tirto.id - Mathius Fakhiri terpilih menjadi Gubernur Papua periode 2025-2030 menurut perolehan suara hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis (21/8/2025). Simak profil dan rekam jejak mantan Kapolda Papua ini.
Sesuai hasil rekapitulasi KPU Papua terhadap PSU Pilkada Gubernur Papua 2024, pasangan Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen menang tipis dengan selisih 4.134 suara.
Dengan perolehan suara itu, Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen memperoleh 50,4 persen suara PSU, lebih banyak dari pasangan Benhur Tomi Mano-Constan Karma yang mendapatkan 49,6 persen suara.
Sebelumnya, hasil Pilkada Gubernur Papua dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Maret lalu. Hal ini imbas pelanggaran administratif dalam pendaftaran calon gubernur nomor urut 1, Yermias Bisai.
Dalam persidangan, Yermias Bisai ditengarai memiliki ketidaksesuaian dokumen kependudukan yang menyebabkan tidak cocoknya alamat domisili dengan wilayah penerbit beberapa surat keterangan (suket) untuk pencalonan.
MK kemudian memutuskan hasil Pilkada Gubernur Papua 2024 yang terselenggara pada November tahun lalu batal. MK kemudian menganulir pencalonan Yermias Bisai dan memerintahkan KPU untuk menggelar pemungutan suara ulang.
Setelah dilakukan pemungutan ulang pada 6 Agustus lalu, pasangan nomor urut 2, Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen meraih suara terbanyak, mengalahkan pasangan nomor urut 1 yang sebelumnya dianggap menang.
Profil Gubernur Papua Mathius Fakhiri: Dari Polisi hingga Politik
Mathius Derek Fakhiri merupakan seorang purnawirawan Polri berpangkat Komisaris Jenderal. Semasa masih berdinas jadi polisi, Mathius pernah menjabat sebagai Kapolda Papua pada 2021-2024.
Mathius lahir di Manokwari Selatan pada 6 Januari 1968. Masa kecilnya sering berpindah, mengingat ayahnya merupakan polisi yang kerap berpindah tugas di Papua.
Kariernya sebagai polisi bermula setelah ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI)—akademi anggota militer sebelum pemisahan TNI-Polri—pada 1990.
Sejak lulus dari AKABRI, Mathius kemudian ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia. Dari tugas pertama sebagai Pamapta Polresta Banjarmasin di Kalimantan Selatan, ia pernah ditempatkan ke Markas Korps Brimob Polri di Depok, hingga kembali ke Papua.
Di Papua, kariernya semakin menanjak hingga menjadi Wakapolda Papua pada 2020, sebelum diangkat menjadi Kapolda Papua pada 2021.
Selama menjadi polisi, Mathius terlibat dalam sejumlah operasi yang menonjol, seperti pengungkapan kasus penyelundupan senjata api dan penangkapan komandan operasi TPN/OPM di Kabupaten Puncak.
Kemudian pada 2024 lalu, Mathius mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di penghujung karier kepolisiannya itu, Mathius diangkat menjadi Komisaris Jenderal dan menjadi perwira tinggi.
Lalu, menjelang Pilkada Gubernur Papua 2024, Mathius mengajukan pensiun dini karena maju sebagai calon gubernur.
Pencalonan Mathius diusung oleh koalisi besar, yakni Golkar, NasDem, Demokrat, PAN, Perindo, Gerindra, PKB, PKS, PPP, PSI, Hanura, Gelora, Partai Buruh, Garuda, dan PBB.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































