tirto.id - PT PLN (Persero) menjamin pasokan listrik bagi pusat bisnis dan pemerintahan di Jakarta tetap aman. Jaminan ini disampaikan menyusul peninjauan langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, ke sejumlah titik sistem kelistrikan ibu kota.
Darmawan meninjau Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jakarta dan Banten di Cawang serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok, Kamis (23/4/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional dan kecukupan energi primer di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat.
"Kami meninjau langsung sistem kelistrikan di lapangan. Dari hasil pemantauan, baik dari sisi operasional sistem maupun pasokan energi primer, semuanya dalam posisi yang cukup dan siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat," ujar Darmawan dalam keterangannya kepada Tirto, Sabtu (25/4/2026).
PLN memastikan sebanyak 76 gardu induk yang memasok wilayah Jakarta dan sekitarnya beroperasi secara optimal. Kondisi ini dinilai mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pusat pemerintahan, kawasan bisnis, hingga aktivitas warga.
Ia menyebut seluruh parameter kelistrikan hingga saat ini terpantau stabil. PLN juga terus melakukan pemantauan real-time melalui pusat-pusat pengatur beban, termasuk UP2B Jakarta dan Banten yang menjadi tulang punggung pengendalian sistem di wilayah tersebut.
Untuk menjaga keberlanjutan operasional pembangkit, PLN memperkuat strategi optimalisasi rantai pasok melalui koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM serta para pemasok energi primer.
"Kami memahami bahwa keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan tidak hanya sistemnya yang andal, tetapi juga pasokan energinya terjaga dengan baik," tambah Darmawan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun telah menurunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atau root cause analysis menyusul pemadaman listrik yang terjadi dua kali di Jakarta dalam kurun waktu berdekatan.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengakui bahwa kejadian ini memicu kekhawatiran publik mengingat Jakarta adalah pusat aktivitas ekonomi nasional.
"Kami memahami kekhawatiran publik. Karenanya pemerintah melalui Kementerian ESDM langsung menurunkan inspektur ketenagalistrikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh," ujar Anggia kepada Tirto, Sabtu (25/4/2026).
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id



































