tirto.id - Badan sepak bola dunia (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia, terkait kasus dokumen palsu. Keputusan tersebut dirilis FIFA pada Selasa (7/10/2025) dini hari tadi.
Sejatinya pada 26 September 2025 lalu FIFA sudah terlebih dulu melayangkan ancaman hukuman kepada FAM terkait kasus dokumen palsu pemain naturalisasi. Ketika itu FIFA memberi jeda 10 hari bagi FAM untuk melengkapi dokumen.
Adapun 7 pemain naturalisasi yang tersangkut kasus ini adalah: Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vítor Brandão Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Héctor Alejandro Hevel Serrano.
Alih-alih mengirim pembelaan dan menyerahkan dokumen resmi, dalam rentang waktu tersebut FAM justru mengeluarkan pernyataan bahwa telah terjadi kesalahan teknis ketika penyerahan dokumen yang dilakukan pihak administrasi mereka.
Pihak FAM juga tetap bersikukuh bahwa 7 pemain naturalisasi baru Tim Harimau Malaya adalah warga negara Malaysia yang sah. FAM menyebut mereka memilih untuk menunggu terlebih dulu keputusan FIFA usai jeda 10 hari terlewat.
FIFA kemudian merilis surat keputusan dengan nomor FDD-24394 setebal 19 halaman terkait kasus pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia, pada Selasa (7/10/2025) dini hari.
FIFA secara spesifik menyebut hasil investigasi yang sudah mereka lakukan. Mereka melampirkan daftar pemain naturalisasi lengkap dengan tempat lahir.
Begitu pula dengan dokumen yang menjadi masalah atau dipalsukan, yakni tempat lahir kakek/nenek. Sebagaimana regulasi FIFA hanya membolehkan seorang pemain berhak memperkuat tim nasional berdasar darah keturunan maksimal generasi ke-2.
Hasil investigasi FIFA menemukan bahwa ada upaya pemalsuan tempat lahir kakek/nenek dari ke-7 pemain naturalisasi tersebut, yang semuanya lahir di luar Malaysia.
Berikut daftar tempat lahir 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia:
- Gabriel Felipe Arrocha: Santa Cruz de la Palma, Spanyol
- Facundo Tomás Garcés: Santa Fe, Argentina
- Rodrigo Julián Holgado: Buenos Aires, Argentina
- Imanol Javier Machuca: Rosario, Argentina
- João Vítor Brandão Figueiredo: São Paulo, Brasil
- Jon Irazabal Iraurgui: Bilbao, Spanyol
- Héctor Alejandro Hevel Serrano: Leidschendam, Belanda
Berikut tempat lahir kakek/nenek 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang dipalsukan:
- María Belen Concepción Martín kakek/nenek Gabriel Felipe Arrocha, lahir di Santa Cruz de la Palma (Spanyol), diubah menjadi Malaka (Malaysia).
- Carlos Rogelio Fernandez kakek/nenek Facundo Tomás Garcés, lahir di Villa María Selva, Santa Fé de la Cruz (Argentina), diubah menjadi Penang (Malaysia).
- Omar Eli Holgado Gardon kakek/nenek Rodrigo Julián Holgado, lahir di Caseros, Buenos Aires (Argentina), diubah menjadi George Town (Malaysia)
- Concepción Agueda Alaniz kakek/nenek Imanol Javier Machuca, lahir di Roldán (Argentina), diubah menjadi Penang (Malaysia).
- Nair de Oliveira kakek/nenek João Vítor Brandão Figueiredo, lahir di Abre Campo (Brasil), diubah menjadi Johore (Malaysia).
- Gregorio Irazabal y Lamiquiz kakek/nenek Jon Irazabal Iraurgui, lahir di Villa de Guernica y Luno, Viscaya (Spanyol), diubah menjadi Kuching, Sarawak (Malaysia).
- Hendrik Jan Hevel kakek/nenek Héctor Alejandro Hevel Serrano, lahir di The Hague (Belanda), diubah menjadi Mallaca Straits Settlements (Malaysia)
Terkait hal ini FIFA kemudian merilis 5 poin keputusan untuk FAM dan 7 pemain naturalisasi yang tersangkut kasus tersebut.
Pertama, FAM dan 7 pemain dianggap bersalah melanggar pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.
Kedua, FAM dikenakan denda sejumlah 350 ribu Franc Swiss (Rp7,3 miliar).
Ketiga, masing-masing pemain naturalisasi yang terkait kasus ini dikenakan denda 2000 Franc Swiss (Rp41,7 juta).
Keempat, para pemain yang tersangkut kasus naturalisasi dikenai skorsing dari sepak bola dalam durasi 12 bulan, terhitung sejak keputusan keluar.
Kelima, pembayaran denda terkait kasus ini mesti dibayarkan dalam waktu 30 hari, terhitung sejak hari pemberitahuan.
Keputusan resmi FIFA yang menyebut Timnas Malaysia telah menggunakan para pemain ilegal tentu saja bakal berbuntut panjang, pasalnya mereka juga sempat melangsungkan beberapa pertandingan di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Namun sampai saat ini belum ada informasi lanjutan dari badan sepak bola Asia (AFC) terkait nasib Timnas Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Pasalnya sebelum ini Tim Harimau Malaya sudah melakoni 2 laga di kualifikasi AFC 2027 kontra Vietnam dan Nepal, yang seluruhnya berujung kemenangan.
Keputusan resmi FIFA terkait kasus pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia, bisa dilihat melalui tautan ini.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























