tirto.id - Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia di matchday 2 FIFA ASEAN Cup 2026. Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada Senin (28/9/2026), bakal jadi laga pertama John Herdman dalam Derbi Serumpun Melayu.
Indonesia dan Malaysia sama-sama memulai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan. Garuda menang 2-0 atas Singapura, sedangkan Harimau Malaya menumbangkan tim Asia Selatan, Bangladesh dengan skor 3-0.
Kedua tim saat ini memiliki 3 poin di klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dari satu laga yang sudah dijalani. Namun, Derbi Serumpun antara Indonesia vs Malaysia yang tersaji di matchday 2 bisa menentukan juara grup, sekaligus tim yang lolos ke final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman pun mengaku paham betul pentingnya menang melawan Malaysia. Apalagi, laga ini dapat menentukan tim yang lolos ke final FIFA ASEAN Cup edisi pertama.
“Setiap hari orang selalu mengatakan Malaysia, Malaysia, kamu harus menang [melawan Malaysia]. Saya memahami dari hotel di tempat saya tinggal, betapa pentingnya pertandingan melawan Malaysia,” kata John Herdman.
Awal Rivalitas Indonesia vs Malaysia di Sepak Bola
John Herdman mengaku sudah berpengalaman menghadapi laga derbi. Sebagai orang yang lahir di Newcastle, Inggris, Herdman dan keluarganya sangat antusias menonton pertandingan Newcastle United vs Sunderland yang dijuluki sebagai Derby Tyne-Wear.
Begitu pula saat menukangi Timnas Kanada, John Herdman beberapa kali menghadapi Amerika Serikat dalam North American Derby. Di laga uji coba, Gold Cup hingga Kualifikasi Piala Dunia.
Walau begitu, rivalitas antara Indonesia vs Malaysia tidak bisa disamakan dengan derbi-derbi yang pernah dilalui oleh John Herdman sebelumnya. Bukan sekadar menang kalah, Timnas Indonesia juga wajib menunjukkan permainan yang dominan menghadapi Harimau Malaya.

Tidak jelas kapan rivalitas Timnas Indonesia dengan Malaysia di lapangan hijau mulai tumbuh. Kedua tim tercatat pertama kali bertemu pada tahun 1957 di Kuala Lumpur, sepekan setelah kemerdekaan Malaysia dari Inggris.
Dalam laga yang dihelat pada 7 September 1957, Timnas Indonesia sukses mengalahkan Malaysia dengan skor 2-4 di kandangnya sendiri. Garuda menang di pertemuan pertama, sekaligus merusak pesta perayaan kemerdekaan Malaysia atas Inggris.
Rivalitas Indonesia vs Malaysia mulai terbentuk di awal tahun 1960, akibat gejolak politik yang terjadi antara 2 negara serumpun tersebut. Hal itu pun sampai terbawa ke lapangan hijau, sehingga pertemuan kedua negara selalu berjalan panas.
Kedua tim kemudian pertama kali bertemu setelah konfrontasi Malaysia-Indonesia (Malindo) di Kings Cup 1968 di Thailand. Indonesia menang di babak pendahuluan dengan skor 1-0, kemudian menang lagi di semifinal dengan skor telak 6-1.
Di laga semifinal Kings Cup 1968, Malaysia mampu unggul lebih dulu. Gol pembuka dari Zulkifli Norbit, disambut gegap gempita oleh penggemar Malaysia yang hadir di Bangkok.
Situasi itu kemudian menyulut para pemain Timnas Indonesia bermain lebih agresif. Iswadi Idris kemudian menginspirasi comeback Garuda dengan hattrick yang dia ciptakan, ditambah gol-gol Abdul Kadir, brace Soetjipto Soentoro dan 1 gol Max Timisela, yang membuat Indonesia menang 6-1 dan menjadi juara di akhir turnamen.
Sejak saat itu, pertemuan Indonesia vs Malaysia tidak pernah berjalan biasa saja. Bukan hanya di level tim senior, bahkan tim kelompok umur seolah wajib menang, sampai muncul anekdot di kalangan penggemar sepak bola Indonesia, "Boleh kalah dengan siapa saja, asal jangan kalah sama Malaysia".
Ujian Kapasitas John Herdman Latih Timnas Indonesia
Kini John Herdman pun bakal diuji oleh Malaysia di matchday 2 FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah penampilan yang kurang memuaskan di Piala AFF 2026, juru taktik asal Inggris tersebut memiliki kesempatan kedua untuk meraih trofi bersama Timnas Indonesia.
Indonesia sendiri memulai turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Walau begitu, permainan Timnas Indonesia masih belum meyakinkan. Herdman sendiri telah berjanji bahwa timnya akan semakin baik seiring berjalannya waktu.
"Ketika Anda baru bersama selama tiga bulan, ini adalah skuad yang benar-benar berbeda. Ada beberapa pemain baru yang kami bawa masuk, juga melakukan adaptasi dengan kondisi [cuaca panas di Indonesia]," kata John Herdman setelah pertandingan melawan Singapura.
Walau begitu, John Herdman juga menyadari bahwa timnya harus segera menunjukkan permainan yang bagus dan bersaing di setiap kejuaraan. Apalagi, di laga kedua menghadapi Malaysia bakal menjadi Derby Serumpun yang wajib dimenangi oleh Garuda, siapa pun pelatihnya.

Dibanding tim-tim lain yang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026, komposisi pemain Timnas Indonesia merupakan yang paling mumpuni. Garuda diperkuat banyak pemain diaspora yang tampil di liga-liga top Eropa, walau bukan klub besar.
Herdman pun tidak bisa mengelak bakal terus dibandingkan dengan pendahulunya Shin Tae-yong, yang pernah membawa Timnas U23 lolos ke semifinal Piala Asia U23 2024 dan nyaris membuat sejarah lolos ke Olimpiade 2024. Apalagi, catatan Shin Tae-yong saat menghadapi Malaysia terbilang impresif, walau hanya 1 kali bertemu.
Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 4-2 di Piala AFF 2022. Kala itu, STY mendapat banyak pujian karena berani memotong generasi. Tim yang diisi pemain dengan rata-rata umur 23,7 tahun alias yang paling muda dari semua peserta turnamen kala itu.
Sementara itu, John Herdman memiliki skuad berpengalaman dengan kualitas mumpuni. Tambahan Luke Vickery, serta mayoritas pemain diaspora bergabung dalam skuad pun membuat eks pelatih Kanada itu tidak punya alasan untuk gagal lagi di FIFA ASEAN Cup 2026.
Menang ke Final atau Kalah Berarti Gagal!
Matchday 2 FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar laga biasa bagi Timnas Indonesia maupun Malaysia. Pasalnya, tim yang lolos ke final Divisi 1 bisa ditentukan dari hasil laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026 pukul 19.30 WIB malam ini.
Malaysia saat ini memimpin klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengumpulkan 3 poin dari 1 laga. Harimau Malaya memiliki poin yang sama dengan Timnas Indonesia, tetapi unggul selisih gol karena menang 3-0 melawan Bangladesh, sedangkan Indonesia memiliki selisih gol +2 setelah mengalahkan Singapura 2-0.
Berdasarkan regulasi FIFA ASEAN Cup 2026, penentuan klasemen grup menggunakan head to head apabila terdapat tim yang memiliki poin sama. Oleh sebab itu, tim yang memenangi laga Indonesia vs Malaysia berpeluang besar lolos ke final Divisi 1. Bahkan, bisa dikatakan pemenang laga Indonesia vs Malaysia 99% bakal ke final.
Situasi itu pun membuat pertandingan Indonesia vs Malaysia bakal berlangsung sengit. Selain sejarah panjang dari rivalitas 2 tim serumpun Melayu tersebut, kemenangan dapat berarti tiket ke final, sedangkan tim yang kalah bakal gagal menjuarai FIFA ASEAN Cup edisi pertama.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































