Menuju konten utama

Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Ditahan dalam Gelombang Demo Iran

Aksi demonstrasi di Iran yang berlangsung sejak Minggu (28/12) telah menewaskan setidaknya 35 orang dan membuat lebih dari 1.200 lainnya ditahan aparat.

Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Ditahan dalam Gelombang Demo Iran
Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Iran pra-Revolusi Islam 1979 selama demonstrasi menentang tindakan keras rezim Iran terhadap protes di pusat kota Paris, pada 4 Januari 2026. Beberapa ratus orang berkumpul pada 4 Januari 2026 di dua unjuk rasa di Paris untuk mendukung gerakan protes selama seminggu di Iran. (Foto oleh Blanca CRUZ / AFP)

tirto.id - Aksi demonstrasi di Iran yang berlangsung sejak Minggu (28/12/2025) waktu setempat telah menewaskan setidaknya 35 orang dan membuat lebih dari 1.200 lainnya ditahan aparat.

Jumlah ini dikonfirmasi asosiasi pers yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA) pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Mereka mengandalkan jaringan aktivis di dalam Iran untuk mendapatkan data korban kerusuhan.

Dilansir AP News, demonstrasi telah meluas ke lebih dari 250 lokasi di 27 dari 31 provinsi di Iran. Ada dugaan aksi meningkat usai Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan ancaman kepada Iran pada Minggu (4/1) malam waktu setempat.

“Kami memantau situasi ini dengan sangat ketat. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang mereka lakukan di masa lalu, saya yakin mereka akan mendapat hukuman berat dari Amerika Serikat,” kata Donald Trump kepada wartawan di Air Force One seperti diberitakan BBC.

Di sisi lain, pada Senin (5/1) waktu setempat, Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan bahwa otoritas akan mendengarkan protes dan kritik massa aksi secara sah dan wajar.

Namun, mereka bakal bertindak tegas terhadap pendemo yang memanfaatkan situasi, memicu kerusuhan, dan mengganggu keamanan negara serta rakyat.

Awal Mula dan Penyebab Demo di Iran

Protes terbaru Iran tersebut dimulai ketika para pedagang turun ke jalan-jalan Teheran untuk menyuarakan kemarahan mereka atas penurunan tajam nilai mata uang Iran terhadap dolar AS.

Rial telah anjlok ke level terendah sepanjang sejarah pada Desember 2025, mencapai 1,4 juta rial per dolar AS dan inflasi melonjak hingga 40 persen akibat sanksi atas program nuklir Iran yang menekan ekonomi.

Mahasiswa segera bergabung dalam protes tersebut dan aksi protes mulai menyebar ke kota-kota lain.

Demonstrasi terbaru ini menjadi yang terbesar di Iran sejak 2022 saat kematian Mahsa Amini. Namun, belum seluas dan seintensif yang terjadi seputar kematian Amini.

Gadis berusia 22 tahun ini ditahan karena tidak mengenakan hijab atau kerudung sesuai dengan keinginan otoritas kemudian meninggal dunia di dalam tahanan polisi.

Baca juga artikel terkait DEMO IRAN atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yantina Debora