tirto.id - Ray-Ban Meta Gen 2 menjadi salah satu smart glasses atau kacamata pintar yang bisa dijadikan pilihan untuk menunjang berbagai aktivitas dengan dukungan AI. Kacamata ini pun hadir dalam beberapa varian, mulai dari Ray Ban Meta Wayfarer, Skyler, hingga Headliner.
Ray-Ban Meta sendiri adalah kacamata pintar hasil kolaborasi antara brand kacamata ternama, Ray-Ban, dengan Meta. Kacamata rancangan Ray-Ban yang berpadu dengan teknologi Meta AI menghasilkan smart glasses yang menawarkan banyak fitur pintar.
Lebih dari sekadar kacamata biasa, Ray-Ban Meta Gen 2 memungkinkan pengguna mengambil foto dan video secara hands-free melalui kamera yang terpasang pada frame, mendengarkan audio melalui speaker open-ear, serta berinteraksi dengan Meta AI menggunakan perintah suara.
Sebelum kehadiran Ray-Ban Meta Gen 2, Ray-Ban dan Meta pernah merilis Ray-Ban Stories pada 2021 sebagai generasi pertama smart glasses mereka. Pada 2023, kedua perusahaan ini mulai memperkenalkan Ray-Ban Meta yang membawa beberapa peningkatan dari pendahulunya.
Sekitar dua tahun kemudian, lahirlah Ray Ban Meta Gen 2 yang hadir sebagai generasi terbaru yang membawa performa dan fitur lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Mengenal Varian Ray-Ban Meta Gen 2: Wayfarer, Skyler, dan Headliner

Ray-Ban Meta Gen 2 memungkinkan pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas tanpa harus mengeluarkan smartphone, mulai dari mengabadikan momen hingga mendapatkan informasi atau bantuan dari AI.
Ray-Ban Meta Gen 2 tersedia dalam beberapa model, termasuk Ray Ban Meta Wayfarer, Skyler, dan Headliner. Ketiga kacamata AI ini sama-sama dibekali kamera 12 MP dengan kemampuan foto hingga 3024 x 4032 piksel dan video hingga 2203 x 2938 piksel pada 30 fps.
Perangkat ini juga dibekali dua speaker open-ear, lima mikrofon, penyimpanan 32 GB, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3, kontrol sentuh dan suara, serta Meta AI. Ketiganya pun sama-sama memiliki daya tahan baterai hingga sekitar 8 jam dalam kondisi penggunaan moderat.
Ray Ban Meta Sklyer, Wayfarer, dan Headliner memiliki spesifikasi serupa karena menggunakan platform teknologi yang sama. Perbedaan ketiganya terletak pada bentuk frame, ukuran, serta karakter desain.
Ray-Ban Meta Gen 2 Wayfarer
Ray Ban Meta Wayfarer identik dengan bentuk frame persegi yang tegas dan klasik. Menggunakan frame injected, kacamata ini tersedia dalam ukuran lensa standar 50-22 (lebar lensa 50 mm dan lebar bridge 22 mm), tinggi 40 mm, sementara temple length atau panjang gagang kacamata 150 mm.Ada pula tipe large fit dengan ukuran lensa 53-22, tinggi lensa 44 mm, serta panjang gagang 155 mm. Dengan demikian, kacamata AI ini bisa dipilih sesuai dengan ukuran wajah.
Wayfarer juga tersedia dengan beragam pilihan warna dan jenis lensa, salah satunya Clear/Grey Transitions, yaitu lensa fotokromik yang dapat berubah tingkat kegelapannya sesuai paparan cahaya.
Ray-Ban juga menyediakan Wayfarer Gen 2 dalam pilihan lensa lain, termasuk G-15 Green, Graphite Polarized, serta beberapa varian Transitions dengan warna berbeda. Untuk frame, tersedia warna Matte Black, Shiny Black, hingga Shiny Cosmic Blue.

Ray-Ban Meta Gen 2 Skyler
Ray Ban Meta Skyler memiliki bentuk frame cat-eye yang memberikan tampilan lebih dinamis dibanding Wayfarer. Model ini juga menggunakan material injected dan hadir dengan warna frame beragam, termasuk warna Shiny Black, Shiny Peach, dan Shiny Mystic Violet.Lensanya tersedia dalam ukuran 52-20 mm, tinggi lensa sekitar 42 mm, dan panjang gagang 150 mm. Pilihan warna lensanya mencakup dari G-15 Green, Polarized Gradient Graphite, hingga Transition, baik Clear/Graphite Green, Clear/Amethyst, maupun Clear/Brown.
Ray-Ban Meta Gen 2 Headliner
Ray Ban Meta Headliner mengusung frame berbentuk Phantos dengan karakter desain yang lebih rounded atau cenderung membulat. Kacamata ini hadir dalam konfigurasi low bridge fit dan high bridgefit.Low bridge fit memiliki ukuran lensa 51-23 mm, tinggi 44 mm, dengan panjang gagang 150 mm, sementara high bridge fit memiliki ukuran lensa 50-23 mm, tinggi 43 mm, dan panjang gagang yang sama, yakni 150 mm.
Seperti dua model lainnya, Headliner juga tersedia dalam beberapa pilihan warna lensa, termasuk clear, G-15 Green yang solid, Polarized Gradient Graphite, serta lensa Transitions seperti Clear/Sapphire, Clear/Emerald, dan Clear/Grey.
Sementara untuk warna frame yang tersedia antara lain Shiny Black, Matte Black, Shiny Asteroid Grey, dan Matte Peach yang tampak lebih cerah.
Memilih Ray-Ban Meta Gen 2 Sesuai Bentuk dan Fit Wajah

Layaknya memiliki kacamata biasa, Ray-Ban Meta Gen 2 juga sebaiknya dipilih dengan menyesuaikan bentuk frame dan wajah pengguna. Pasalnya, ketiga model memiliki karakter visual dan opsi fitting yang berbeda-beda.
Perbedaan tersebut tak hanya berpengaruh pada tampilan yang dihasilkan, tapi juga akan memengaruhi kenyamanan saat digunakan sehari-hari.
Ray-Ban Meta Wayfarer untuk Wajah Lebar dan Tampilan Klasik
Ray Ban Meta Wayfarer bisa dijadikan pilihan bagi mereka yang menyukai tampilan klasik. Dengan frame kotaknya, kacamata berbasis kecerdasan buatan ini memiliki model yang fleksibel dan cenderung cocok untuk banyak struktur wajah.Tak hanya itu, Wayfarer juga tersedia dalam dua ukuran, yaitu Standard dan Large. Pilihan dua ukuran ini membuat Wayfarer lebih mudah disesuaikan, termasuk bagi pengguna dengan wajah yang lebih lebar.
Model ini juga tersedia dalam pilihan warna netral seperti hitam, biru, dan abu-abu transparan. Mengingat bentuknya yang cenderung versatile, Wayfarer juga mudah dipadukan dengan berbagai gaya atau penampilan sehari-hari.
Ray-Ban Meta Skyler untuk Wajah Lebih Kecil dan Pipi Tinggi
Model Skyler memiliki karakter yang lebih ramping dan feminin dibandingkan Wayfarer. Skyler dengan bentuk cat-eye mampu menciptakan tampilan yang lebih stylish dan sophisticated.Bentuk cat-eye cocok di hampir semua bentuk wajah, terutama oval, wajah bulat, hingga bentuk hati. Dilansir dari situs Coleman Opticians, Skyler juga memiliki dimensi yang ringkas sehingga sangat cocok bagi pemilik wajah kecil atau yang merasa frame Wayfarer terlihat terlalu besar.
Ray-Ban Meta Skyler juga sesuai bagi pengguna yang ingin menjadikan kacamata sebagai bagian dari statement fashion. Siluet cat-eye memberikan aksen pada bagian atas wajah, membuat fitur wajah terlihat lebih tegas dan terdefinisi.
Pilihan warnanya juga lebih ekspresif sehingga bisa dijadikan pilihan jika menginginkan smart glasses yang tak hanya canggih, tapi juga bisa tampil lebih fashionable.
Ray-Ban Meta Headliner untuk Gaya Minimalis dan Unisex
Ray-Ban Meta Gen 2 Headliner memiliki karakter old-school yang mengusung bentuk membulat dengan nuansa retro. Bentuk lensanya yang rounded membuat Headliner memberikan kesan berbeda, tapi juga tidak terlihat terlalu mencolok, cocok bagi mereka yang menyukai kacamata dengan sentuhan vintage.Kacamata yang membulat cocok untuk bentuk wajah yang cenderung kotak dan bentuk hati. Salah satu keunggulan Headliner dari sisi fitting adalah tersedianya pilihan high bridge dan low bridge. Posisi bridge sendiri menentukan bagaimana frame bertumpu pada hidung.
Pengguna yang merasa kacamata standar mudah melorot atau posisi bridge kurang pas dapat mempertimbangkan pilihan tersebut untuk mendapatkan fit yang lebih sesuai.
Lensa Transition pada Ray-Ban Meta Gen 2

Ray-Ban Meta Gen 2 tersedia dengan beberapa pilihan lensa, mulai dari lensa bening (clear) hingga Transitions. Lensa Ray Ban Meta Transition cukup menarik perhatian karena bisa berubah sesuai kondisi cahaya, bahkan tersedia dalam banyak pilihan warna.
Lensa Transitions pada Ray-Ban Meta Gen 2 merupakan lensa fotokromik yang bisa berubah-ubah dari kondisi yang bening atau clear menjadi lebih gelap secara otomatis ketika terkena paparan sinar matahari.
Pada Ray-Ban Meta Gen 2, pilihan Transitions tersedia dalam berbagai warna, contohnya Clear/Sapphire, Clear/Graphite Green, atau Clear/Grey yang terdapat pada Ray Ban Meta Wayfarer.
Misalnya, pada varian Transitions Clear/Sapphire, lensa akan terlihat bening atau clear dalam kondisi indoor, kemudian berubah menjadi lebih gelap dengan rona kebiruan ketika terpapar sinar matahari.
Kelebihan Lensa Transition
Keunggulan utama lensa Transitions adalah kacamata jadi lebih praktis untuk aktivitas yang melibatkan perpindahan antara ruang indoor dan outdoor. Ketika berada di dalam ruangan, lensa dapat tetap terlihat jernih sehingga tidak terasa seperti menggunakan kacamata hitam.Namun, ketika harus berpindah tempat ke area terbuka dan terpapar cahaya matahari, lensa akan menjadi lebih gelap untuk membantu mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke mata.
Jadi, pengguna tidak perlu membawa atau mengganti kacamata lain ketika berpindah lokasi. Penglihatan tetap jelas di mana pun pengguna berada, serta tidak perlu takut silau ketika harus beraktivitas di bawah terik matahari.
Dengan kelebihan tersebut, Ray-Ban Meta Gen 2 dengan lensa Transition bisa digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari jalan-jalan hingga menghadiri acara outdoor yang kemudian berlanjut sampai malam.
Kekurangan Lensa Transition
Meski praktis, lensa Transitions mungkin bukan pilihan terbaik untuk semua orang. Pertama, harganya lebih mahal dibandingkan lensa standar. Ray-Ban Meta Gen 2 dibanderol mulai $379 untuk model dasarnya, sedangkan lensa Transition bisa mencapai $459.Dengan selisih $80, pengguna perlu mempertimbangkan kembali apakah lensa Transition memang dibutuhkan dan benar-benar sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Selain itu, tingkat kegelapan lensa Transitions bergantung pada kondisi cahaya sehingga karakter penggunaannya berbeda dari kacamata hitam dengan lensa gelap permanen.
Namun, kacamata dengan lensa Transition tetap direkomendasikan bagi mereka yang sering melakukan kegiatan outdoor-indoor bergantian atau memiliki aktivitas panjang di luar ruangan, dari pagi/siang hingga malam.
Berapa Harga Ray-Ban Meta Gen 2?

Harga Ray-Ban Meta Gen 2 berbeda-beda tergantung negara, model frame, serta jenis lensa yang dipilih. Di pasar global, harga resminya dimulai dari US$379 untuk varian dasar. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan Ray-Ban Meta generasi pertama yang sebelumnya dimulai dari US$299.
Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar harga Ray Ban Meta Wayfarer, Skyler, dan Headliner di pasar global dan berdasarkan jenis lensa dikutip langsung dari situs Meta:
- Lensa Standar: $379 (sekitar Rp6,7 jutaan)
- Lensa Gradient Graphite: $409 (sekitar Rp7,3 jutaan)
- Lensa Transition: $459 (sekitar Rp8,2 jutaan)
Berdasarkan pantauan aggregator marketplace BigGo Indonesia, beberapa Ray-Ban Meta Gen 2 yang ditawarkan penjual berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp25 jutaan, tergantung model dan konfigurasi. Harga ini hanya bersifat estimasi dan bisa berbeda-beda tergantung penjual dan wilayah.
Demikian panduan dalam memilih antara Ray-Ban Meta Gen 2 Wayfarer, Skyler, dan Headliner. Pemilihan smart glasses ini bisa dimulai dengan menyesuaikan model frame, bentuk wajah, dan gaya yang diinginkan.
Ray Ban Meta Wayfarer cocok bagi pencinta desain klasik dengan frame kotak dan tampilan yang tegas, Skyler lebih sesuai jika menginginkan bentuk cat-eye yang stylish dan terlihat lebih ramping, sedangkan Headliner dapat dipilih untuk tampilan yang lebih rounded dengan sentuhan retro.
Selain bentuk frame, pertimbangkan pula ukuran, fit wajah, pilihan lensa, dan tentu saja anggaran agar Ray-Ban Meta Gen 2 yang dipilih tidak hanya terlihat menarik, tapi juga nyaman digunakan setiap hari.
Butuh informasi seputar gadget untuk mendukung kebutuhan sehari-hari? Temukan rekomendasi produk pilihan hingga tips-tips bermanfaat melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































