tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik pada Mei 2026. Penegasan ini disampaikan merespons keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik yang mereka rasakan belakangan ini.
“Sampai dengan hari ini saya bicara ini dan exercise yang kami lakukan itu belum ada kenaikan tarif listrik,” terangnya usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Bahlil menambahkan, pemerintah akan terlebih dahulu mengumumkan kepada publik apabila terdapat rencana penyesuaian tarif listrik setelah kajian oleh Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) rampung.
“Nanti kalau ada (kenaikan tarif listrik), nantii akan disampaikan, ya,” lanjut dia.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, pada 12 Maret lalu juga menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik PLN untuk periode April–Juni 2026, meskipun terjadi lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena (pemerintah) menetapkan tarif listrik periode triwulan II 2026 tetap,” katanya, dikutip Antara.
Menurut Tri, keputusan untuk tidak menaikkan tarif listrik diambil guna menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, kebijakan tersebut telah mempertimbangkan sejumlah parameter ekonomi makro.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, parameter ekonomi makro tersebut mencakup nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, inflasi, harga batu bara acuan, serta perkembangan harga minyak melalui Indonesia Crude Oil Price (ICP).
Kementerian ESDM menyebutkan, secara teori tarif listrik berpotensi berubah mengikuti dinamika parameter-parameter tersebut. Namun, pemerintah memutuskan untuk menahannya demi menjaga daya beli masyarakat.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































