Menuju konten utama

PSI Partai Anak Muda & Upaya Meraih Suara Gen Z di Pemilu 2024

PSI kerap mendorong anak muda dan memberikan ruang agar terjun di politik guna memperbaiki sistem.

PSI Partai Anak Muda & Upaya Meraih Suara Gen Z di Pemilu 2024
Header Wansus Cheryl Tanzil. tirto.id/Tino

tirto.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut baik survei CSIS yang memprediksi bahwa Pemilu 2024 mendatang akan didominasi anak muda. Sikap optimistis itu disampaikan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Cheryl Tanzil saat berbincang dengan Tirto di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat pada 20 Juni 2023 lalu.

Cheryl mengakui anak muda merupakan ceruk muda PSI. Oleh karena itu, PSI kerap mendorong anak muda dan memberikan ruang agar terjun di politik guna memperbaiki sistem.

PSI dinilai kerap menyerap aspirasi anak muda. Berbagai program pun dibuat relevan dengan keinginan anak muda.

Berikut kutipan wawancara redaksi Tirto - Fransiskus Adryanto Pratama, Andhika Krisnuwardhana, dan Bayu Septianto pada Selasa, 20 Juni 2023.

Selamat sore, Sis, bagaimana kabar dan apa saja kesibukan akhir-akhir ini selain menjadi pengurus partai?

Baik. Kesibukan, yang paling sibuk sekarang sih ngurusin PSI. Karena, kan, kita sudah tahu, sudah tahun politik sudah semakin dekat ke pemilu, Valentine tahun depan sudah pemilu, waktu sudah enggak panjang lagi. Di luar itu, saya juga masih berusaha menjalankan fungsi saya sebagai ibu rumah tangga karena sebelum saya gabung PSI, saya tujuh tahun sebagai ibu rumah tangga.

Masih berusaha mengikuti, saya masih menemani aktivitas anak saya, kadang menemani mereka baca buku, kayak tadi sebelum ke sini masih nemenin anak les piano. Sambil menunggu les piano di tempat yang satu, nyiapin buku cerita, nyuapin anak.

Apa saja yang dibahas bersama Ketum Giring dalam rapat sebulan terakhir ini, Sis?

Rapat sebulan terakhir, dari saya semenjak gabung enam bulan ini kurang lebih sama, kita masih berusaha mencari strategi-strategi terkini di mana supaya kita bisa meningkatkan elektabilitas dan kita juga banyak konsolidasi ke daerah-daerah, Bro Giring rutin safari ke sejumlah pelosok.

Kita bisa merangkul dan kembali menyemangati teman-teman daerah bahwa kita kali ini bisa lolos lima persen dan kita mulai meeting-meeting strategi di mana kita bisa meraih anak muda. Lebih dekat lagi dengan mereka, strategi apa yang paling relevan, begitu lah kira-kira.

Pertanyaan ini didasari oleh survei CSIS. Di mana menurut survei ini, jumlah pemilih muda di Pemilu 2024 mencapai 60 persen. Bagaimana upaya PSI menggarap ceruk pemilih muda ini?

Sebenarnya kalau dibilang berdasarkan hasil survei jauh sebelum hasil survei ini keluar dan ketika Pak Jokowi di pidato dalam ulang tahun PSI ke-8 mengatakan bahwa hampir 60 persen pemilih muda. Sebenarnya, PSI sudah terkenal dengan partai anak muda, ya. Jadi, ini pertanyaan yang menjadi sebuah tantangan, kami rasa kami memang sudah dari dulu ceruk terbesar kita adalah anak muda.

Kenapa? Karena kita merasa anak-anak muda ini adalah orang-orang yang begitu peduli dan punya idealisme yang besar, tetapi tidak punya kendaraan. Jadi, anak-anak muda ini memang kita harus support betul, kita dukung, dan kita berikan ruang untuk mereka bisa maju berpolitik, dan bisa memperbaiki dalam sistem.

Cheryl Tanzil

Cheryl Tanzil. tirto.id/Andhika Krisnuwardhana

Bagaimana cara PSI melakukan pendekatan ke pemilih muda tanpa gimik?

Tentunya tadi ya kita harus relevan dengan mereka. Apa sih kira-kira aspirasi mereka, mereka butuhnya apa. Kalau saat ini dari pendekatan kita di lapangan, apalagi, kan, saat ini kader-kader kita banyak sekali anak muda, ya. Umur 20, umur 23 banyak yang bantu di DPP.

Kita tahu permasalahan mereka, paling besar itu, kan, masalah ketenagakerjaan. Ketika mereka lulus, mereka pengen muda cari kerja, kalau bisa, ya, upayanya sangat lumayan.

Lalu, yang kedua masalah mental health. Sebab, anak muda itu care banget sama mental health karena pengin balance, healing, kita berusaha menjangkau itu. Dan satu lagi, anak muda zaman sekarang itu mereka sangat idealismenya beda sama generasi milenial sebelumnya.

Mereka peduli banget sama lingkungan hidup terutama climate change, dalam survei itu anak muda Indonesia mereka sangat peduli banget, bahkan sebelum COVID-19, kan, banyak anak muda yang pakai masker kalau naik motor karena mereka pengin hidup yang lebih sehat. Jadi, karena kita tahu ada aspirasi-aspirasi seperti ini kita berusaha juga untuk mendekatkan diri kepada para pendiri dengan ide dan gagasan. Salah satunya, ketenagakerjaan.

Di awal itu, PSI kita sudah mendorong Kartu Prakerja 2.0. Artinya apa sih Kartu Prakerja 2.0 itu, artinya begini kalau sekarang kita hanya memfokuskan pada pelatihan, ya. Bagi anak yang lulus SMA, kita berikan pelatihan tambahan supaya mereka lebih gampang lagi di dunia kerja.

Namun, ide dan gagasan yang diperoleh PSI adalah kami ingin agar kita tahu data apa kebutuhan industri dan dunia usaha, sehingga nantinya harapan kami SMK jenjang ke atas itu sudah memang mengatur kuota dan juga kurikulum berdasarkan kebutuhan industri dan dunia usaha. Jadi, itu akan sesuai dengan data kabupaten/kota masing-masing.

Dengan begitu kita jadi tepat sasaran ya, karena kita tahu misalnya begini Korea sudah menjalankan itu. Ketika tahun 80-an sampai 90-an, Korea itu bonus demografi dan mereka sudah tahu apa kebutuhan industri mereka, mereka yakin agar Korea menjadi negara industrialisasi.

Jadi, mereka sudah punya rencana bahwa dalam satu tahun itu harus melahirkan 1.000 enginering dan lihat hasilnya mereka sekarang. Jadi, kurang lebih itu yang kita dorong untuk ketenagakerjaan. Untuk climate change bisa dicek di berbagai portal sosial media kami, PSI, kita sempat rutin menginformasikan mengenai perubahan iklim.

Sebenarnya, bukan hanya perubahan iklim, tapi banyak isu eksperimental, isu-isu lingkungan, bahkan kita punya bidang di DPP yang khusus untuk mengurusi isu-isu ini. Dan soal mental health mungkin pernah ingat kasus Novi Widiasari, seorang perempuan yang ramai di sosial media ketika dia minum racun di samping makam ayahnya. Dan itu di-spill teman baiknya di sosmed, dan ternyata dia dua kali menggugurkan kandungan.

Pacaran dengan anggota polisi yang tidak bertanggung jawab. Jadi, dia menggugurkan kandungan berkali-kali. Ketika ia berusaha menggugat, berkali-kali ia ke LBH untuk menggugat mantan kekasihnya itu karena memaksa dia untuk menggugurkan kandungan dia merasa tidak punya kekuatan lagi untuk melawan dari segi hukum. Dan akhirnya, meninggal dunia. PSI satu-satunya partai yang mengangkat isu ini, kita bikin Twitter Space dan waktu itu luar biasa, ya. Itu jutaan pendengarnya, hampir 2 juta, itu berlangsung 7 sampai 8 jam.

Dan dari situ ternyata banyak sekali anak muda yang menceritakan kekerasan seksual yang mereka alami. Ini salah satu bentuk kerja nyata PSI, bukan hanya dari segi fungsi legislasi untuk mendorong kebijakan partai. Namun, kita juga mendorong untuk membuka ruang agar anak muda itu mau menjadi pribadi-pribadi speak up, bukan lagi menjadi pribadi yang takut untuk bicara apalagi isu-isu terkait dengan kekerasan seksual. Ini kan isu yang tabu dibahas ya.

Orang itu merasa, kalau saya mengadu, saya korban kekerasan seksual, secara sosial orang akan menuduh balik saya bahwa ah, jangan-jangan kamu aja kali yang mancing-mancing, kamu juga kasih ruang sinyal ke pelaku. Atau salah perempuan kenapa pakai rok mini, ada bahasa-bahasa seperti itu, tetapi PSI sangat mendorong agar kasus-kasus seperti ini bisa muncul ke permukaan.

Anak muda jangan lagi takut ketika menjadi korban, dan mereka sadar bahwa mereka korban. Kita berusaha memberikan ruang ke mereka. Saya rasa itu bukan gimik ya dan ini betul-betul kita nyata dan bukan cuman dua kali kita lakukan, kita sangat konsisten.

Isu pemberantasan korupsi menjadi concern oleh pemilih muda saat ini, apa saja program PSI terkait isu ini?

Saya rasa, sangat ramai di media salah satu yang digaungkan Pak Jokowi adalah untuk UU Perampasan Aset dan bisa dilihat bahwa kita tegak lurus kepada Pak Jokowi. Sebab, kita memang kita sejalan chemistry dengan perjuangan Pak Jokowi. Jadi, yang memang selama ini PSI gaungkan adalah UU Pearampasan Aset dan Pembatasan Uang Kartel.

Ini harus sejalan karena dengan belum adanya pembatasan transaksi uang kartal ini salah satu yang dimainkan oleh pelaku-pelaku, oknum-oknum dalam money politic. Kalau kita punya UU yang mengatur transaksi uang kartal kita harapkan akan lebih baik politik di Indonesia.

Cheryl Tanzil

Cheryl Tanzil. tirto.id/Andhika Krisnuwardhana

Karakter pemimpin politik nasional yang disukai pemilih muda mengalami pergeseran, bukan lagi merakyat dan sederhana, tetapi lebih ke sosok yang jujur antikorupsi dengan kemampuan membuat perubahan dan memimpin di saat krisis, melakukan inovasi, bagaimana PSI menanggapi ini?

PSI sih mendukung aja ya, karena itu kan baik-baik, saya rasa partai mana pun juga mendukung.

Bagaimana PSI melihat keberadaan pemilih muda, apakah mereka hanya menjadi objek semata atau subjek yang harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan politik baik di DPR maupun di partai?

Kalau saya melihatnya PSI menjadikan mereka subjek maupun objek apalagi kan tadi saya katakan kader kita mayoritas muda meskipun banyak juga usia matang yang belakangan bergabung dengan PSI, tetapi jiwa mereka muda. Kita melihatnya mereka sebagai manusia.

Sebagaimana manusia yang harus dimanusiakan, kita berusaha untuk mengerti apa kebutuhan mereka dan karena mereka juga kader-kader kita, mereka adalah pelaku juga. Mereka adalah pelaku untuk menolong dirinya dari sistem bagaimana supaya mereka ada di tempat yang lebih baru.

Pemilih muda, utamanya generasi Z bisa dibilang generasi digital yang bisa saja mencari rekam jejak partai politik di internet, PSI maupun kadernya termasuk partai yang gencar berselancar di media sosial gitu, apakah ini salah satu cara PSI menggaet pemilih muda?

Salah satunya iya, karena kita memang berusaha related dengan anak muda dan anak muda zaman sekarang itu bahkan dari awal kampanye PSI kita memang sudah berusaha mengetuk pintu rumah mereka melalui media sosial dan kita juga bukan hanya bermain dengan lucu-lucuan tetapi kita juga mengetuk mereka dengan ide dan gagasan.

Tentunya juga perjuangan yang konsisten. Jadi, kami sih enggak khawatir kalau mereka menggugat PSI karena kita berusaha menjaga track record PSI betul-betul sesuai dengan garis pergerakan terutama yang anak muda.

Bagaimana PSI mengatasi narasi-narasi di medsos, kan, banyak yang suka dan banyak juga haters, bagaimana cara menghadapi ini?

Satu hal yang saya suka, PSI itu kita punya arahan bahwa kita enggak boleh nyinyir, baik terhadap serangan haters atau bots ataupun lawan-lawan politik yang mungkin beroposisi dengan PSI. Yang kita lakukan adalah kita berusaha konsisten dengan menyuarakan hal-hal baik yang kita tunjukkan melalui ide dan gagasan.

Jadi, fokus kita [menitikberatkan] pada program, seperti yang tadi saya ucapkan misalnya, kita menjelaskan tentang bagaimana kita mau mendorong ide Kartu Prakerja 2.0, bagaimana kita mau jelas ada data spesifik di kabupaten dan kota apa sih kebutuhan industri 10 sampai 20 tahun ke depan, sehingga SMK level ke atas pun disiapkan sesuai dengan kebutuhan pasar yang akan mereka masuki sebagai lapangan pekerjaan begitu. Jadi, kita jawabnya dengan ide dan gagasan.

PSI sendiri ada concern dari DPP sendiri untuk pengawasan terhadap kader untuk bermain di media sosial, sehingga tidak terlalu pedas kalau berpendapat?

Sebenarnya kita ini kan semua adalah istilahnya ikut sekolah kader ya. Di sekolah kader itu sudah ada nilai-nilai yang ditanamkan di PSI, misalnya salah satunya menyebarkan kebajikan. Jadi dari situ saja sudah luas maknanya dan kami rasa partai yang egaliter enggak mungkin membungkam kader per kader, enggak boleh ngomong A, ngomong B.

Kita akan menyerahkan kedewasaan kepada kader karena dari situ dia akan belajar untuk lebih kritis kalau sampai dia baik, dia diserang di sosial media di akunnya, ya namanya sebuah organisasi semua organisasi itu menjadi besar tentunya akan ada orang-orang yang secara seleksi alam tidak bertahan.

Dan kami harapkan dengan sistem kami yang begitu egaliter, kita berikan ruang untuk berekspresi itu akan membuat kader-kader kita pun terlatih untuk menjadi lebih kritis tapi jelas di sekolah kader kita DNA PSI jelas, kita DNA-nya antikorupsi dan antiintoleransi. Lalu, kita juga ada dalam sekolah kader kita tujuanya menebarkan kebaikan.

Kader dari partai lain bergabung di PSI apakah akan disekolahkan?

Pastinya ya, karena dalam rapat saja kita komunikasinya sangat cair, ya. Tentunya, mereka harus paham betul sebelum mereka masuk PSI harus tahu apa sih DNA PSI, apa sih goal PSI, perjuangan yang kita lakukan. Jadi, sudah ada pemahaman itu baru mereka join.

Baca juga artikel terkait WAWANCARA atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - News
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Maya Saputri