tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyebutkan aksi pembakaran selama rentetan unjuk rasa se-Indonesia mulai 25 Agustus 2025 berpotensi mengancam nyawa masyarakat. Hal ini ia nyatakan merespons mencuatnya aksi pembakaran selama unjuk rasa mulai 25 Agustus.
Prabowo lalu menyinggung meninggalnya empat masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan imbas aksi pembakaran.
"Sekali lagi, gerakan bakar-bakar, di seluruh dunia, ini adalah gerakan yang tergolong sangat membahayakan. Mengancam nyawa orang lain, dan terbukti ada empat orang di Makassar tidak berdosa, yang mati karena kebakaran," kata Prabowo saat bertemu pimpinan redaksi sejumlah media massa di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/9/2025).
Menurut dia, saat ada aksi pembakaran, aparat negara harus selalu bertindak proporsional sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Petugas yang tidak memenuhi prinsip itu dinilai harus bertanggung jawab dan dapat dikenakan sanksi tegas.
Prabowo lantas menekankan negara akan tetap menjamin perlindungan terhadap warga yang berunjuk rasa secara damai. Namun, negara disebut akan bertindak tegas terhadap kelompok yang melakukan pembakaran.
“Ya saya kira itu keharusan, bahwa semua petugas harus bertindak proporsional, dan kalau tidak bertindak proporsional, petugas harus bertanggung jawab. Dan kita sudah buktikan, ada yang ditindak, ada yang diinvestigasi, bahkan kalau tidak salah sudah ada yang diberhentikan. Jadi harus proporsional,” urai Prabowo.
Sebagai informasi, berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri, aksi unjuk rasa terjadi di 107 titik yang tersebar se-Indonesia sejak 25 Agustus 2025 hingga saat ini. Kerugian imbas unjuk rasa bermacam-macam.
Imbas unjuk rasa, sebanyak 10 masyarakat meninggal dunia, versi Komnas HAM. Menurut Komnas HAM, penyebab meninggalnya sejumlah korban disebabkan kekerasan kepolisian.
Menanggapi aksi unjuk rasa itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hanya meminta pemerintah daerah tidak melakukan selebrasi berlebih.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































