tirto.id - Pertandingan Timnas Indonesia vs Bangladesh dan Malaysia vs Singapura di matchday 3 Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung menegangkan. Total 17 gol tercipta dalam dua pertandingan yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026), malam tersebut.
Sebelum laga dimulai, Malaysia (4 poin), Indonesia (4 poin), dan Singapura (3 poin) sama-sama punya peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Malaysia ada di peringkat 1 karena unggul selisih gol dengan Indonesia. Malaysia punya selisih gol +3 (3-0) dan Indonesia +2 (2-0) di saat aturan head to head tidak berlaku karena hasil imbang saat mereka bertemu.
Normalnya ketika masih memiliki peluang ke final, setiap tim akan berusaha keras mewujudkannya. Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh, negara ranking 182 FIFA. Tapi di laga lainnya, Singapura seolah enggan berjuang keras hingga akhirnya kalah 6-0 dari Malaysia.
Banyak spekulasi kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. John Herdman pun mengaku terkejut Singapura bisa dengan mudah kalah 6-0 dari Malaysia.
"Kami tahu apa yang terjadi dalam pertandingan lainnya. Kami hanya tidak tahu bagaimana mungkin Malaysia bisa mengalahkan Singapura 6-0," tutur John Herdman setelah pertandingan.
Senada dengan John Herdman, Ketua PSSI, Erick Thohir juga menyinggung hasil Malaysia vs Singapura yang berakhir 6-0 tidak masuk akal. Walau begitu, Erick enggan menjelaskan secara gamblang apa yang dimaksud.
"Allah subhanahu wa ta'ala bersama Indonesia, Tuhan bersama kita semua. Statement saya itu, saya rasa media lebih mengerti bagaimana perasaan bangsa Indonesia saat ini. Dan kalian mengertilah apa yang terjadi di pertandingan di sini dan di tempat lain," kata Erick Thohir, dalam interview usai pertandingan.

Yang Terjadi di Laga Indonesia vs Bangladesh
Sebelum pertandingan melawan Bangladesh dimulai, target Timnas Indonesia sudah jelas. Mereka akan lolos dengan skor berapa saja asal di pertandingan lain Singapura bisa mencegah Malaysia menang. Sebuah kemungkinan yang masuk akal karena Singapura sendiri masih punya peluang ke final.
Tapi jika Malaysia menang, Indonesia harus beradu jumlah gol kemenangan dengan Malaysia. Ternyata, kemungkinan kedua yang terjadi dan membuat periode added time babak kedua berubah menjadi momen gila bagi skuad Garuda.
Butuh banyak gol, Indonesia langsung bermain ofensif sejak awal pertandingan. Di paruh pertama, Garuda berhasil unggul 6-1 untuk memimpin klasemen sementara Grup A dengan selisih gol +7. Sementara itu, Malaysia juga unggul 2-0 atas Singapura sehingga memiliki selisih gol +5.
Apabila situasi tidak berubah, Timnas Indnoesia yang bakal lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 menantang Thailand. Kemudian, terjadilah hal paling gila sekaligus dramatis di paruh kedua Indonesia vs Bangladesh dan Malaysia vs Singapura.
Alih-alih menambah gol, Timnas Indonesia justru menurunkan tempo permainan karena unggul 5 gol. Walau menguasai permainan, tetapi sirkulasi bola dan upaya mencetak gol tidak banyak dilakukan Ole Romeny dan kawan-kawan. Sementara itu, Bangladesh yang tidak ingin kebobolan lagi, bertahan dengan rapat, sembari sesekali melakukan serangan balik cepat.

Di pinggir lapangan, John Herdman terus memantau pertandingan Malaysia vs Singapura. Dia beberapa kali memberi kode 3-0, 4-0 untuk memberi tahu pemainnya skor di laga lain. Situasi kemudian menjadi runyam di menit 80an, ketika Malaysia berhasil mencetak gol ke-5.
Malaysia unggul 5-0 dan skor Indonesia vs Bangladesh tetap 6-1. Momen itu membuat Malaysia menggeser posisi Indonesia di klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, karena unggul selisih gol +8 (8-0) sedangkan Indonesia masih +7 (8-1).
Dalam situasi itu Indonesia butuh satu gol lagi untuk menyamakan selisih gol dengan Malaysia. Jika selisih gol Indonesia dan Malaysia sama-sama +8, Indonesia yang akan lolos karena unggul produktivitas gol.
Harapan itu kemudian lahir di menit 90, ketika Luke Vickery mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 7-1. Namun, drama rupanya belum berakhir. Semenit berselang, Bangladesh justru mencetak gol lagi yang membuat skor berubah 7-2.
Situasi kian menjepit Timnas Indonesia ketika di laga lainnya, Malaysia berhasil mencetak gol ke-6 dan untuk 6-0. Indonesia bukan lagi butuh 1 gol, melainkan 2 agar bisa lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan kemudian menjadi benar-benar gila ketika Kevin Diks, mencetak gol di menit 90+6. Skor berubah menjadi 8-2, sedangkan Malaysia vs Singapura sudah berakhir dengan 6-0. Pada momen tersebut, Indonesia yang berpacu dengan waktu hanya perlu fokus pada diri sendiri. Menambah 1 gol lagi, atau gagal ke final.
Bangladesh melancarkan serangan yang masih mampu di save oleh Emil Audero. Bola kemudian langsung dikirim kepada Luke Vickery, kemudian berpindah ke sisi kiri mencari Calvin Verdonk. Lalu diumpan ke Egy Maulana Vikri yang melepas umpan jauh kepada Romeny. Bola kemudian dikirim ke depan gawang Bangladesh, yang disambut Mitchell Baker yang mencetak gol ke-5 di laga ini. Skor pun berubah menjadi 9-2, dan Indonesia lolos ke final.
Di masa injury time, ofisial ke-4 sempat memberikan tambahan waktu 2 menit, yang diprotes bench Indonesia. Tambahan waktu kemudian direvisi menjadi 7 menit.
Wasit Nasrullo Kabirov yang memimpin pertandingan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai perubahan tersebut, begitu pula Yusuke Ohashi yang menjadi ofisial ke-4. Namun, revisi waktu tambahan jamak terjadi di pertandingan sepak bola internasional, salah satunya di Piala Dunia 2022, ketika Inggris melawan Iran di penyisihan grup. Kala itu, wasit memberikan tambahan waktu 5 menit, tetapi direvisi hingga 12 menit.
Berdasarkan Law of the Game FIFA, Law 7: The Duration of the Match Pasal 3, wasit diizinkan merevisi tambahan waktu. Wasit utama juga diizinkan memberikan tambahan waktu lebih dari papan yang diumumkan ofisial ke-4.
Penambahan waktu dapat diberikan apabila terjadi hal-hal yang membuat permainan terhenti, sehingga banyak waktu terbuang. Dalam kasus Indonesia vs Bangladesh, terdapat setidaknya 2 kejadian yang membuat pertandingan terhenti cukup lama, yakni menit 49-50 untuk meninjau possible penalty setelah Ole Romeny dijatuhkan, dan menit 69-72 untuk meninjau kartu merah Elkan Baggott. VAR juga beraksi di menit 84-85 saat membatalkan gol Romeny.
Yang Terjadi di Laga Malaysia vs Singapura
Pertandingan Malaysia vs Singapura digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, bersamaan dengan Indonesia vs Bangladesh. Malaysia yang unggul selisih gol dari Indonesia tetap harus menang karena Singapura pun masih berpeluang ke final.
Malaysia unggul cepat di menit 8 melalui eksekusi penalti Bergson setelah Ryhan Stewart secara konyol menarik jersey Fergus Tierney di kotak penalti. Gol kedua Malaysia hadir di menit 26 melalui sontekan Stuart Wilkin menerima umpan Manuel Hidalgo. Walau unggul 2-0, Malaysia belum cukup melaju ke final karena di paruh pertama, Indonesia unggul 6-1.
Secara mengejutkan, Malaysia mampu mencetak 4 gol tambahan di babak kedua melalui Bergson menit 62, Paulo Josue menit 76, Syahir Bashah menit 87, dan Bergson lagi di injury time.
Ketika pertandingan Malaysia vs Singapura selesai, Harimau Malaya sempat melakukan selebrasi karena di laga lainnya, skor Indonesia vs Bangladesh masih 7-2. Malaysia pun memimpin klasemen Grup A berkat keunggulan selisih gol +8 (8-0). Namun, perayaan itu berubah jadi kekecewaan setelah Indonesia berhasil mencetak 2 gol dan menang 9-2, sekaligus menyalip Malaysia di klasemen akhir.

Kenapa Indonesia Lolos ke Final dan Bagaimana Nasib Malaysia?
Malaysia sudah melakukan tugasnya untuk menang melawan Singapura. Bukan sekadar menang, mereka bahkan mencetak 6 gol, sekaligus jadi kemenangan terbesar mereka melawan The Lions. Walau begitu, Harimau Malaya tetap gagal ke final karena kalah produktivitas gol dari Indonesia.
Regulasi FIFA ASEAN Cup 2026 Pasal 12 menyebutkan penentuan peringkat di klasemen akhir apabila terdapat tim dengan poin sama. Pertama, yang dinilai adalah head to head, tetapi tidak berlaku untuk Indonesia dan Malaysia karena keduanya bermain imbang 0-0 saat bertemu di matchday 2.
Penilaian berikutnya adalah selisih gol yang dimiliki dan jumlah gol yang diciptakan. Dari selisih gol, Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki nilai +9. Namun, Indonesia unggul produktivas gol karena mencetak 11 gol dan kebobolan 2, sedangkan Malaysia mencetak 9 gol tanpa pernah kebobolan.
Situasi Malaysia pun terbilang ironis karena mereka tampil bagus sepanjang turnamen. Harimau Malaya tidak pernah kebobolan sepanjang fase grup, dan berhasil mengalahkan Singapura dengan skor telak 6-0. Padahal, Singapura sepanjang tahun 2026 cukup apik.
Timnas Singapura tampil luar biasa sepanjang 2026. Tim asuhan Gavin Lee bisa lolos ke Piala Asia 2027 untuk pertama kalinya, menahan imbang Vietnam 0-0 di laga tandang Piala AFF, serta menang 1-2 di kandang Thailand di semifinal Piala AFF. Tapi, melawan Malaysia dan memainkan skuad terbaik, Singapura kalah 6-0.
Terakhir kali Malaysia menang telak dari Singapura juga hanya dengan skor 4-1 di Piala AFF 2022. Sisanya lebih sering terjadi dengan kemenangan tipis, selisih dua gol, atau hasil imbang.
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id


































