Menuju konten utama

Polisi soal Es Kue Diduga Berbahan Spons: Itu Enggak Berbahaya

Hasil penelusuran polisi, tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial.

Polisi soal Es Kue Diduga Berbahan Spons: Itu Enggak Berbahaya
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2025). tirto.id/Auliya Umayna

tirto.id - Polisi memastikan es kue yang diduga terbuat dari spons tidak sama sekali berbahaya alias masih layak dikonsumsi. Hal ini berkaitan dengan viralnya sebuah video di media sosial mengenai pedagang es kue yang diduga menggunakan bahan baku spons.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengungkap, Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya telah melakukan pengecekan. Hasilnya, es kue tersebut layak dijual dan dikonsumsi.

“Itu enggak berbahaya. Hasil pemeriksaan kami sampai saat ini makanan-makanan yang dijual layak konsumsi,” ungkap Roby saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Menurut dia, pemeriksaan sendiri meliputi seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses. Sampel itu juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Pedagang es kue itu sendiri sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kepada penyidik, pedagang tersebut menyatakan sudah sekitar 20 tahun menjajakan dagangan tersebut.

“Sudah sejak 2006,” tutur Roby.

Roby mengemukakan, tim penyidik dari Krimsus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok. Hasilnya tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial.

“Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan aman, pedagang bernama Suderajat dipulangkan kembali ke rumahnya di Depok. Kepolisian juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan,” ujar dia.

Roby menyatakan harus dipahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya. Namun, kepolisian juga harus memastikan masyarakat terlindungi.

“Isu seperti ini cepat sekali viral di media sosial, padahal belum tentu benar. Kami minta masyarakat lebih bijak, cek faktanya terlebih dahulu,” tutur dia.

Baca juga artikel terkait MAKANAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama