Menuju konten utama

Realisasi Investasi Tembus Rp950 Triliun di Semester I-2025

Rosan mengungkap bahwa 30 persen dari total nilai investasi tersebut merupakan investasi dari sektor hilirisasi.

Realisasi Investasi Tembus Rp950 Triliun di Semester I-2025
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani usai acara Town Hall Danantara di JCC, Jakarta, Senin (28/4/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, melaporkan hingga semester I-2025 total investasi yang masuk ke dalam negeri mencapai Rp950 triliun.

“Saya baru mendapatkan laporannya beberapa hari yang lalu, itu kurang lebih dari investasi yang masuk di kuartal II-2025 atau dalam satu semester itu kurang lebih kontribusinya Rp950 triliun,” katanya dalam seremoni Penyerahan Dokumen Pra-studi Kelayakan Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional di Kementerian ESDM, Selasa (22/7/2025).

Dia mengungkapkan bahwa 30 persen dari total nilai investasi tersebut merupakan investasi dari sektor hilirisasi. Menurutnya, investasi dari sisi hilirisasi mengalami peningkatan dalam beberapa tahun ke belakang.

“Dalam satu semester itu kurang lebih kontribusinya dari Rp950 triliun lebih itu mencapai 30 persennya berasal dari hilirisasi. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bahlil yang telah memulai hilirisasi ini pada saat di Kementerian Investasi,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini baru mendapatkan mandat dari Ketua Satgas Hilirisasi yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk menindaklanjuti hasil pra-studi 18 proyek hilirisasi prioritas senilai 38,63 miliar dolar AS atau setara Rp613,1 triliun.

Penyerahan 18 proyek hilirisasi ini ke Danantara untuk ditindaklanjuti dari segi pembiayaan. Harapannya, Danantara dapat menyempurnakan hasil dari pra-studi ini sehingga dapat direalisasikan ke depan.

“Dengan sudah diberikan kepada kami pra-studi ini tentunya kami akan segera menindaklanjuti untuk memastikan kesinambungannya,” kata Rosan.

Sebanyak 18 proyek hilirisasi ini terdiri dari delapan proyek hilirisasi minerba dengan nilai 20,1 miliar dolar AS atau setara Rp321,8 triliun dan tiga proyek hilirisasi pertanian 444,3 juta dolar AS atau setara Rp7,11 triliun.

Lalu, tiga proyek hilirisasi kelautan dan perikanan 1,08 miliar dolar AS atau 17,22 triliun, dua proyek transisi energi senilai 2,5 miliar dolar AS atau Rp40 triliun, dan dua proyek ketahanan energi 14,5 miliar atau Rp232 triliun.

“Proyek ini akan menghasilkan lapangan pekerjaan lebih dari 270 ribu orang, karena salah satu tugas utama kita adalah bagaimana dalam setiap investasi itu akan menghasilkan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait REALISASI INVESTASI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra