tirto.id - Penunjukan Jorge Jesus sebagai pelatih Timnas Portugal usai Piala Dunia 2026 awalnya dianggap bakal seperti para pelatih Selecao das Quinas sebelumnya, yang nyaris selalu menyediakan tempat bagi sang bintang Cristiano Ronaldo. Anggapan normal, mengingat kedua sosok tersebut pernah memiliki jejak sukses di Al Nassr.
Akan tetapi kondisi berbeda terjadi ketika Timnas Portugal mengawali kiprah di kompetisi UEFA Nations League 2026/2027. Jorge Jesus ternyata justru tidak segan memarkir Cristiano Ronaldo, ketika Selecao das Quinas menang 1-2 di markas Norwegia.
Hal itu menandai berakhirnya rekor CR7, yang hampir selalu bermain saat masuk daftar pemain Timnas Portugal selama 20 tahun. Kabar terbaru menyebutkan sang pemain angkat kaki dari pemusatan latihan jelang laga Portugal vs Denmark.
Timnas Portugal dijadwalkan melakoni laga tandang ke markas Denmark pada matchday ketiga UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion Parken, Kopenhagen, Jumat (2/10/2026) dini hari WIB. Lantas, sejauh mana peluang Seleção das Quinas menjaga daya saing dan tampil impresif tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo?
Peran Sentral CR7 sejak Era Scolari sampai Martinez
Cristiano Ronaldo mencatatkan debut bersama Timnas Portugal di bawah asuhan pelatih Luiz Felipe Scolari pada 20 Agustus 2003, saat melawan Kazakhstan di laga uji coba. Ronaldo masuk menggantikan Luis Figo selepas jeda antar babak, tepatnya pada menit ke-46.
Cristiano Ronaldo mulai mendapatkan peran sentral sebagai andalan lini serang Timnas Portugal di EURO 2004. Meski baru berusia 19 tahun, ia tampil cukup impresif dengan catatan 2 gol dan 2 assist. Ronaldo turut mengantar Portugal melaju hingga final.
Sejak saat itu nama Cristiano Ronaldo nyaris tak pernah luput dari daftar panggil Timnas Portugal di berbagai turnamen bergengsi. Sang kapten tercatat hanya menepi dari tugas tim nasional kala harus menjalani proses pemulihan cedera.

Hingga kini, Cristiano Ronaldo sudah mengemas 234 caps bersama Seleção das Quinas, dengan torehan 146 gol dan 45 assist. Rekor tersebut mengukuhkan posisi CR7 sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di tim nasional.
CR7 turut mempersembahkan deretan trofi prestisius bagi Seleção das Quinas, termasuk juara EURO 2016 dan gelar UEFA Nations League 2019 dan 2025. Selain itu, CR7 juga menjadi punggawa utama Timnas Portugal dalam 6 edisi Piala Dunia.
Rekam jejak emas tersebut kian menegaskan peran vital Cristiano Ronaldo sebagai pilar tak tergantikan dalam sejarah sepak bola Portugal. Kendati demikian, karier sang mega bintang di panggung internasional kini mulai memasuki masa senja seiring usianya yang tak lagi muda.
Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus: dari Rival jadi Rekan
Hubungan Cristiano Ronaldo dan pelatih Portugal, Jorge Jesus berawal dari rivalitas di Liga Arab Saudi. Ronaldo bersama Al Nassr, sementara Jorge Jesus kala itu menjadi pelatih Al Hilal. Pada musim 2023/2024, Al Hilal mampu menjegal ambisi juara Al Nassr.
Ronaldo dan Jorge kemudian berubah menjadi rekan selepas sang pelatih direkrut Al Nassr untuk menukangi tim pada musim 2025/2026. Hasilnya Al Nassr sukses meraih gelar juara Saudi Pro League, sekaligus menjadi trofi Liga Arab Saudi perdana bagi CR7.
Di bawah asuhan Jorge Jesus, Cristiano Ronaldo sering menjadi pilihan utama di lini depan Al Nassr dalam kompetisi Liga Arab Saudi dan ACL Two. Hasilnya, CR7 membubuhkan 33 penampilan dan 29 gol dengan rata-rata 87 menit bermain.

Hubungan profesional mereka berlanjut di Timnas Portugal, setelah Jorge Jesus ditunjuk menggantikan Roberto Martínez. Kehadiran pelatih gaek itu diharapkan dapat mendongkrak performa Selecao das Quinas usai gagal total di Piala Dunia 2026.
Jorge Jesus yang memulai debutnya sebagai pelatih Portugal di laga kontra Wales sempat menurunkan Cristiano Ronaldo dalam susunan starting XI. Namun CR7 dinilai tampil kurang memuaskan di laga tersebut sehingga digantikan Goncalo Ramos di menit ke-67.
Kemudian Ronaldo dibangkucadangkan penuh oleh Jorge Jesus saat Portugal menang 1-2, di markas Norwegia pada matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027. Hal tersebut memutus rekor 20 tahun selalu tampil bagi sang kapten.
Perbedaan pandangan mengenai keputusan rotasi dan komunikasi publik memicu ketegangan antara Ronaldo dan Jorge Jesus. Akhirnya CR7 memutuskan meninggalkan kamp latihan Timnas Portugal di Denmark.
Senja Karier CR7 di Timnas Portugal
Senja karier CR7 di Timnas Portugal awalnya diprediksi bakal berujung manis seiring penunjukan Jorge Jesus di kursi kepelatihan. Namun, romansa sukses yang pernah terjalin di Al Nassr rupanya pudar lebih cepat dari perkiraan.
Semuanya berubah setelah keputusan sang pelatih memarkir Cristiano Ronaldo di bangku cadangan ketika laga kontra Norwegia. Jorge Jesus juga berencana tidak memainkan CR7 di laga kontra Denmark sebagai kebutuhan strategi tim.

Namun perbedaan pandangan mengenai keputusan tersebut memicu konflik internal di kubu Selecao das Quinas. Menurut laporan Skysports, Ronaldo telah meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal jelang laga melawan Denmark.
"Menyusul konferensi pers manajer tim nasional, dan setelah berbicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, saya memutuskan untuk meninggalkan pemusatan latihan tim nasional.” tulis Cristiano Ronaldo dalam akun instagram pribadi, dikutip dari Skysports.
Selain itu, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) juga mengonfirmasi bahwa Ronaldo diizinkan meninggalkan skuad lebih awal karena alasan pribadi. Berbagai laporan media lokal menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah terjadinya perdebatan terkait peran dan menit bermain sang bintang di bawah kepemimpinan Jorge Jesus.
"Cristiano adalah legenda bagi negara ini dan akan selalu menjadi bagian penting dari tim kami. Namun, keputusan taktis murni berada di tangan pelatih demi kebaikan tim secara keseluruhan," ujar juru bicara FPF dalam pernyataan resminya.
Menanggapi hal itu, Jorge Jesus berusaha meredakan kabar tentang adanya perseteruan. Jorge Jesus mengakui dirinya sempat memberitahu Ronaldo bahwa ia kemungkinan akan bermain melawan Norwegia. Namun, ia mengubah keputusannya karena melihat situasi pertandingan.
"Sepertinya ada masalah di antara kami, tetapi sebenarnya tidak ada masalah. Aku bisa berjanji apapun, tapi akulah pelatihnya. Tidak ada pemain yang akan dapat mempengaruhi keputusanku." ujar Jorge Jesus dikutip dari laman Skysports.
Kini, Timnas Portugal dihadapkan pada ujian untuk menjaga daya saing tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo. Seleção das Quinas akan bertumpu pada ketajaman lini serang generasi muda yang dipimpin Gonçalo Ramos, João Félix, hingga Rafael Leão.
Selain itu, belum diketahui langkah selanjutnya dari Cristiano Ronaldo setelah keluar pemusatan latihan Timnas Portugal. Pasalnya, belum ada sinyal gantung sepatu dari sang mega bintang.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id


































