tirto.id - Setelah libur panjang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat tajam pada Rabu pagi, melonjak 103,34 poin atau 1,51 persen ke level 6.936,14. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap pembukaan kembali perdagangan.
Indeks LQ45, yang berisi saham-saham unggulan, turut terapresiasi sebesar 14,26 poin atau 1,86 persen ke posisi 779,63. Pergerakan positif ini menunjukkan respons yang menggembirakan dari investor terhadap sejumlah sentimen eksternal maupun domestik, termasuk data ekonomi terkini dan stabilitas global yang relatif terjaga.
Seiring dengan penguatan IHSG, sejumlah perusahaan sekuritas merilis rekomendasi saham harian, baik untuk strategi investasi jangka menengah hingga panjang maupun untuk kebutuhan trading harian.
Rekomendasi tersebut mencakup saham-saham dengan prospek teknikal maupun fundamental yang solid, menyusul momentum pemulihan pasar pasca-libur. Meski demikian, pelaku pasar tetap diimbau untuk mewaspadai potensi volatilitas lanjutan serta perkembangan global yang dapat memengaruhi arah indeks dalam beberapa hari ke depan.
Rekomendasi Saham 15 Mei 2025 untuk Investasi
Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) mengeluarkan analisis teknikal untuk perdagangan pada 15 Mei. SMRA (Summarecon Agung TBK) direkomendasuikan untuk Buy. Hal ini karena Primary trend masih berada dalam Downtrend sejak Oktober 2024 dan Secondary trend cenderung Sideways sejak bulan Februari 2025.
Harga saham cenderung melanjutkan Minor Downtrend dan bertahan di atas EMA 60. Indikator RSI menunjukkan peningkatan momentum sejak satu bulan terakhir dan indikator MACH masih fluktuatif di area Overbought.
Sementara saham yang direkomendasikan untuk Sell adalah GJTL (Gajah Tunggal Tbk). Hal ini karena Primary trend dan Secondary trend cenderung bergerak downtrend sejak bulan November 2024 dan bulan Maret 2025.
Harga berhasil Breakdown EMA 60 dan berpeluang bergerak menuju Support terdekat selama beberapa hari ke depan. Indikator RSI juga menunjukkan pelemahan momentum sejak beberapa hari terakhir. Sementara indikator MACD bergerak melandai di area Overbought.
Mandiri Sekuritas, melalui platform MOST, juga merilis “Trading Idea” pada 14 Mei 2025 yang memuat analisis teknikal untuk perdagangan tanggal 15 Mei. Meskipun detail lengkap tidak tersedia dalam ringkasan publik, investor dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui laman resmi MOST.
Di luar itu, saham-saham unggulan seperti BBCA, TLKM, BMRI, dan BRIS menjadi sorotan, masing-masing dengan target harga Rp9.250, Rp2.830, Rp5.450, dan Rp3.190. Keempat saham ini dinilai sebagai motor penggerak indeks, terutama di tengah arus dana asing yang masih mengalir masuk.
Investor juga disarankan mencermati saham lain seperti JSMR, ANTM, dan PTBA yang menunjukkan prospek positif dalam jangka menengah. Sementara itu, bagi investor yang berorientasi pada pendapatan pasif, beberapa emiten akan masuk cum date pada 14–15 Mei 2025. Misalnya, SIDO akan membagikan dividen Rp21 per saham, sementara ULTJ menetapkan dividen sebesar Rp45 per saham.
Mengetahui jadwal cum date ini menjadi penting bagi investor yang ingin memaksimalkan pendapatan dari dividen. Secara keseluruhan, perpaduan antara analisis teknikal MOST dan data pasar terbaru menjadi acuan berharga dalam pengambilan keputusan investasi.
Rekomendasi Saham untuk Trading Harian Hari Ini
Berikut adalah daftar saham pilihan untuk trading harian per Kamis, 15 Mei 2025, yang disusun berdasarkan analisis teknikal dan fundamental dari berbagai sumber tepercaya. Sektor perbankan, energi, konsumer, dan infrastruktur masih mendominasi.
1. BMRI (Bank Mandiri)
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Target Harga: Rp6.575–Rp6.775
- Stop Loss: Di bawah Rp5.975
2. TLKM (Telkom Indonesia)
- Rekomendasi: Buy
- Target Harga: Rp4.010–Rp4.110
- Stop Loss: Di bawah Rp3.850
3. ADMR (Adaro Minerals Indonesia)
- Rekomendasi: Buy jika menembus Rp1.410
- Target Harga: Rp1.450–Rp1.490
- Stop Loss: Di bawah Rp1.350
4. BRIS (Bank Syariah Indonesia)
- Rekomendasi: Speculative Buy
- Target Harga: Rp1.670–Rp1.700
- Stop Loss: Di bawah Rp1.570
5. CPIN (Charoen Pokphand Indonesia)
- Rekomendasi: Buy
- Target Harga: Rp4.990–Rp5.200
- Stop Loss: Di bawah Rp4.660
6. JSMR (Jasa Marga)
- Rekomendasi: Buy on Weakness
- Target Harga: Rp4.720–Rp4.930
- Stop Loss: Di bawah Rp4.300
7. TAPG (Triputra Agro Persada)
- Rekomendasi: Buy
- Target Harga: Rp825–Rp910
- Stop Loss: Di bawah Rp700
8. DSNG (Dharma Satya Nusantara)
- Rekomendasi: Buy on Breakout
- Target Harga: Rp1.075–Rp1.245
- Stop Loss: Di bawah Rp880
9. PTRO (Petrosea)
- Rekomendasi: Speculative Buy
- Target Harga: Rp2.900–Rp3.000
- Stop Loss: Di bawah Rp2.700
10. PSAB (J Resources Asia Pacific)
- Rekomendasi: Speculative Buy
- Target Harga: Rp250–Rp254
- Stop Loss: Di bawah Rp240
Cara Mengatur Stop Loss dan Take Profit dalam Trading
Dalam dunia trading, dua strategi utama yang wajib dipahami adalah Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP). Keduanya berfungsi sebagai alat kontrol risiko dan pengaman keuntungan. Namun, penerapan strategi ini memerlukan disiplin dan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar.
1. Pahami Fungsi SL dan TP Sejak Awal
SL digunakan untuk membatasi kerugian, sementara TP ditetapkan untuk mengunci keuntungan. Keduanya sebaiknya ditentukan sebelum posisi dibuka.2. Gunakan Risk/Reward Ratio yang Sehat
Misalnya, rasio 1:2 berarti trader siap merugi Rp100.000 untuk potensi untung Rp200.000. Strategi ini menjaga keseimbangan risiko dan imbal hasil.3. Tentukan Berdasarkan Support dan Resistance
Penempatan SL di bawah support dan TP di bawah resistance membantu menghindari keputusan emosional serta didasarkan pada analisis teknikal.4. Gunakan Time Frame yang Lebih Besar
Melihat tren harga dalam skala harian atau mingguan memberikan gambaran arah pasar yang lebih stabil dan relevan untuk menetapkan level SL/TP.5. Gunakan Teknik Trailing Stop
Trailing stop mengikuti tren keuntungan. Ketika harga naik, SL ikut naik, menjaga profit tetap terkunci saat pasar berbalik arah.6. Hitung Berdasarkan Volatilitas Pasar
Menggunakan indikator seperti ATR membantu menyesuaikan SL dan TP dengan kondisi pasar, agar tidak terlalu sempit di tengah fluktuasi tinggi.7.Contoh Praktis Penempatan SL dan TP
Jika saham dibeli di Rp1.000, SL bisa ditempatkan di Rp950 dan TP di Rp1.100. Ini menciptakan skenario risiko 5% dan potensi untung 10%.8. Disiplin dan Konsisten
Kunci keberhasilan strategi SL dan TP adalah konsistensi. Banyak kerugian justru terjadi karena pelanggaran terhadap batas yang telah ditentukan sendiri.Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id
































