Menuju konten utama

Purbaya Klaim Kondisi APBN April Lebih Bagus dari Ramalan Ekonom

Purbaya menilai, realisasi APBN April yang akan dipaparkannya besok membuktikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat.

Purbaya Klaim Kondisi APBN April Lebih Bagus dari Ramalan Ekonom
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, bakal memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kinerja dan Fakta (APBN KiTA) periode April 2026 besok, Selasa (19/5/2026). Dia mengeklaim, kinerja APBN hingga akhir April cukup apik, bahkan di luar perkiraan para ekonom.

"Yang penting gini, besok saya… saya ini, apa, akan ada APBN KiTA, laporan APBN KiTA sampai April. Itu hasilnya bagus pasti di luar pikiran para pengamat," kata dia kepada awak media, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Purbaya menilai, realisasi APBN April yang akan dipaparkannya besok membuktikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat. "Jadi fondasi (ekonomi)kita memang betul-betul bagus," tambahnya.

Pun, untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, pemerintah juga sudah melakukan intervensi di pasar obligasi.

Dengan rilis data APBN April esok dan juga masuknya pemerintah di pasar obligasi, Purbaya menilai gejolak nilai tukar rupiah akan mulai mereda pada pertengahan pekan ini.

"Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit demi sedikit, asing juga mulai masuk, sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar," jelas Purbaya.

Karena berbagai kondisi tersebut, Bendahara Negara itu meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi mata uang Garuda yang pada perdagangan hari ini ditutup di level Rp17.667 per dolar AS.

"Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah Economist (The Economist) bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali," katanya.

Sebaliknya, Purbaya menilai, The Economist pada dasarnya tidak mengerti apa yang kini sebenarnya dikerjakan pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam mendorong ekonomi lebih tinggi, pemerintah tidak hanya berpangku pada belanja pemerintah saja, melainkan juga memacu kinerja sektor swasta dan daya beli masyarakat.

"Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5,6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya government (belanja pemerintah) saja," tegas Purbaya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana