tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai rupiah akan kembali normal dan berbalik menguat pada pertengahan pekan depan, setelah dalam beberapa hari ini melemah hingga mendekati Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, penguatan itu akan terjadi setelah masyarakat meyakini bahwa kenaikan bunga deposito valuta asing (valas) dalam denominasi dolar AS sebesar 4 persen oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (BUMN) bukan instruksi Kementerian Keuangan.
Tidak hanya itu, penguatan juga akan terjadi karena Bank Indonesia terus melakukan upaya stabilisasi nilai mata uang Garuda melalui berbagai instrumen yang dimiliki.
“Mungkin pertengahan minggu depan juga udah balik. Ini kan kita baru konferensi pers sekarang, anggaplah baca koran nanti sore, market udah tutup kan? Senin baru mulai ini, Selasa, Rabu, (rupiah) sudah balik. Itu hitungan saya,” ujar Purbaya, dalam media briefing, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).
Tidak hanya itu, mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu juga yakin pelemahan rupiah yang terjadi belakangan tidak akan memberikan pengaruh signifikan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, utamanya dalam mengerek anggaran subsidi energi. Apalagi, saat ini kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah melalui penempatan dana segar di lima bank Himpunan Milik Negara (Himbara) akan membuat perekonomian Indonesia berbalik arah dan melaju lebih kencang.
“Saya yakin, ketika mereka tahu bahwa kebijakan yang kita jalankan betul-betul bisa membalik arah pertumbuhan ekonomi, itu rupiah akan berbalik dengan cepat. Apalagi dengan presentasi … dengan konferensi pers yang sekarang yang menyatakan nggak ada kebijakan dari Kementerian Keuangan yang 4 persen, saya pikir akan berkurang dengan cepat itu tekanan ke rupiah,” tegas Purbaya.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini rupiah ditutup menguat 11 basis poin (bps) atau 0,07 persen ke posisi Rp16.738 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp16.749 per dolar AS.
Namun, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), mata uang Garuda terpantau berada di posisi Rp16.775 per dolar AS, masih lebih rendah dibandingkan posisi hari sebelumnya yang senilai Rp16.752 per dolar AS.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































