Menuju konten utama

Sepak Bola Gajah & Kisah Indonesia vs Thailand di Piala AFF 1998

Istilah sepak bola gajah bergema usai 2 laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang diisi 17 gol. Bagaimana kisah Indonesia vs Thailand di Tiger Cup 1998?

Sepak Bola Gajah & Kisah Indonesia vs Thailand di Piala AFF 1998
Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny (tengah). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 dalam laga terakhir Grup A Divisi 1 turnamen tersebut pada Kamis (1/10/2026) di SUGBK, Jakarta. Skuad Garuda finis di peringkat pertama grup mereka berkat keunggulan produktivitas gol dari Malaysia, yang pada saat bersamaan, menenggelamkan Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat.

Timnas Indonesia dan Malaysia memang sama-sama punya 7 angka di klasemen akhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Skuad Garuda total punya 11 gol dan kemasukan 2 kali. Tim asuhan John Herdman mencetak 2 gol lebih banyak daripada Malaysia, yang total punya koleksi 9 gol tanpa kebobolan sekali saja.

Di babak pertama, Timnas Indonesia sudah memimpin 6-1 atas Bangladesh. Namun, 3 gol Skuad Garuda baru terjadi setelah menit 90. Sementara itu, dalam laga Malaysia kontra Singapura, Harimau Malaya unggul 2-0 di babak pertama. Sisa 4 gol tambahan Malaysia terjadi dalam 28 menit terakhir laga.

Timnas Indonesia lolos final FIFA ASEAN Cup 2026

Pesepak bola Timnas Indonesia Luke Vickery (kiri) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Timnas Indonesia lolos final FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Bangladesh dengan skor akhir 9-2. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Kemenangan Malaysia, tim peringkat 136 FIFA, atas Singapura yang ranking 148, dengan angka yang masif, jadi perbincangan banyak orang. Tidak hanya warganet, tetapi juga pandit sepak bola Indonesia.

Dalam podcast "Warga Lokal Live Reaction FIFA ASEAN Cup #11: Indonesia vs Bangladesh" yang diunggah di kanal Justinus Lhaksana @CoachJustinl28, pembahasan soal selisih gol yang besar itu pun terurai.

"Kita (Indonesia) ini emang layak menang (lawan Bangladesh dengan skor 9-2) karena emang lawannya (punya rangking FIFA) rendah banget. Tapi kalau Singapura dibantai 6-0 (oleh Malaysia) itu gua curiga sih. Karena masalahnya Singapura tuh posisinya masih punya peluang lolos," ujar pandit Yusuf Kurniawan.

"Kita lihat Singapura main kayak apa kok. Memang di bawah kita, di bawah Malaysia, tapi nggak (kalah) 6-0 juga," tambah Justinus Lhaksana.

Dalam pantauan di akun Instagram Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), netizen Indonesia tampak membanjiri unggahan soal hasil akhir laga yang berakhir 6-0. Tercatat hingga Jumat (2/10) siang ada sekitar 3.000 komentar lebih di unggahan tersebut.

Di sisi lain, FAM menyoroti soal tambahan waktu di babak kedua laga Timnas Indonesia vs Bangladesh. yang awalnya terlihat hanya 2 menit jadi 7 menit. FAM sudah melayangkan protes lewat pernyataan terbuka mereka di akun IG mereka.

"Pertandingan tersebut melibatkan periode waktu tambahan selama dua menit, yang kemudian diubah menjadi tujuh menit. Dalam hal ini, FAM akan mengajukan permintaan resmi kepada FIFA untuk menjelaskan dasar, prosedur, dan kondisi yang menyebabkan perubahan periode waktu tambahan," tulis FAM pada Jumat (2/10/2026).

Sepanjang sejarah, kekalahan terbesar Bangladesh terjadi 2 kali, yaitu dibobol Korea Selatan 9-0 pada 1979 serta dicukur habis oleh Iran pada 1982 dengan skor yang sama-sama 9-0. Bangladesh menempati ranking FIFA ke-182 atau berjarak 65 peringkat dari Indonesia yang menempati posisi 117 dunia. Sementara itu, Singapura tercatat mengalami kekalahan terbesar dengan skor 0-9 lawan Burma pada 1969.

Sepak Bola Gajah dan Tragedi Indonesia di AFF 1998

Salah satu istilah yang mengemuka setelah laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 adalah sepak bola gajah. Ungkapan ini biasanya merujuk pada pertandingan yang melibatkan kedua tim yang sengaja mengalah atau menghindari kemenangan demi motif tertentu.

Sepak Bola Gajah di level ASEAN pernah terjadi sekitar 27 tahun silam, tepatnya di laga Piala Tiger 1998 (sekarang ASEAN Championship), saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Thailand. Pertandingan kontroversial itu terjadi saat keduanya coba menghindari Vietnam di babak semifinal.

Ilustrasi Wasit

Ilustrasi Wasit. foto/istockphoto

Sebelum laga, Timnas Indonesia memuncaki klasemen Grup A berkat 2 kemenangan beruntun: menekuk Filipina 3-0 di laga pertama, serta menjebol Myanmar 6-2 di laga kedua. Sementara itu, Thailand baru punya 4 angka, hasil dari kemenangan 3-1 lawan Filipina dan imbang 1-1 kontra Myanmar.

Jika Indonesia tidak kalah di laga kontra Thailand, Skuad Garuda bakal berjumpa dengan Vietnam yang sudah pasti jadi runner-up Grup B. Lantas, digelarkan partai Thailand vs Indonesia yang berlangsung 31 Agustus 1998 di Stadion Thong Nhat.

Di babak pertama, tidak ada gol yang tercipta. Namun, 7 menit babak kedua dimulai, Tim Garuda lebih dulu unggul lewat gol Miro Baldo pada menit 52. Thailand menyamakan skor via Kritsada Piandit (menit ke-62).

Memasuki 10 menit terakhir, Indonesia kembali unggul lewat gol Aji Santoso di menit ke-84. Namun, Thailand menyamakan kedudukannya menjadi 2-2 lewat gol Therdsak Chaiman dua menit berselang. Jika skor terhenti di sana, Indonesia akan jadi juara Grup A dengan 7 angka.

Pada menit tambahan waktu, bek Timnas Indonesia, Mursyid Effendi melakukan gol bunuh diri pada menit ke-90 yang membuat Thailand jadi unggul 3-2 atas Garuda. Alhasil, Thailand finis sebagai juara Grup A dengan 7 angka, sedangkan Skuad Garuda finis runner-up dengan 6 poin saja.

Uniknya usai laga tersebut, baik Indonesia maupun Thailand justru tersungkur di babak semifinal. Tim Garuda ditundukkan Singapura dengan skor tipis 2-1, sedangkan Thailand dibobol Vietnam dengan skor 3-0.

Skandal yang melibatkan Timnas Indonesia dan Thailand itu membuat FA kedua negara didenda masing-masing sebesar 40.000 dolar AS oleh FIFA. Sementara itu, Mursyid Effendi diberi hukuman larangan bermain seumur hidup di level internasional.

Sepak bola gajah 28 tahun silam jadi catatan sejarah yang kelam, ketika sepak bola yang semestinya yang menjunjung tinggi semangat kompetitif justru menjadi arena manipulasi demi kepentingan pragmatis.

Tragedi tersebut menjadi pengingat abadi bahwa kecurangan hanya akan mencederai nilai sportivitas serta mencederai martabat sepak bola.

Indonesia Lolos ke Final ASEAN Cup Usai Drama 17 Gol

Di luar perbincangan netizen, komentar pandit, dan protes FAM soal 2 laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, partai Timnas Indonesia vs Bangladesh dan Malaysia kontra Singapura itu sebenarnya menunjukkan kegigihan Skuad Garuda dan Harimau Malaya dalam mencetak gol.

Kedua laga itu menghasilkan total 17 gol: 11 di Jakarta dan 6 di Bandung.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada Kamis (1/10), Timnas Indonesia langsung unggul 3 gol hanya dalam waktu setengah jam. Setelah Mitchell Baker mengemas brace pada menit 11 dan 20, giliran Rizky Ridho yang mengirim tembakan yang berbuah gol pada menit ke-32.

Indonesia kecolongan oleh gol Sahariar Emon ('36) yang membuat skor menjadi 3-1. Namun, Skuad Garuda menambah 3 gol lagi jelang turun minum. Mitchell Baker mencetak gol ketiga dan keempat dalam rentang 5 menit dari menit 37 ke-42. Tandukan Justin Hubner memastikan kedudukan 6-1.

FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia melawan Malaysia

Pesepak bola Tim Nasional Indonesia Kevin Diks (kiri), Maarten Paes (tengah), dan Elkan Baggott (kanan). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/app/kye

Memasuki babak kedua, Indonesia menggempur pertahanan Bangladesh agar bisa menambah gol. Keajaiban terjadi menjelang akhir pertandingan, pemain pengganti Luke Vickery mencetak gol di menit ke-90. Namun, tak lama kemudian, Indonesia kecolongan lagi oleh gol Farhaan Ali Wahid. Alhasil, skor pun berubah menjadi 7-2.

Di babak tambahan waktu, Indonesia kian masif menyerang Bangladesh. Hasilnya, Kevin Diks melebarkan perolehan gol Timnas menjadi 8-2 di menit ke-90+6. Semenit berselang giliran Baker yang mencetak gol kelimanya di menit ke-90+7 meneruskan umpan Romeny. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan Indonesia 9-2.

Di laga lainnya, Malaysia sempat berpesta lebih awal setelah menekuk Singapura dengan skor telak 6-0. Namun, euforia tersebut berubah setelah mengetahui Indonesia menjebol Bangladesh dengan skor yang jauh lebih besar, yakni 9-2.

Berkat hasil tersebut, Timnas Indonesia memastikan diri lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Thailand setelah unggul selisih gol di Grup A. Sementara itu, Malaysia harus menerima kenyataan pahit karena hanya bisa melaju ke partai perebutan peringkat ketiga.

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus