Menuju konten utama

Purbaya Optimistis Rupiah Kembali Menguat pada Semester II-2026

Sinergi kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi lintas instansi optimistis mampu mendongkrak penguatan rupiah di semester II-2026.

Purbaya Optimistis Rupiah Kembali Menguat pada Semester II-2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II 2026. Optimisme itu didorong oleh sinergi kebijakan yang solid serta perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Meski demikian, Purbaya mengakui hingga Juni 2026, rupiah masih menghadapi tekanan. Utamanya, dipengaruhi oleh sentimen global dan transaksi finansial domestik.

"Kami juga mencermati perkembangan nilai tukar rupiah hingga awal Juni 2026 masih menghadapi tekanan, terutama dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk of di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi perjalanan dan transaksi finansial domestik," kata Purbaya dalam RDG dengan DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Meski dihadapkan pada ketidakpastian, ia tetap memegang keyakinan kuat bahwa rupiah punya modal besar untuk bangkit ke depan. Sinergi kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi lintas instansi optimistis mampu mendongkrak penguatan rupiah di semester II-2026

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan, akan memperkuat pasokan valas dalam negeri ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor, sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026," kata Purbaya.

Ia memaparkan arus modal asing sudah menunjukkan perbaikan signifikan pada kuartal II-2026, terutama pada instrumen SBN dan SRBI.

"Meskipun pasar saham masih mencatat outflow, namun secara keseluruhan minat investor terhadap instrumen keuangan domestik masih tetap terjaga," jelasnya.

Purbaya menambahkan pemerintah bersama otoritas terkait akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan dan memperkuat koordinasi kebijakan.

"Agar arus modal kembali ke level harga sesuai nilai fundamentalnya. Dengan demikian, pasar modal kita dapat kembali menjadi penopang pembiayaan ekonomi nasional dan instrumen investasi yang profitable," tuturnya.

Purbaya tak menampik dinamika global masih tinggi. Karena itu, ia memastikan kebijakan fiskal ke depan akan tetap lentur mengikuti kondisi ekonomi ke depan.

"Kami menyadari hingga saat ini perekonomian global masih bergerak sangat dinamis. Untuk itu, kebijakan fiskal senantiasa dijaga tetap responsif dan antisipatif untuk mitigasi ketidakpastian, antara lain melalui sembilan kebijakan strategis," tutup Purbaya.

Baca juga artikel terkait KURS RUPIAH atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama