Menuju konten utama

Meta PHK 8 Ribu Karyawan di Seluruh Dunia Demi Investasi AI

Meta disebut memangkas jumlah karyawannya sekitar 8 ribu orang demi pengembangan AI yang kini menjadi fokus pengembangan dari perusahaan.

Meta PHK 8 Ribu Karyawan di Seluruh Dunia Demi Investasi AI
Karyawan Facebook berfoto dengan nama dan logo baru perusahaan di luar kantor pusatnya di Menlo Park, California, Kamis, 28 Oktober 2021, setelah perusahaan mengumumkan perubahan nama menjadi Meta Platforms Inc. (AP Photo/Tony Avelar)

tirto.id - Perusahaan teknologi Meta melakukan PHK massal terhadap 8 ribu karyawannya di seluruh dunia pada Rabu (20/5/2026). PHK ini disebut terjadi karena perusahaan milik Mark Zuckerberg itu lebih berfokus pada investasi AI.

Dikutip dari The Straits Times, sejumlah karyawan Meta di Singapura mendapatkan informasi pemecatan dari surel yang dikirim pada Rabu pagi pukul empat waktu setempat. Surel dikirimkan Meta hanya kepada karyawan yang mengalami PHK.

Hal serupa juga terjadi di kantor-kantor Meta di negara lainnya. Karyawan-karyawan terdampak PHK di Inggris dan Amerika Serikat, misalnya, juga mendapatkan surel serupa pada Rabu pagi pukul empat mengikuti zona waktu masing-masing.

Keputusan PHK dilaporkan berdampak pada 8.000 pekerja Meta di seluruh dunia yang kehilangan pekerjaannya. Sementara itu, bidang yang paling terdampak diperkirakan adalah para pekerja bidang teknik dan produk.

Sumber anonim The Straits Times menyebut bahwa Meta juga tengah menimbang rencana untuk melakukan PHK lebih lanjut pada akhir tahun 2026. Informasi ini belum dikonfirmasi oleh Meta secara resmi.

PHK Meta Imbas dari Investasi AI

Dua hari sebelum terjadi PHK, Meta terlebih dahulu mengedarkan sebuah memo pada Senin (18/5). Isi memo itu adalah keputusan perusahaan untuk lebih menggenjot investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dampak dari keputusan itu, disebutkan sekitar 7.000 pekerja akan dialihkan dan diberi fokus tugas baru pada inisiatif AI, termasuk bidang produk dan agen. Keputusan dibuat setelah perusahaan teknologi ini membuat komitmen bernilai lebih dari USD100 miliar untuk belanja modal AI pada 2026.

“Kami sekarang berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur lebih datar dengan tim/kelompok lebih kecil yang dapat bergerak lebih cepat dan dengan lebih banyak kepemilikan,” jelas kepala bagian SDM Meta, Janelle Gale, dalam memo tersebut.

“Kami percaya ini akan membuat kami lebih produktif dan membuat pekerjaan lebih bermanfaat,” tambah Gale.

CEO Meta Mark Zuckerberg selama ini memang dikenal tengah menjadikan AI sebagai prioritas utama perusahaannya. Sumber daya Meta dilaporkan didorong untuk lebih berfokus pada teknologi AI.

Pada berbagai produknya, Meta juga telah menjadikan AI sebagai salah satu inti layanan. Hal ini menjadi visi perusahaan Zuckerberg itu.

Ratusan miliar dolar telah digelontorkan Meta untuk SDM dan infrastruktur yang diperlukan dalam pengembangan model bahasa besar (Large Language Models/LLM). Meta tengah bersaing dengan rivalnya macam Google Alphabet dan OpenAI untuk mengembangkan model bahasa besar yang bisa mendukung chatbot dan fitur konsumen lainnya.

Agen-agen AI juga telah didorong agar digunakan para insinyur Meta untuk menyelesaikan tugas pengkodean atau tugas lainnya. Insinyur juga diminta memakai agen AI untuk melacak penggunaan perangkat karyawan guna melatih teknologi AI yang dikembangkan.

Di sisi lain, mereka juga diminta meluangkan waktu untuk membuat kode asisten bertenaga AI milik Meta sendiri untuk menangani beberapa tugas CEO. Contohnya seperti meminta umpan balik dari karyawan.

Sementara, perubahan fokus pengembangan AI yang dilakukan Meta membuat karyawan frustrasi dan cemas. Para karyawan menandatangani petisi yang ditujukan pada Mark Zuckerberg dan para pemimpin perusahaan Meta lainnya. Saat ini sudah terkumpul lebih dari seribu tandatangan.

Petisi ini menuntut agar pengumpulan data terkait aktivitas mereka melalui perangkat yang digunakan saat bekerja dapat dihentikan Meta. Selain itu, para karyawan turut menyampaikan keresahan mereka terhadap kemungkinan di-PHK melalui media sosial.

Baca juga artikel terkait META atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar