Menuju konten utama

Prabowo Minta Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan

Airlangga mengklaim, pembentukan dewan itu untuk menyempurnakan fungsi Dewan Nasional Keuangan Inklusif.

Prabowo Minta Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat penandatanganan kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (23/9/2025). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan dewan nasional terkait kesejahteraan keuangan. Pembentukan dewan itu merupakan hasil pertemuan Prabowo dengan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

"Bapak Presiden meminta agar dibentuk Dewan Nasional terkait kesejahteraan keuangan ataupun financial health," ucapnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Airlangga mengklaim, pembentukan dewan itu untuk menyempurnakan fungsi Dewan Nasional Keuangan Inklusif. Dalam prosesnya, pembentukan Dewan Nasional terkait kesejahteraan keuangan sejumlah kementerian/lembaga terkait.

Melalui dewan tersebut, Airlangga menyebut, pemerintah akan menyediakan data terkait kebukaan informasi keuangan Tanah Air seperti soal perbankan serta non-perbankan.

"Jadi, terkait dengan knowledge, termasuk juga terkait dengan adanya digital ID, knowledge sharing, juga terkait dengan pendalaman di sektor asuransi," tuturnya.

Menurut Airlangga, pemerintah juga akan mendorong literasi keuangan masyarakat melalui program tersebut mengingat literasi keuangan Indonesia baru mencapai 66,64 persen.

Ia berujar, persentase literasi keuangan Indonesia terbilang lebih tinggi daripada negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD).

"Angka 66,64 persen literasi ini sudah lebih tinggi daripada rata-rata negara OECD terkait literasi keuangannya," sebut Airlangga.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher