tirto.id - Imanol Machuca merupakan pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang disangkal oleh FIFA. Penyerang klub Velez Sarsfield itu disebut tak punya leluhur dari Negeri Jiran. Lantas, bagaimana penelusuran faktanya?
Imanol Javier Machuca adalah 1 dari total 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang disanksi FIFA larangan bermain selama 1 tahun penuh.
Hal ini merupakan imbas dari kasus dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan sejumlah pemain naturalisasi Malaysia.
Kasus itu terkuak setelah FIFA merilis pernyataan untuk memberikan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan 7 pemain naturalisasinya pada 26 September 2025.
Kemudian, dalam surat keputusan Komite Disiplin FIFA tertanggal 6 Oktober 2025, sebanyak 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia, termasuk Imanol Machuca, resmi diberi sanksi larangan bermain selama 1 tahun penuh.
Dalam surat Komite Disiplin FIFA itu, dokumen akta kelahiran nenek Imanol Machuca, yang jadi syarat naturalisasi, dianggap telah direkayasa.
Belakangan, media Argentina merilis laporan tentang dokumen akta kelahiran asli dari nenek sang pemain.
Benarkah Nenek Imanol Machuca Lahir di Malaysia?
Berdasarkan surat keputusan Komite Disiplin FIFA, pengajuan status kelayakan (eligibility) Imanol Machuca sebagai pemain timnas Malaysia bermula pada 6 Juni 2025.
Pada tanggal tersebut, FAM mengirimkan surat permohonan status kelayakan Machuca kepada FIFA. Dalam surat tersebut, FAM melampirkan akta kelahiran nenek Imanol Machucha sebagai bukti kelayakan.
Lampiran akta kelahiran yang dikirim FAM itu menyebut bahwa nenek Imanol Machuca, Concepcion Agueda Alaniz, lahir pada 16 Agustus 1954 di Penang, Malaysia.
Akan tetapi, akta kelahiran nenek Imanol Machuca itu disebut Komite Disiplin FIFA palsu dan telah direkayasa.
Concepcion Agueda Alaniz disebut bukan kelahiran Malaysia, tetapi Roldan, sebuah kota kecil di Provinsi Santa Fe, Argentina.
Pada Kamis (30/10) lalu, keputusan FIFA itu dibenarkan oleh media Argentina, Capital De Noticias (CDN).
Media yang mengkhususkan diri pada isu seputar Santa Fe itu merilis laporan yang menunjukkan akta kelahiran asli dari moyang pemain naturalisasi Timnas Malaysia lainnya, Facundo Garces.
Dalam laporan itu, dokumen akta kelahiran kakek Facundo Garces ternyata tercatat oleh Catatan Sipil Argentina. Di sana, tak ada kata Malaysia maupun Penang. Kakek Facundo Garces disebut dokumen itu sebagai orang asli Argentina.
Pun, asal usul kakek Facundo Garces juga tak terikat dengan Malaysia, melainkan Spanyol.
Sementara itu, Facundo Garces dan Imanol Machuca merupakan dua pesepakbola kelahiran Santa Fe, Argentina.
Sebelum mendapatkan sanksi larangan bermain, Imanol Machuca merupakan pemain klub liga teratas Argentina, Club Atletico Velez Sarsfield.
Jika tidak disanksi, ia seharusnya tengah mengarungi paruh musim clausura di Argentina sebagai pemain klub asal Kota Buenos Aires itu.
Pemain sayap kelahiran tahun 2000 itu sebenarnya merupakan salah satu pemain inti Velez Sarsfield untuk mengarungi paruh musim clausura 2025.
Ia tampil dalam 7 laga clausura bersama Velez Sarsfield, berhasil mengemas 1 gol dan 1 asis.
Ia juga tampil 5 kali dalam laga Copa Libertadores, membawa Velez masuk 16 besar sebelum kalah di perempat final ketika melawan Racing Club pada September lalu.
Untuk musim 2025, Imanol Machuca bermain untuk Velez Sarsfield sebagai pemain pinjaman dari klub Serie A Brasil, Fortaleza Esporte Clube.
Machuca memiliki kontrak dengan Fortaleza sejak musim 2023 lalu. Sejak itu pula ia bermain di Serie A Brasil. Selam dua musim membela Fortaleza, Imanol telah mengemas 31 laga dengan 3 gol dan 1 asis.
Namun, pada musim ketiga, ia kembali ke negara asalnya, Argentina, ketika menerima pinangan Velez Sarsfield dengan status pinjaman.
Sebagai pemain asal Santa Fe, Imanol Machuca meniti kariernya di sepak bola bersama klub asal kota tersebut, yakni Club Atletico Union.
Klub berjuluk El Tate itu merupakan klub profesional pertama Imanol Machuca sebagai pemain sepak bola.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































