tirto.id - Tiga petinggi FAM Malaysia mendapatkan jabatan kepengurusan FIFA di tengah skandal naturalisasi yang melanda sepak bola negeri jiran.
Mereka adalah Presiden Kehormatan Football Association of Malaysia (FAM) Tan Sir Hamidin Mohd Amin, Wakil Presiden FAM Datuk S. Sivasundaram, dan Ketua Komite Sepak Bola Wanita FAM Datuk Suraya Yaacob.
Sebelumnya, FIFA telah membuktikan bahwa ada 7 pemain naturalisasi Malaysia yang dokumennya dipalsukan. Induk sepak bola dunia itu, bahkan sudah menjatuhkan sanksi kepada FAM maupun para pemain yang bermasalah.
3 Petinggi FAM Malaysia Dapat Jabatan FIFA di Tengah Skandal Naturalisasi
Tan Sri Hamidin diangkat sebagai delegasi Komite dan Komunikasi FIFA. Ini menjadi jabatan keduanya setelah menjabat sebagai anggota Dewan FIFA.
Hamidin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan FIFA kepadanya. Ia menekankan komitmennya untuk menjalankan peran delegasi Komite dan Komunikasi FIFA.
“Saya berkomitmen untuk menjalankan tugas-tugas dengan penuh dedikasi, memastikan bahwa kita terus menjaga transparansi, profesionalisme, dan kemajuan dalam komunikasi sepak bola di tingkat tertinggi. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk berkontribusi secara positif terhadap visi FIFA dan lebih mengangkat nama Malaysia di kancah dunia,” katanya dilansir Scoop dikutip Jumat (10/10).
Sementara itu, S. Sivasundaram ditunjuk sebagai anggota Komite Pengembangan Teknis, Inovasi, dan Transformasi FIFA. Ia menggambarkan pengangkatan tersebut sebagai pengakuan atas kerja keras selama bertahun-tahun.
“Saya berterima kasih kepada Tan Sri Hamidin dan Presiden FIFA Gianni Infantino atas kesempatan ini. Penunjukan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola secara global,” katanya.
“Saya berencana untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh dari mengelola sepak bola lokal untuk membantu memperkuat inisiatif pengembangan teknis FIFA. Saya juga berencana untuk memperdalam pemahaman saya tentang teknologi VAR dan menjajaki cara implementasinya secara efektif di liga Malaysia guna meningkatkan standar pertandingan dan keadilan,” tambahnya.
Adapun Datuk Suraya mendapat tugas di Komite Kompetisi Timnas Wanita FIFA. Terkait penunjukan jabatan di FIFA, Suraya menuturkan bahwa sepak bola Malaysia masih diperhitungkan di tingkat global meski tengah diterpa kontroversi.
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk ditunjuk ke dalam komite-komite ini. Kami tidak melihat ini sebagai pencapaian pribadi, melainkan sebagai pengakuan atas semakin kuatnya kehadiran Malaysia di kancah sepak bola dunia. Meskipun ada kontroversi yang sedang berlangsung, komitmen kami untuk mengembangkan olahraga ini tidak pernah goyah," katanya.
“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin dan membantu meningkatkan standar sepak bola wanita di Malaysia. Saat ini kami berada di peringkat ke-92 dunia, dan tujuan saya adalah membantu tim naik peringkat dengan fokus pada pengembangan pemain, eksposur, dan pengalaman kompetitif,” tambahnya.
Selain mereka, Sekjen AFC Datuk Seri Windsor Paul John juga telah bergabung dengan Kelompok Koordinasi Konfederasi FIFA. Sementara itu, Dr. Gurcharan Singh masih menjabat sebagai anggota Komite Medis FIFA.
Berita internasional terbaru tentang berbagai judul mulai olahraga hingga politik dapat dilihat melalui tautan sebagai berikut:
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























