Menuju konten utama

Respons Nasir Djamil soal Bendera Putih Berkibar di Aceh

Nasir memandang langkah warga Aceh tersebut merupakan bentuk keputusasaan sekaligus harapan agar pemerintah pusat lebih cepat dalam menangani bencana.

Respons Nasir Djamil soal Bendera Putih Berkibar di Aceh
Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/9/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir Djamil, menanggapi aksi masyarakat Aceh yang beramai-ramai mengibarkan bendera putih di tiap titik jalan selama pascabencana banjir dan tanah longsor.

Nasir menilai langkah warga Aceh tersebut merupakan bentuk keputusasaan sekaligus harapan agar pemerintah pusat lebih cepat dalam menangani bencana.

“Kain putih itu simbol kemanusiaan dan penolakan terhadap lambannya pemerintah pusat membantu warga yang terdampak bencana. Warga juga berharap (pemerintah) pusat tidak menghalangi bantuan kemanusiaan dari kelompok masyarakat di luar negeri yang akan disumbangkan ke warga terdampak,” kata Nasir saat dihubungi, Selasa (16/12/2025).

Apalagi, hingga saat ini, kata Nasir, banyak kawasan permukiman belum tersentuh pembersihan secara menyeluruh. Sementara, warga dipaksa bergotong royong membersihkan rumah mereka tanpa dukungan alat berat dan logistik yang memadai.

“Sebab mereka saat ini sudah sangat menderita karena rumah tempat tinggal dan kawasan permukiman mereka masih belum tanda-tanda ada pembersihan,” kata Nasir.

“Mereka selama ini membersihkan rumah-rumahnya dengan menggunakan peralatan seadanya sehingga upaya membersihkan lumpur yang ditinggal oleh air banjir menjadi sangat lambat penanganannya,” tambahnya.

Dengan demikian, Nasir memandang langkah tersebut merupakan tanda ketidaksanggupan masyarakat dalam menangani dampak bencana yang terjadi secara masif.

Oleh karena itu, Nasir memandang langkah masyarakat Aceh tersebut sebagai pesan terbuka untuk pemerintah pusat agar segera menetapkan status bencana nasional, sehingga penanganan dan mobilisasi bantuan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

“Masifnya kain putih yang ditancapkan di jalanan dan disangkutkan di jembatan adalah bentuk ketidaksanggupan warga untuk menanggulangi dampak bencana. Namun di sisi lain itu adalah pesan kepada Pusat agar segera memberikan status sebagai bencana nasional,” ucapnya.

Sebelumnya, warga Aceh ramai-ramai kibarkan bendera putih di sejumlah titik. Bendera putih ini disebut sebagai simbol bahwa mereka menyerah tangani dampak banjir bandang dan tanah longsor.

Salah satu wilayah yang warganya mengibarkan bendera putih yakni di Ulee Glee, Bandar Dua, Pidie Jaya. Mereka mengibarkan bendera di pinggir jalan dan tepi jembatan.

Selain itu, warga di Aceh Timur juga mengibarkan bendera di jalan nasional antara Banda Aceh dan Medan. Bendera ini berderet hingga Aceh Tamiang.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama