRWA tidak` hanya bermanfaat bagi warga Palestina namun juga dunia.
"Saya disini untuk menegaskan kembali dukungan Indonesia yang tak tergoyahkan terhadap UNRWA karena tugasnya tidak hanya terlihat secara luas bagi jutaan warga Palestina, namun juga tidak dapat dipisahkan dari multilateralisme, seperti yang diungkapkan oleh Co-Chair Ayman Safadi (Menteri Luar Negeri Yordania)," kata Sugiono.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























