Menuju konten utama
FIFA

Kronologi Usulan FIFA Jual Saham Piala Dunia & Penolakan UEFA

UEFA menolak niat FIFA menjual saham Piala Dunia demi mengeruk dana lebih banyak. Bagaimana kronologinya dan apa itu FFE badan baru yang akan dibuat FIFA?

Kronologi Usulan FIFA Jual Saham Piala Dunia & Penolakan UEFA
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Piala Dunia 2026 dan menanggapi sejumlah isu yang berkembang seperti keikutsertaan Timnas Iran hingga persoalan VISA. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kronologi usulan FIFA yang berniat menjual saham Piala Dunia dimulai pada 28 Juli 2026 lalu melalui press release yang dikeluarkan FIFA. Rencana tersebut lantas memicu reaksi berupa penolakan keras dari UEFA.

FIFA (The Fédération Internationale de Football Association) merupakan induk sepak bola dunia dan membawahi 211 negara asosiasi anggota. FIFA juga merupakan badan yang menyelenggarakan kompetisi besar seperti Piala Dunia.

Sedangkan UEFA (Union of European Football Associations) adalah induk sepak bola Eropa atau yang membawahi negara-negara anggota sepak bola Eropa. UEFA merupakan pihak yang menjalankan kompetisi seperti Piala Eropa, Liga Champions, Europa League, maupun Conference League.

Pada 28 Juli 2026 lalu FIFA mengeluarkan press release mengenai niatan mereka membentuk FFE (FIFA Forward Enterprise). FFE dibentuk dengan maksud membuka jalan untuk mendapatkan lebih banyak dana dari hak siar dan sponsor untuk seluruh turnamen di bawah naungan FIFA, termasuk Piala Dunia.

Sedangkan FIFA masih akan fokus pada tugas utamanya mengelola sepak bola dunia dari sisi teknis. Menurut The Athletic, FIFA juga akan menjadi pemegang saham terbesar FFE.

FIFA berdalih bahwa pembentukan FFE juga akan mendukung kegiatan operasional semua negara anggota. Dalam artian, dana yang didapatkan dari FFE nanti akan didistribusikan ke negara anggota termasuk PSSI.

Nilainya pun tidak main-main. Dari yang saat ini berada di angka USD 8 juta akan meningkat menjadi USD 20 juta untuk periode 2027-2030 yang bisa dimanfaatkan negara anggota membangun sepak bola mereka termasuk infratsruktur. Jumlah itu bisa terus bertambah secara bertahap nantinya.

Bank dunia seperti JP Morgan berperan sebagai penasihat utama FIFA dalam peluncuran proyek FFE. Lalu ada Thrive Eternal, sebuah perusahaan investasi jangka panjang yang didirikan Joshua Kushner, saudara dari menantu Donald Trump yaitu Jared Kushner, menjadi pemimpin kelompok investor untuk FFE.

"Sebagai badan global, FIFA bertanggung jawab untuk memastikan sepak bola bisa menjangkau seluruh dunia dan nilai yang diciptakan bisa mendukung federasi dan komunitas di mana saja. Tahap perkembangan berikutnya membutuhkan badan yang dibangun untuk niatan itu, salah satunya fokus di sisi komersial dan bisnis dengan nilainya bisa dibagikan lebih baik ke seluruh dunia," demikian menurut FIFA dalam keterangan resminya.

"Setiap negara anggota FIFA harus punya kesempatan untuk mendapatkan pendanaan yang adil untuk membentuk masa depannya sendiri dan tidak bergantung kepada yang lain. Ini semua tentang demokrasi sepak bola dunia."

Tapi perlu diketahui bahwa FFE baru akan terbentuk apabila mendapatkan banyak dukungan dari negara anggota FIFA. Menurut laporan The Athletic, Gianni Infantino selaku Presiden FIFA telah mengirim proposal kepada seluruh negara anggota. Diharapkan sudah ada keputusan pada 19 September 2026 agar pendanaan bisa dimulai pada tahun 2027.

Masalahnya adalah, menurut laman The Times, salah satu usaha mendapatkan tambahan uang itu berasal dari rencana menjual saham Piala Dunia. Apalagi ada keterlibatan dari Trump atau orang dekatnya dalam rencana pendirian FFE ini.

Sebagai pengingat, Trump memang sudah menciptakan banyak kontroversi dan dianggap terlalu ikut campur urusan sepak bola. Utamanya saat Piala Dunia 2026 lalu yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Beberapa kontroversi yang dibuat Trump seperti soal partisipasi Timnas Iran. Trump sempat meminta Timnas Iran seharusnya tidak ikut Piala Dunia 2026 karena pada saat itu Iran dan Amerika Serikat sedang berperang.

Lalu soal Folarin Balogun, striker Timnas Amerika Serikat yang mendapatkan kartu merah di laga babak 32 besar melawan Bosnia. Seharusnya, Balogun absen di babak 16 besar melawan Belgia. Tapi nyatanya, hukuman itu ditunda oleh FIFA setelah adanya telepon dari Trump kepada Infantino.

Protes Timnas Belgia dianggap angin lalu oleh FIFA. UEFA pun juga melontarkan kecaman namun Balogun tetap bisa bermain di laga melawan Belgia. Tapi, keadilan diterima Belgia saat mereka menang 4-1 dan menyingkirkan Amerika Serikat dari turnamen.

Melihat rekam jejak tersebut dan adanya potensi kerusakan sepak bola akibat keserakahan Infantino dan FIFA, UEFA menjadi yang pertama menolak dibentuknya FFE. Menurut UEFA, keaslian sepak bola tidak seharusnya dijadikan alat tukar dalam bentuk apapun. Lagipula menurut UEFA, FIFA bukan pemilik sepak bola.

"Tidak seharusnya badan sepak bola melewati batas seperti ini. UEFA menganggap ini hal yang serius. Sikap yang sama juga harus diambil negara anggota, juga semua pemangku kepentingan seperti liga, klub, para pemain, suporter, pemerintah, dan semua yang peduli dengan masa depan sepak bola," bilang UEFA di akun Instagram @uefa tidak lama setelah adanya press release dari FIFA dan laporan The Times.

"Jiwa dan tata kelola sepak bola adalah sesuatu yang tidak bisa ditukar, terutama saat tidak ada transparansi atas siapa yang akan mendapatkan keuntungan finansial. Tidak ada dari kita yang menjadi pemilik sepak bola. FIFA juga tidak berhak menjualnya."

Dalam press release FIFA, memang disebutkan bahwa negara anggota akan mendapatkan suntikan dana signifikan. Namun ingat, FIFA memiliki sejarah buruk jika bicara soal keuangan dan korupsi termasuk sejak era Presiden Sepp Blatter.

"Hari ini kita mengetahui soal batas waktu dari FIFA kepada negara anggota soal proposal mereka atau penawaran itu akan dicabut. Hal itu sudah menjelaskan semua tentang rencana ini," tambah UEFA di akun @uefa pada hari Kamis 29 Juli.

"Setelah berdiskusi dengan banyak pemangku kepentingan di seluruh dunia sepak bola, UEFA memahami bahwa ada penentangan yang signifikan dan terus meningkat terhadap skema FIFA. FIFA tidak bisa terus menggunakan sepak bola untuk memperkaya diri mereka sendiri dan teman-teman mereka. Kita dapat mengembangkan olahraga ini dengan benar. Sudah saatnya memprioritaskan asosasi, klub, liga, pemain, fans."

Tidak lama setelah pernyataan kedua dari UEFA, Infantino melalui akun Instagram miliknya yaitu @gianni_infantino mengeluarkan sikap. Infantino kembali menegaskan peran FFE bagi negara anggota. Namun di sisi lain, pendirian FFE adalah sebuah opsi, bukan kewajiban.

"Ini adalah kesempatan emas untuk mempercepat pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Tapi ini hanya sebuah tawaran, bukan kewajiban. Pilihan ada di tangan negara anggota FIFA dan kami siap berdiskusi dengan semua orang," kata Infantino.

Baca juga artikel terkait SEPAK BOLA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama