tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak akan memotong total anggaran program makan bergizi gratis (MBG). Ia hanya akan memangkas anggaran subprogram MBG yang dinilai tidak produktif.
Contoh anggaran yang akan dipotong, yakni pengadaan motor atau komputer untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Jadi, MBG enggak akan dipotong, kecuali yang enggak produktif. Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Yang enggak perlu-perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan," tuturnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Ia kembali menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan memotong anggaran program MBG. Kemenkeu akan memastikan penyaluran anggaran MBG berlangsung secara efisien.
"MBG ya, enggak kita potong anggarannya, tapi kita pastikan yang belanjakan betul-betul efektif dan efisien," sebut Purbaya.
Diberitakan sebelumnya, Purbaya membuka peluang untuk memangkas anggaran program MBG apabila lonjakan harga minyak mentah dunia memicu pelebaran defisit hingga lebih dari 3 persen.
Lonjakan harga minyak mentah di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Sebab, berdasarkan hasil stress test atau simulasi risiko yang dilakukan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, jika rata-rata harga minyak menyentuh level 92 dolar AS per barel, defisit dapat melebar hingga 3,6 persen.
"Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan di mana? Misalnya penghematan di MBG," kata Purbaya dalam acara buka puasa bersama di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Menurut Purbaya, hasil pemangkasan atau penghematan anggaran MBG tidak hanya dapat digunakan untuk menutup potensi pelebaran defisit APBN, tetapi juga memungkinkan pergeseran anggaran untuk membiayai program prioritas pemerintah lainnya, misalnya pembangunan jembatan dan sekolah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Meski demikian, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan menyesuaikan anggaran untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Menurutnya, penghematan dapat dilakukan pada pengadaan barang-barang yang tidak esensial, seperti pembelian motor atau komputer baru untuk SPPG.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































