tirto.id - Rasio uang palsu yang beredar di Indonesia pada 2024-2025 berada di kisaran 1 hingga 4 lembar per satu juta lembar uang beredar atau parts per million (PPM). Rasio tersebut masih lebih rendah dibandingkan pemalsuan dolar Amerika Serikat yang mencapai 14 hingga 20 PPM.
Sekertaris Umum Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), Brigjen Pol. Mulyono, mengatakan salah satu faktor yang membuat pemalsuan rupiah masih rendah adalah fitur yang dimiliki uang rupiah.
“Uang rupiah kita termasuk rupiah (uang) yang punya fitur terbaik di dunia,” ujar Mulyono dalam acara Festival Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, di Istora Senayan, Jumat (14/08/26).
Dari sisi wilayah, pemalsuan uang paling banyak disebut terjadi di Pulau Jawa. Hal itu berkaitan dengan tingginya perputaran ekonomi di wilayah tersebut.
“Jawa kan perputaran ekonominya tinggi,” kata Mulyono.
Menurutnya, motif pemalsuan uang saat ini masih didominasi motif ekonomi. Pelaku disebut merupakan orang yang mencari keuntungan secara personal dan tidak melibatkan motif politik maupun korporasi.
“Motif ekonomi artinya cuma main orang-orang iseng. Tidak ada motif politik, tidak ada motif yang melibatkan korporasi,” ujar Mulyono.
Mulyono mengatakan kualitas uang palsu yang beredar masih rendah. Salah satunya terlihat dari bahan yang digunakan. Uang rupiah asli menggunakan bahan kertas cotton 100 persen, sedangkan uang palsu umumnya menggunakan kertas biasa seperti HVS.
“Belum ada kasus uang palsu yang menggunakan bahan baku kertas cotton. Kertasnya kertas biasa, kertas HVS,” kata Mulyono.
Pemberantasan uang palsu dilakukan bersama Bareskrim, Kejaksaan, Bank Indonesia, serta Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai. Pengawasan juga dilakukan terhadap importasi mesin printer berwarna yang disebut banyak digunakan dalam kasus pemalsuan.
“Ketika ada kasus yang melibatkan mesin itu, bisa di-cross check, bisa di-tracing siapa yang membeli,” ujar Mulyono.
Selain penindakan, edukasi dilakukan bersama unsur Botasupal yang terdiri dari Bank Indonesia, Kejaksaan, Kepolisian, BIN, dan Kementerian Keuangan. Edukasi ditujukan kepada masyarakat maupun aparat penegak hukum untuk mengenali fitur uang rupiah asli.
Salah satu fitur andalan yang disebut belum berhasil dipalsukan adalah spark live. Fitur tersebut tampak seolah-olah hidup ketika uang digoyangkan.
“Spark live itu seolah-olah hidup ketika digoyang-goyangkan. Nah, itu uang kita sampai sekarang belum ada yang bisa memalsukan,” kata Mulyono.
Terakhir, Mulyono menyebut masyarakat juga dapat mengenali uang asli melalui metode dilihat, diraba, dan diterawang.
“Dari dilihat, diraba, diterawang aja langsung pasti tahu,” ujar Mulyono.
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































