tirto.id - Matchday pertama UEFA Nations League (UNL) 2026/2027 akhir pekan ini bakal menandai debut para pelatih baru di tim-tim besar Eropa. Mereka adalah: Zinadine Zidane (Prancis), Jurgen Klopp (Jerman), Xavi Hernandez (Belanda), Jorge Jesus (Portugal), serta Mark van Bommel (Belgia).
Adu taktik antarpelatih kelas dunia tersebut bakal menjadi warna tersendiri dalam perburuan gelar juara UNL 2026/2027. Masing-masing tim membidik hasil maksimal pada matchday pertama, demi memuluskan langkah lolos ke fase gugur.
Lantas, langkah apa yang sudah dilakukan para pelatih baru dalam membangun kekuatan tim di ajang UEFA Nations League 2026/2027? Seperti apa kans mereka di laga debut dan pertandingan-pertandingan berikutnya?
Kembalinya Zidane, Harapan Baru Les Bleus
Zinedine Zidane akhirnya kembali ke kursi pelatih, usai terakhir kali menangani Real Madrid pada musim 2020/2021. Zidane resmi ditunjuk sebagai nahkoda baru Timnas Prancis mulai 1 Agustus 2026, ia menggantikan Didier Deschamps.
Zinedine Zidane pernah menorehkan tinta emas saat masih aktif bermain di Timnas Prancis. Zidane berhasil mempersembahkan trofi Piala Dunia 1998 dan EURO 2000 bagi Les Bleus, kemudian runner-up Piala Dunia 2006.
Rekor Zinedine Zidane di dunia kepelatihan tak kalah mentereng, terbukti dari deretan trofi prestisius bersama Real Madrid. Zizou mengantar Los Blancos mengukir sejarah lewat raihan hattrick juara Liga Champions Eropa (UCL) pada rentang 2016 sampai 2018.

Dari sisi statistik, Zidane juga memiliki rapor cukup bagus dalam 2 periode melatih Real Madrid. Zidane mengemas rata-rata 2,30 poin per laga pada periode pertama, lalu menorehkan rasio 2,04 poin per laga di periode kedua.
Kembalinya Zidane ke Timnas Prancis sebagai juru taktik diharap bisa mendongkrak prestasi Les Bleus. Zidane kemungkinan tidak mengalami kendala untuk memegang ruang ganti serta dukungan suporter, mengingat nama besar dirinya dalam sepak bola Prancis.
Akan tetapi bagai pedang bermata dua, Les Bleus di bawah Zidane jelas mendapat beban ekspektasi yang tinggi dari para penggemar. Setelah Piala Dunia 2018 dan UNL 2021, Les Bleus belum pernah menambah koleksi trofi di kompetisi internasional.
Belanda vs Jerman, Duel Debut Xavi vs Klopp
Matchday pertama UEFA Nations League 2026/2027 menyajikan big match Timnas Belanda vs Jerman di Grup 2. Pertandingan ini jelas bakal menjadi debut tak mudah bagi pelatih kedua tim, yakni Xavi Hernandez (Timnas Belanda) dan Jurgen Klopp (Timnas Jerman).
Sebelumnya, ketika Xavi masih melatih Barcelona lalu Klopp melatih Liverpool, keduanya belum pernah saling berhadapan di pertandingan resmi level klub di kompetisi Eropa.
Laga Belanda vs Jerman berpeluang diwarnai pendekatan berbeda dari kedua pelatih. Xavi diharapkan bisa menghidupkan taktik total football yang menjadi karakteristik permainan Belanda, sedangkan Klopp dikenal dengan ciri khasnya menerapkan gegenpressing.
Taktik Xavi Hernandez mengusung filosofi possession-based football juga dominasi penguasaan bola. Xavi berupaya memadukan prinsip dasar Total Football khas De Oranje, ditambah pola struktur umpan pendek serta kontrol permainan di lini tengah.
Di sisi lain, Jurgen Klopp kerap menampilkan intensitas permainan tinggi lewat gaya khas gegenpressing. Filosofi permainan berfokus kepada tekanan instan saat kehilangan bola untuk merebutnya kembali di area berbahaya musuh, lalu melakukan serangan cepat.
Dari sisi pengalaman, Jürgen Klopp jelas lebih diunggulkan untuk memetik hasil positif pada laga debutnya. Akan tetapi, Xavi Hernández juga tetap berpeluang mencuri poin lewat taktik yang diterapkan, ditambah situasi Timnas Belanda sebagai tuan rumah.
Secara statistik, Jürgen Klopp dan Xavi Hernández membukukan rasio poin yang identik ketika masa bakti terakhir mereka di level klub. Klopp menorehkan rata-rata 2,07 poin dari 489 laga bersama Liverpool, sementara Xavi mengemas angka yang sama dalam 143 pertandingan sewaktu menukangi Barcelona.
Jorge Jesus dan Van Bommel: Beda Generasi, Sama Prestasi
Pekan pertama UEFA Nations League 2026/2027 juga akan menjadi panggung bagi pelatih Jorge Jesus bersama Timnas Portugal, serta Mark Van Bommel bersama Timnas Belgia.
Keduanya sama-sama baru memulai kiprah sebagai pelatih tim nasional di UNL 2026/2027. Namun demikian keduanya sudah berbekal banyak prestasi di level klub.
Jorge Jesus, pelatih gaek berusia 72 tahun ditunjuk menangani Timnas Portugal sejak Juli 2026, dan memiliki kontrak hingga Juli 2030. Ia memiliki segudang prestasi dan pengalaman di Liga Portugal, Liga Brasil, dan Liga Arab Saudi.
Pada musim 2025/2026, Jorge Jesus sukses mengantar Al Nassr meraih juara Liga Arab Saudi. Sebelum itu, Jorge juga pernah meraih trofi juara Liga Arab Saudi bersama Al Hilal musim 2023/2024.
Dalam debutnya sebagai pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus punya tantangan untuk mengendalikan ruang ganti Selecao das Quinas. Jorge Jesus dituntut piawai meracik strategi serta memaksimalkan deretan pemain bintang yang dimiliki Portugal.
Saat ini Portugal masih tercatat sebagai tim tersukses di ajang UEFA Nations League, dengan koleksi 2 gelar juara edisi 2019 dan 2025. Jorge Jesus mendapat misi mempertahankan capaian tersebut, dengan mengawali perjuangan di fase grup melawan Wales, Denmark, dan Norwegia.

Pelatih debutan berikutnya adalah Mark Van Bommel, juru taktik 49 tahun yang ditunjuk sebagai pelatih Timnas Belgia pada Agustus 2026. Bommel terikat kontrak hingga Juli 2028. Mark Van Bommel menggantikan posisi Rudi Garcia, yang dianggap gagal memaksimalkan potensi skuad di Piala Dunia 2026.
Ketika masih aktif bermain, Mark Van Bommel merupakan eks pemain kunci Bayern Munchen dan AC Milan. Ketika beralih karier di dunia kepelatihan, Bommel sudah mempunyai pengalaman di Liga Belanda, Liga Jerman, dan Liga Belgia. Bommel juga memiliki koleksi 3 trofi domestik bersama klub Belgia, Royal Antwerp.
Van Bommel tercatat baru pertama kali menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional bersama Belgia. Akan tetapi ia sudah memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih Bert van Marwijk, ketika menangani Timnas Arab Saudi dan Australia.
Kedatangan Mark Van Bommel diharapkan bisa membangkitkan kekuatan Timnas Belgia bersama para pemain generasi baru. Dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda yang baru bersinar, Van Bommel mengusung ekspektasi membawa Belgia kembali bersaing di level tertinggi.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id


































