Menuju konten utama

Profil M. Ikhlas Thamrin Founder Bobibos & Penemu Kompor Pulsa

Muhammad Ikhlas Thamrin adalah founder Bobibos dan penemu kompor listrik. M. Ikhlas Thamrin merupakan lulusan Fakultas Hukum UNS Solo.

Profil M. Ikhlas Thamrin Founder Bobibos & Penemu Kompor Pulsa
M. Ikhlas Thamrin, founder Bobibos. FOTO/ UNS Official
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Profil M. Ikhlas Thamrin sebagai founder Bobibos sekaligus penemu kompor pulsa menyita perhatian banyak orang di tengah munculnya inovasi baru BBM Bobibos.

Bobibos merupakan inovasi energi alternatif yang diklaim terbuat dari bahan baku jerami, limbah pertanian yang umum digunakan untuk pakan ternak. Energi alternatif ini diluncurkan pada pada Minggu (2/11/2025) atas nama PT Inti Sinergi Formula.

Penemuan BBM Bobibos dilakukan oleh M. Ikhlas Thamrin selaku founder Bobibos bersama tim kurang lebih satu dekade. Selama proses tersebut, M. Ikhlas Thamrin sempat meneliti sumber biomassa lain, seperti mikroalga.

Namun, pada akhirnya M. Ikhlas Thamrin memilih Jerami sebagai bahan baku dengan alasan efisiensi biaya dan hasil energi.

Profil M. Ikhlas Thamrin: Lulusan UNS Solo

Ikhlas Thamrin merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2001. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 2025.

Semasa kuliah, M. Ikhlas Thamrin pernah demo di Jakarta untuk menolak kenaikan BBM. Usai lulus kuliah, ia ingin berkontribusi terhadap energi terbarukan di Indonesia.

“Saya ingat betul pernah berdemo di Jakarta untuk menolak kenaikan harga BBM. Namun, setelah lulus saya mulai berpikir apa yang dapat saya lakukan untuk memberi solusi perihal energi,” ujar M. Ikhlas Thamrin, mengutip laman UNS, Kamis (14/11).

Ketertarikan dirinya dalam menciptakan energi terbarukan berangkat dari mahalnya energi di Indonesia dan rentan langka. Tak hanya itu, mayoritas energi di Indonesia dinilai tidak ramah lingkungan.

Berangkat dari tekat tersebut, M. Ikhlas Thamrin bersama tim melakukan riset energi mulai tahun 2007. Kemudian, pada tahun 2015, M. Ikhlas Thamrin dan tim berhasil mendirikan PT Baterai Freeneg Generasi.

PT Baterai Freeneg Generasi adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan baterai listrik dengan teknologi freeneg. Perusahaan ini berkantor di Jalan Raya Kartasura Km. 08, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hasil riset M. Ikhlas Thamrin dan tim menghadirkan solusi energi berupa listrik berbasis pulsa. Dia berhasil menciptakan produk berupa kompor dan motor pulsa dengan sistem pulsa token.

Solusi energi tersebut menawarkan pengguna untuk menggunakan pulsa token dalam menyalakan kompor dan motor. Dengan begitu, pengguna tidak perlu mencari stasiun pengisian listrik umum untuk mengisi daya produk jika baterai habis.

Solusi energi tersebut patennya sudah diberikan oleh International Certificate Testing Technology (ICTT). Kompor dan motor pulsa menjadi produk awal M. Ikhlas Thamrin untuk menciptakan ekosistem listrik di Indonesia pada tahun 2030.

Saat ini, M. Ikhlas Thamrin menjabat sebagai Direktur Utama PT Baterai Freeneg Generasi. Di perusahaan tersebut, M. Ikhlas Thamrin menggeluti inovasi teknologi, kedaulatan manufaktur, dan digitalisasi sistem ekonomi.

BBM Bobibos

BBM Bobibos. instagram/Bobibos

Sementara itu bahan baku jerami yang digunakan untuk membuat BBM Bobibos perlu diolah terlebih dahulu. Setelah jerami dikumpulkan dari petani, jerami perlu dijemur terlebih dahulu hingga kadar airnya berada di bawah 10 persen.

Jerami yang sudah dijemur kemudian dimasukkan ke mesin ekstraktor untuk proses pemecahan struktur organik. Hal ini dulakukan dengan menambahkan enzim biokimia dan serum khusus untuk memecah selulosa menjadi gula sederhana. Ini merupakan tahap krusial untuk mengubah jerami menjadi bahan baku bioenergi.

Setelah itu, gula hasil pemecahan difermentasi selama 48 hingga 72 jam dengan bantuan bakteri khusus agar menghasilkan etanol selulosa generasi kedua atau cellulosic ethanol.

Etanol ini kemudian dimurnikan menggunakan teknologi reverse osmosis untuk mencapai kadar kemurnian di atas 99 persen. Setelah itu, bahan bakar dicampur dengan aditif nabati agar setara dengan RON 98. Dari proses tersebut, lahirlah dua varian Bobibos, yakni bahan bakar untuk mesin bensin dan solar.

Bobibos belum dipasarkan secara luas. Namun, pihak Bobibos mengkliam bahwa harga Bobibos cenderung lebih murah dibanding bahan bakar lain yang umum beredar di pasaran.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo