tirto.id - Facundo Garces merupakan pemain sepak bola yang turut dinaturalisasi Malaysia sebagai pemain keturunan. Namun oleh FIFA, Facundo Garces yang sempat merumput di Alaves itu, dinyatakan tak memiliki keturunan Malaysia.
Facundo Tomas Garces jadi salah satu pemain naturalisasi Malaysia yang mendapatkan larangan bermain selama 1 tahun oleh FIFA buntut kasus dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan.
Sanksi tersebut diberikan FIFA pada 26 Agustus 2025 lalu. Dalam rilisan resmi Komite Disiplin FIFA, Facundo Garces jadi 1 dari 7 pemain yang dinilai telah memalsukan asal-usulnya demi bergabung dengan Timnas Malaysia.
"Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia dan 7 pemain, yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, terkait pelanggaran Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) soal pemalsuan dokumen,” tulis FIFA dalam keterangannya.
Mengacu surat keputusan yang dirilis Komite Disiplin FIFA, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebelumnya melampirkan dokumen akta kelahiran kakek Facundo Garces yang menyatakan bahwa ia lahir di Malaysia.
Akan tetapi, dokumen tersebut disebut FIFA palsu dan telah direkayasa. Lantas, bagaimanakah penelusuran fakta atas asal usul Facundo Garces?
Benarkah Kakek Facundo Garces Lahir di Malaysia? Cek Penelusuran Faktanya
Memiliki nama lengkap Facundo Tomas Garces, pemain kelahiran 1999 ini disebut FAM memiliki darah Malaysia dari sang kakek, Carlos Regolio Fernandez.
Menukil surat keputusan Komite Disiplin FIFA tertanggal 6 Oktober 2025, FAM menyebut bahwa kakak Facundo Garces lahir pada 1930 di Penang, Malaysia. Hal tersebut membuat bek tengah tersebut dapat bermain untuk Timnas Malaysia.
Pernyataan FAM itu tertuang dalam surat permohonan kelayakan (eligibility) Facundo Garces untuk berseragam Harimau Malaya.
Surat itu dikirim FAM ke FIFA pada 6 Juni 2025 lalu. Mereka melampirkan satu dokumen akta kelahiran Carlos Regelio Garces Fernandez, kakek sang pemain, dalam surat itu.
Semula, surat itu disetujui FIFA. Facundo Garces juga telah bermain untuk Malaysia dalam dua laga, yakni kontra Vietnam pada 10 Juni dan Singapura pada 4 September.
Akan tetapi, pada 6 Oktober, Komite Disiplin FIFA menyebut bahwa akta kelahiran kakek Facundo Garces ternyata palsu dan direkayasa.
Dilansir dari media Argentina, Capital De Noticias (CDN), dasar penentuan sanksi FIFA untuk Facundo Garces itu adalah dokumen akta kelahiran asli sang kakek yang diterbitkan oleh Pemerintah Argentina.
Kakek Facundo, yakni Carlos Regelio Fernandez ternyata tercatat oleh Catatan Sipil Provinsi Santa Fe, Argentina.
Akan tetapi, dalam dokumen yang diterbitkan otoritas Argentina itu, Carlos Regelio tidak lahir di Penang, Malaysia, melainkan di Villa Maria Selva, sebuah daerah di kota Santa Fe.
Akta kelahiran yang diterbitkan otoritas Argentina itu merinci bahwa, di hadapan petugas Catatan Sipil, "Nyonya Sebastiana Justa Fernández, dua puluh enam tahun, lajang, berkewarganegaraan Argentina, penduduk Villa María Selva, hadir dan menyatakan bahwa di rumahnya di Jalan ke-22, tanpa nama, pada tanggal 29 Mei lalu, pukul 18.40, telah lahir seorang anak kulit putih yang merupakan anak kandung dari pemberi pernyataan dan bahwa ia mengakuinya sebagai anak kandung."
Sebastiana Justa Fernandez yang muncul dalam dokumen itu adalah ibu dari kakek Facundo alias nenek buyut dari pemain sepak bola itu.
Sementara itu, ayah dari kakek Facundo disebut CDN bernama Don Cipriano Garces, yang merupakan seorang pengembara berkebangsaan Spanyol.
Dengan silsilah tersebut, kakek nenek buyut Facundo Garces tidak disebut sebagai seorang Malaysia, melainkan seorang Argentina dan Spanyol. Sedangkan, kakek Facundo Garces, disebut lahir di Santa Fe, bukan Penang.
Berbasis dokumen tersebut, Komisi Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada Facundo Garces berupa larangan bermain sepak bola selama 1 tahun.
Ketika diberi sanksi, Facundo Garces termasuk dalam squad Deportivo Alaves untuk mengarungi kompetisi La Liga Spanyol musim 2025/2026.
Tahun ini merupakan musim kedua bagi Facundo Garces untuk berseragam Deportivo Alaves. Sebelumnya, pada tahun pertama, Facundo telah membela klub asal Kota Vitoria-Gasteiz itu dalam 10 pertandingan resmi.
Meskipun bukan jadi pilihan utama selama musim 2024/2025, namun musim perdana Facundo di Alaves merupakan debut yang cukup impresif.
Bukan karena ia masih tergolong muda, melainkan karena Deportivo Alaves merupakan klub pertama Facundo di luar Argentina. Kota Vitoria-Gasteiz merupakan destinasi perdana Facundo mentas di luar negeri.
Sebelum memulai kiprah di Eropa bersama Alaves, Facundo meniti kariernya di Club Atletico Colon (CA Colon).
Klub yang bermarkas di Santa Fe merupakan tempat Facundo Garces menjalani karier juniornya sebagai pesepakbola hingga meneken kontrak profesional pertamanya.
Setelah mengentaskan musim 2023/2024 bersama CA Colon, ia direkrut Deportivo Alaves untuk bermain di liga teratas Spanyol, La Liga.
Akan tetapi, kariernya di Alaves kini terpaksa berakhir. Sanksi yang diberikan FIFA untuknya membuat Facundo Garces dicoret dari skuad El Glorioso.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































