Menuju konten utama

Profil Zohran Mamdani Calon Walkot New York & Isu Islamophobia

Zohran Mamdani berhadapan dengan isu rasisme dan islamofobia dari lawan politik jelang pemilihan Wali Kota New York. Bagaimana Mamdani menyikapinya?

Profil Zohran Mamdani Calon Walkot New York & Isu Islamophobia
⁠Zohran Mamdani. wikimedia/Dmitryshein

tirto.id - Zohran Mamdani menjadi salah satu kandidat kuat dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) New York, Amerika Serikat, yang dihelat 4 November 2025. Jelang pilkada, ia digoyang dengan isu rasisme hingga islamophobia. Apa saja serangan politik yang dialamatkan padanya?

Mamdani memulai aktivitas politiknya sejak menjadi konselor pencegahan penyitaan rumah dan perumahan. Banyak orang nonkulit putih dan berpendapatan rendah terusir dari rumah.

Ia lantas mulai peduli dengan persoalan hak asasi manusia. Dari situ Mamdani mulai tertarik menjadi pejabat yang bisa menggunakan kekuasaannya untuk membantu kaum yang lemah.

Sampai akhirnya, Mamdani menjadi kandidat Wali Kota New York. Ia bersaing dengan dua kandidat lainnya untuk menjadi orang nomor satu di kota tersebut.

Profil ZohranMamdani

Zohran Kwame Mamdani atau lebih dikenal dengan Zohran Mamdani, adalah politisi yang lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991. Ia memiliki orang tua dengan bakat berbeda.

Ayahnya seorang profesor di Columbia University berdarah India-Uganda yang beragama muslim syiah. Adapun ibunya berprofesi sebagai pembuat film yang berdarah India-Amerika.

Mamdani bersama keluarganya lantas pindah ke Afrika Selatan saat usianya lima tahun. Pasalnya, sang ayah diterima bekerja di University of Cape Town. Mamdani lantas bersekolah di George's Grammar School, Cape Town, Afrika Selatan, untuk menempuh pendidikan dasar.

Ketika berusia tujuh tahun, Mamdani pindah ke New York. Ia melanjutkan sekolahnya di Bank Street School for Children. Setelah lulus, Mamdani meneruskan ke Bronx High School of Science.

Usai menyelesaikan sekolah menengah, Mamdani berkuliah di Bowdoin College di Maine dengan mengambil bidang studi Afrika. Di situlah ia lantas membentuk cabang dari Students for Justice in Palestine.

Organisasi mahasiswa ini mendukung hak-hak rakyat Palestina. Kebijakan Israel yang dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) turut dikritik.

Sementara itu, Mamdani juga menyimpan bakat seni di bidang musik. Ia pernah mengeluarkan single berjudul "Nani" pada 2019. Ia mengambil nama panggung Mr. Cardamom.

Selesai menyelesaikan kuliah, Mamdani menjadi konselor pencegahan penyitaan rumah dan perumahan. Ia membantu pemilik rumah nonkulit putih dan memiliki pendapatan rendah di Queens agar tidak terusir dari rumah mereka.

Profesi ini membuat Mamdani memahami masalah pelanggaran HAM. Dari situ, ia ingin terjun di dunia politik dan menjadi pejabat. Dengan jalan itulah, Mamdani yakin lebih mudah membantu kaum lemah menggunakan kekuasaan yang dimiliki.

Akhirnya Mamdani bergabung dengan Democratic Socialists of America (DSA) pada 2017. Ia aktif berkampanye membantu kandidat Dewan Kota New York Khader El-Yateem. Ia terpilih menjadi anggota Majelis New York pada 2020.

Mamdani lalu mengumumkan pencalonan dirinya untuk mengikuti pilkada Wali Kota New York pada 23 Oktober 2024 dengan merilis video kampanye lewat media sosial X (@ZohranKMamdani). Ia turut mendaftar ke Dewan Keuangan Kampanye Kota sebagai bagian dari pencalonannya.

Singkat cerita, pada pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, Mamdani berhasil mengungguli para kandidat lainnya, termasuk Andrew Cuomo pada 24 Juni 2025. Mamdani terpilih sebagai kandidat Wali Kota New York dari Demokrat

Mamdani memiliki usulan pengenaan pajak tetap sebesar 2 persen untuk warga New York yang berpenghasilan lebih ari 1 juta dolar AS. Selain itu, ia juga memiliki rencana pembangunan dan perumahan perbaikan perumahan umum hingga membuat regulasi lebih ketat pada tuan tanah yang dinilai merugikan di pasar real estate.

Mamdani menjadi kandidat Wali Kota New York yang populer saat ini. Ia akan membuktikan dukungan berbagai pihak kepadanya di pemilihan pada 4 November 2025.

Mamdani Digoyang Isu Rasisme dan Islamofobia

Kandidat Wali Kota New York, Amerika Serikat (AS), Zohran Mamdani, digoyang isu deportasi jelang pemilihan kepada daerah (pilkada) yang berlangsung 4 November 2025.

Anggota Kongres AS Randy Fine dari Florida dan Andy Ogles dari Tennessee dari Partai Republik mendesak departemen kehakiman untuk menyelidiki proses kewarganegaraan Mamdani. Fine meminta pemerintahan federal meninjau setiap proses naturalisasi dalam 30 tahun terakhir yang dimulai dari Mamdani.

"Saya rasa kita perlu mencermati bagaimana orang-orang ini menjadi warga negara, dan jika ada penipuan atau pelanggaran aturan, kita perlu mencabut status naturalisasi dan mendeportasi mereka," kata Fine dikutip The Guardian dari New York Post, Minggu (26/10/2025)

Sementara itu, Ogles mendesak departemen kehakiman menyelidiki Mamdani dan menyerukan untuk mendeportasinya. Alasannya, Mamdani tidak mengungkapkan telah bergabung dengan Sosialis Demokrat Amerika (DSA) dalam proses naturalisasi. DSA dianggap sebagai organisasi komunis.

Aksi tersebut mendapat penentangan dari pejabat Partai Demokrat dan kelompok pendukung hak-hak sipil muslim. Kedua anggota kongres tersebut dinilai melakukan tindakan rasis dan anti-muslim (islamofobia).

Selain itu, Mamdani yang berasal dari Partai Demokrat juga mendapatkan serangan dari kandidat independen Andrew Cuomo yang mengaitkannya dengan peristiwa 11 September 2001.

"Semoga saja tidak terjadi 9/11 lagi," kata Cuomo. "Bisakah Anda bayangkan Mamdani yang duduk di kursi itu?"

Mamdani menanggapi berbagai serangan tersebut sebagai tindakan anti-muslim yang dinormalisasi saat ini. Sikap anti-muslim telah menjadi endemik di AS.

"Saya pikir islamofobia adalah sesuatu yang endemik dalam politik di seluruh negeri ini," ujar Mamdani saat wawancara dengan MSNBC.

Zohran Mamdani adalah kandidat wali kota New York muslim yang difavoritkan saat ini. Ia berhadapan dengan Curtis Sliwa dari Partai Republik dan Andrew Cuomo.

Temukan berbagai berita internasional lainnya melalui tautan berikut:

Kumpulan Berita Internasional

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Flash News
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Iswara N Raditya