tirto.id - Terdapat beberapa tips memilih kacamata anak agar si kecil mau menggunakannya secara rutin. Dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan, kacamata anak kecil tidak hanya membantu penglihatan, tapi juga mendukung aktivitas mereka dengan lebih optimal.
Anak-anak dengan miopia dan mengenakan kacamata minus sudah menjadi pemandangan yang umum, terutama di zaman sekarang yang serba digital. Menurut riset, prevalensi miopia pada anak dan remaja global memang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Contohnya pada jurnal Global Prevalence, Trend and Projection of Myopia in Children and Adolescents from 1990 to 2050, prevalensi miopia pada anak dan remaja meningkat dari 24% pada tahun 1990-2000, menjadi sekitar 30% pada tahun 2011-2019, dan sekitar 36% pada periode 2020-2023.
Studi juga menunjukkan bahwa rata-rata satu dari tiga anak di seluruh dunia mengalami rabun jauh, dengan proyeksi yang diperkirakan akan terus melonjak hingga mencapai hampir 40% pada tahun 2050.
Peningkatan ini terjadi akibat perubahan gaya hidup yang lebih akrab dengan screen time, terutama sejak pandemi tahun 2020. Banyak anak yang menghabiskan waktu menggunakan gawai, baik untuk belajar maupun tujuan hiburan, dalam durasi cukup lama.
Hal ini juga menyebabkan aktivitas luar ruangan berkurang sehingga anak-anak jarang terpapar cahaya alami matahari yang bagus untuk kesehatan mata. Oleh karena itu, kacamata minus maupun kacamata antiradiasi menjadi barang yang diperlukan oleh anak-anak saat ini.
Memilih Kacamata untuk Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Kacamata minus dibutuhkan oleh anak-anak yang mengalami miopia atau rabun jauh, sementara kacamata antiradiasi berfungsi untuk membantu mengurangi paparan cahaya biru dari layar digital seperti HP maupun komputer.
Namun, memilih kacamata untuk anak-anak tidak bisa hanya berdasarkan kebutuhan lensa karena ada banyak hal yang juga patut diperhatikan. Berikut beberapa tips memilih kacamata anak:
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan
Jenis lensa kacamata anak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penglihatannya berdasarkan hasil pemeriksaan mata. Jika anak memiliki gangguan refraksi seperti rabun jauh, lensa minus diperlukan agar penglihatan tetap jelas.Sementara itu, bagi anak yang sering terpapar layar gadget, tablet, atau komputer, lensa dengan perlindungan blue light atau antiradiasi bisa membantu mengurangi ketegangan mata akibat cahaya biru.
Dalam beberapa kasus, kedua fungsi ini dapat dikombinasikan dalam satu lensa sehingga anak tetap mendapatkan koreksi penglihatan sekaligus perlindungan tambahan sesuai aktivitas sehari-harinya.
Namun, penggunaannya sebaiknya tetap disesuaikan dengan rekomendasi dokter atau optometrist. Perlu diingat juga bahwa kacamata antiradiasi tidak menggantikan kebiasaan sehat, jadi tetap perlu membatasi screen time, memberi jeda istirahat mata, dan perbanyak aktivitas di luar ruangan.
2. Pilih Ukuran Frame yang Tepat
Kacamata yang pas menempel dengan baik di wajah anak akan membuat lensa bekerja secara efektif dan tidak mudah melorot. Kabar baiknya, frame kacamata sudah tersedia untuk anak dari berbagai usia.Menemukan ukuran frame yang sesuai umumnya tidak sulit, tapi frame kacamata anak sebaiknya disesuaikan dengan ketebalan lensa. Sebaiknya hindari frame yang terlalu tebal karena bisa mengurangi kenyamanan dan tampilan kacamata saat dipakai.
3. Tentukan Material Frame yang Tepat
Frame kacamata anak umumnya terbuat dari plastik atau metal. Kedua material kini sama‑sama ringan dan tahan lama, tapi jika anak memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap logam seperti nikel, pilihlah frame dengan bahan hipoalergenik.Oleh karena itu, konsultasikan dengan optician soal kelebihan dan kekurangan masing‑masing material sebelum memutuskan memilih frame yang tepat.
4. Perhatikan Kesesuaian Bridge (Bagian Hidung)
Anak-anak sering kali belum memiliki jembatan hidung yang menonjol sehingga kacamata mudah melorot. Frame dengan nose pads yang bisa diatur atau yang secara khusus dirancang untuk wajah anak bisa membantu kacamata tetap di tempatnya sehingga anak tidak sering mengangkatnya ke posisi semula.5. Pilih Bentuk Temple yang Mendukung
Temple atau gagang kacamata memiliki variasi gaya, mulai dari yang lurus hingga yang membentuk lengkungan di belakang telinga. Untuk anak yang aktif, pilihan temple yang membungkus telinga atau dilengkapi dengan strap elastis bisa membantu kacamata tetap terpasang meskipun mereka aktif bergerak.6. Pertimbangkan Fitur Spring Hinges
Spring hinges adalah engsel yang memungkinkan gagang kacamata sedikit fleksibel tanpa mudah patah. Fitur ini sangat berguna karena membuat kacamata lebih tahan terhadap tarikan atau tekanan saat dipakai dan saat dilepas.7. Pilih Material Lensa yang Aman dan Nyaman
Untuk lensa anak, bahan seperti polycarbonate atau trivex lebih dianjurkan karena jauh lebih ringan dan tahan benturan dibandingkan kaca. Lensa-lensa ini juga tahan gores dan bisa memberi perlindungan terhadap sinar UV. Hindari lensa kaca karena lebih berat dan mudah pecah.8. Perhatikan Bentuk atau Desain Kacamata
Anak cenderung lebih bersedia memakai kacamata jika mereka merasa senang dengan bentuk dan warnanya. Jadi, biarkan mereka melihat beberapa pilihan dan mengekspresikan preferensinya, dan kita sambil tetap memberi masukan yang membantu.Melibatkan anak-anak dalam memilih barang yang penting seperti kacamata juga bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. Mereka juga akan lebih senang dan percaya diri memakai barang pilihannya, membuat pengalaman memakai kacamata jadi lebih positif.
Cara Merawat Kacamata Anak agar Awet

Setelah mengetahui tips memilih kacamata anak, perlu juga untuk mengetahui cara merawat kacamata agar awet. Dilansir dari laman Pediatric Eye Associates, berikut beberapa cara dan kebiasaan sederhana yang bisa membuat kacamata tidak mudah tergores maupun rusak:
1. Ajarkan Menyimpan Kacamata di Tempat yang Tepat
Ajarkan anak untuk selalu menyimpan kacamatanya dalam tempat khusus (hard case) saat tidak digunakan, misalnya saat akan tidur. Dengan disimpan dalam case yang keras, kacamata terlindung dari goresan, benturan, atau tertindih benda lain di tas atau meja.2. Gunakan Dua Tangan saat Memakai dan Melepas
Cara anak memakai dan melepas kacamatanya bisa menentukan seberapa cepat frame menjadi longgar atau bengkok. Ajarkan anak untuk selalu menggunakan dua tangan saat memasang dan melepaskan kacamata.Hal ini membantu mengurangi tekanan pada engsel dan menjaga bentuk frame tetap stabil. Tips ini tak hanya berlaku untuk anak-anak, tapi juga bagi orang dewasa yang berkacamata.
3. Bersihkan Kacamata dengan Benar
Lensa yang kotor atau penuh noda bisa mengganggu penglihatan dan membuat anak sering menyentuh atau menggeser kacamatanya. Sebisa mungkin hindari membersihkan kacamata dengan tisu atau pakaian karena seratnya bisa menggores permukaan lensa.Berikut langkah membersihkan kacamata:
- Bilas dengan air hangat untuk menghilangkan debu atau kotoran yang bisa menggores lensa.
- Beri sedikit sabun yang ringan (bisa pakai sabun cuci piring).
- Gosok lensa secara perlahan.
- Bilas sampai bersih dan keringkan menggunakan kain microfiber.
4. Periksa Kondisi Kacamata secara Berkala
Kacamata anak kerap terjatuh, tertindih, atau tertekan benda lain dalam tas. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengecek engsel longgar, sekrup mulai lepas, atau frame yang sedikit bengkok. Menangani kerusakan kecil sedini mungkin akan mencegah masalah yang lebih parah di kemudian hari.5. Buat Rutinitas Perawatan yang Menyenangkan
Mengajak anak ikut merawat kacamatanya akan lebih mudah jika kegiatan tersebut dibuat menyenangkan dan menjadi rutinitas. Misalnya, jadwalkan waktu setiap pagi atau malam untuk membersihkan lensa bersama, atau siapkan case yang lucu dan kain microfiber dengan warna favoritnya.Dengan pendekatan seperti ini, anak akan merasa ikut bertanggung jawab atas barangnya sendiri. Jika mereka melakukan kebiasaan baik ini, jangan lupa beri apresiasi atau pujian agar anak-anak merasa telah melakukan hal yang benar dan semangat untuk terus melakukannya.
6. Ketahui Kapan Harus Diganti atau Diperbaiki
Meski sudah dirawat dengan baik, kacamata anak tetap bisa rusak atau tidak sesuai lagi seiring pertumbuhan mata dan aktivitasnya. Jika engsel bengkok, lensa tergores parah, atau penglihatan anak mulai tampak berubah, segera bawa ke optik atau optometris untuk diperiksa atau diganti.Rekomendasi Kacamata Antiradiasi untuk Anak

Memilih kacamata antiradiasi untuk anak perlu dilakukan dengan cermat agar manfaat perlindungannya benar-benar optimal. Selain membantu mengurangi paparan cahaya biru dari layar digital, kacamata yang tepat juga harus nyaman dipakai, aman, dan sesuai dengan kebutuhan visual anak.
Berikut beberapa rekomendasi kacamata antiradiasi untuk anak yang bisa jadi pilihan:
1. MKTRIZZ Kacamata Anti Radiasi Photochromic Kacamata Anak
Produk kacamata dari MKTRIZZ menawarkan berbagai pilihan lensa fungsional yang dirancang untuk melindungi mata dari sinar UV, cahaya biru, dan radiasi, dengan opsi lensa photochromic yang dapat menyesuaikan tingkat kegelapan saat terpapar sinar matahari.Tersedia varian tanpa minus maupun dengan minus hingga 4.00 dan silinder hingga 2.00, serta pilihan desain bingkai berbahan silikon dan TR90 yang ringan, fleksibel, dan nyaman digunakan, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Kacamata ini bisa dibeli dengan harga Rp55.000 - Rp60.000.
2. Grey Jack Kacamata Anak Antiradiasi
Kacamata antiradiasi ini dirancang khusus untuk anak usia 2-12 tahun serta berfungsi membantu mencegah kelelahan dan gangguan kesehatan mata akibat paparan cahaya biru. Kacamata anak perempuan dan laki-laki ini menggunakan bahan TR90 yang ringan, lentur, dan aman.Kacamata ini juga dilengkapi lensa anti-blue light dan antiradiasi, serta dapat dipasang lensa miopia sesuai kebutuhan. Produk ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp60.000 - Rp90.000.
3. Parkley Kacamata Anak Antiradiasi Blueray
Kacamata anak yang satu ini telah dilengkapi dengan lensa anti-blue light dan antiradiasi yang membantu melindungi mata dari paparan layar perangkat digital, sekaligus memberikan perlindungan terhadap sinar UV saat digunakan di luar ruangan.Dengan desain frame yang stylish, kacamata ini cocok dipakai untuk berbagai aktivitas, baik beraktivitas di luar maupun bersantai. Produk ini menggunakan bahan frame TR+ dan lensa polycarbonate yang kuat serta tahan benturan. Kacamata ini dibanderol dengan harga Rp120.000 - Rp130.000.
4. GENTLE FAWN Kacamata Anak Anti radiasi
Kacamata antiradiasi ini menggunakan bahan TR90 yang ringan, lentur, dan tidak mudah patah sehingga nyaman dipakai anak-anak tanpa menimbulkan iritasi di area mata dan telinga, bahkan saat berkeringat.Dilengkapi lensa anti-blue light dan antiradiasi, kacamata ini membantu melindungi mata dari paparan cahaya biru perangkat digital. Selain fungsional, desainnya juga nyaman digunakan dalam waktu lama dan tidak membuat pegal. Produk ini bisa dibeli dengan harga Rp65.000 - Rp70.000.
5. SCOORA Xenox Kacamata Anak
SCOORA Xenox merupakan kacamata anak-anak untuk usia 3-6 tahun dengan gaya modern dan fleksibel digunakan kapan saja. Kacamata ini dilengkapi lensa photochromic anti UV yang melindungi mata dari sinar matahari sekaligus lensa anti-blue light untuk mengurangi paparan cahaya biru saat memakai gadget.Didesain dengan frame ringan dan tahan patah dari bahan TPE, kacamata ini nyaman dipakai oleh anak-anak sekaligus membuat tampilan lebih stylish. Tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih, kacamata ini dibanderol dengan harga Rp120.000 - Rp135.000.
Demikian tips memilih kacamata anak, cara merawat, serta rekomendasi kacamata antiradiasi yang bisa digunakan oleh si kecil. Dengan memilih kacamata sesuai usia, lensa yang tepat, dan memiliki perlindungan terhadap cahaya biru serta sinar UV, penglihatan anak-anak akan tetap maksimal dan tidak mengganggu aktivitas harian.
Temukan berbagai informasi, rekomendasi produk, maupun tips seputar kesehatan mata melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





































