Menuju konten utama

Purbaya Perkirakan Rupiah Sentuh Rp17.500 per US$ pada 2027

Menkeu Purbaya mengatakan pemerintah juga menargetkan inflasi berada pada kisaran 1,5 persen-3,5 persen pada tahun depan.

Purbaya Perkirakan Rupiah Sentuh Rp17.500 per US$ pada 2027
Konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026. FOTO/Kementerian Keuangan

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2027. Proyeksi itu disebut menjadi salah satu asumsi dasar ekonomi makro yang digunakan pemerintah dalam penyusunan RAPBN 2027.

"Sejalan dengan hal tersebut, maka pada tahun 2027 nilai tukar diperkirakan dikisaran Rp16.800-Rp17.500 per USD," kata Purbaya, dalam Rapat Paripurna DPR RI, Senin (8/6/2026).

Ia menyatakan selain asumsi nilai tukar, pemerintah juga menargetkan inflasi berada pada kisaran 1,5 persen-3,5 persen pada tahun depan. Pengendalian inflasi disebut akan dilakukan melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas.

"Pada tahun 2027 inflasi dijaga pada kisaran 1,5 persen sampai dengan 3,5 persen," ucap Purbaya.

Ia menyampaikan pemerintah juga akan terus mengantisipasi risiko imported inflation melalui koordinasi dengan Bank Indonesia. Di sisi lain, sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah diklaim akan diperkuat guna menjaga efektivitas pengendalian harga.

Sementara itu, dalam asumsi makro 2027, pemerintah memperkirakan tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5-7,3 persen.

"Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas terutama pangan dan energi," tutur Purbaya.

"Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras tanpa menimbulkan crowding out effect sehingga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan dapat dijaga untuk menopang pertumbuhan ekonomi," lanjut Purbaya.

Selain itu, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada rentang USD70-USD95 per barel. Menurut dia, rentang tersebut telah memperhitungkan berbagai risiko global sehingga APBN tetap dapat berfungsi sebagai shock absorber apabila terjadi gejolak ekonomi dunia.

"Dengan mempertimbangkan ketidakpastian global yang masih tinggi, pemerintah menetapkan rentang asumsi ICP di kisaran USD70 sampai dengan USD95," pungkas Purbaya.

Baca juga artikel terkait KURS RUPIAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama