Menuju konten utama

Purbaya: Satgas The Bottle Necking Selesaikan Hambatan Investasi

Dalam enam bulan terakhir, satgas berhasil bereskan 45 kasus hambatan investasi dan berdampak pada percepatan nilai mencapai lebih dari 30 miliar dolar AS.

Purbaya: Satgas The Bottle Necking Selesaikan Hambatan Investasi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P3M-PPE (Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi) di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Sidang tersebut membahas aduan dari PT Indo Acwa Tenaga Saguling terkait perizinan yang terhambat karena moratorium serta PT Sarana Utama Synergy terkait perjanjian kerja sama PLTSa dengan Pemerintah Kota Makassar. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

tirto.id - Satuan Tugas (Satgas) The Bottle Necking yang dibentuk pemerintah telah menyelesaikan 45 kasus hambatan investasi dalam waktu enam bulan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa hal ini berdampak langsung pada percepatan realisasi investasi senilai lebih dari 30 miliar dolar AS atau setara Rp525 triliun (kurs Rp17.500).

"Setiap minggu, kami menyelesaikan satu hingga dua hingga empat kasus, dan sejauh ini berjalan lancar. Kami berhasil dengan cepat menghilangkan kemacetan," ujar Purbaya di Kemenkeu, Selasa (12/5/2026).

Dari total 142 pengaduan yang masuk, sebanyak 83 kasus telah dibahas secara terbuka kepada publik, dan 45 di antaranya rampung.

Adapun, percepatan penyelesaian kasus ini berdampak langsung pada nilai investasi yang sebelumnya tertahan. Dalam enam bulan terakhir, nilai percepatan investasi mencapai lebih dari 30 miliar dolar AS.

"Lebih dari 30 miliar dolar AS. Yang impact aja 22 miliar dolar AS, masih ada yang lain lagi. Cukup banyak. Kita harapkan akan lebih banyak lagi yang kita pecahkan," ucapnya.

Dia menjelaskan, dengan kontribusi sektor swasta mencapai 90 persen terhadap perekonomian, setiap hambatan yang diurai akan mempercepat putaran uang dan membuka lapangan kerja tanpa harus mengandalkan belanja pemerintah yang hanya sekitar 10 persen.

Dengan partisipasi swasta yang masih dominan, ia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029. Tanpa keterlibatan swasta yang signifikan, mustahil mencapai pertumbuhan di atas 6 persen.

“Saya yakin nanti ke depan, kalau mereka merasakan manfaat dari taskforce ini, mereka akan mempromosikan bahwa investasi di Indonesia akan lebih mudah dari sebelumnya. Kita ubah image kita di mata investor global yang biasanya terkenal kusut, sekarang tidak kusut lagi,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait HAMBATAN INVESTASI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto